Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Pancasila
Front Penegak Pancasila dan G1I Ajak Mahasiswa Mewujudkan Pemilu Damai dan Bermartabat
2018-11-03 23:42:00

Ratusan Mahasiswa menghadiri Seminar Kebangsaan dengan tema Mewujudkan Pemilu yang Damai dan Bermartabat.(Foto: BH /amp)
JAKARTA, Berita HUKUM - Front Penegak Pancasila (FPP) dan Generasi SATU Indonesia (G1I) menggelar seminar kebangsaan, bertempat di Hotel Amos Cozy, Jalan Melawai, Jakarta Selatan, Sabtu (3/11).

Seminar yang mengangkat tema 'Generasi Milenial Mewujudkan Pemilu yang Damai dan Bermartabat' ini menghadirkan beberapa pembicara dan pemberi materi diantaranya, Karo Multimedia Mabes Polri, Brigjen Pol Drs.H. Budi Setiawan, Msi, Bursah Zarnubi sebagai Narasumber, Ketua Generasi SATU Indonesia, Ade R Pamungkas, Harry Warganegara Harun sebagai Motivator dan melibatkan ratusan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Jakarta.

"Tujuan utama kita dalam seminar dan diskusi ini yang melibatkan kaum Milineal adalah untuk mengantisipasi agar mereka tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu ataupun kabar bohong (hoax), sehingga lebih bijak dalam menyikapi berbagai isu yang beredar di masyarakat," kata Gondo Margono S.E, Ketua Front Penegak Pancasila dan sekaligus sebagai Ketua Pembina Generasi SATU Indonesia saat disela-sela acara seminar tersebut.

Selain itu, Gondo berharap seminar ini dapat memberikan pencerahan dan getuktular kepada sekeliling mereka (mahasiswa) dalam menyebarluaskan informasi yang benar.

"Kami berharap semoga seminar ini memberikan dampak positif bagi seluruh komponen masyarakat," harapnya.

Dalam kesempatan itu, Gondo juga mengajak seluruh mahasiswa Indonesia untuk ikut berpartisipasi mewujudkan Pemilu 2019 yang damai dan bermartabat.

"Kami berupaya menggalang kaum muda mudi milineal untuk ikut serta mewujudkan Pemilu yang aman, damai dan bermartabat. Mudah mudahan Pemilu ini mempunyai pandangan yang jelas, siapa yang mau dipilih dan arahnya jelas," imbuhnya.

Terkait pilihan politik, Gondo mengatakan, itu kembali kepada masing-masing daripada kaum milineal.

"Kami mencoba memfasilitasi mereka semuanya. Sebab, akhir-akhir ini banyak kaum milenial dilibatkan dalam aksi-aksi yang menjurus kepada perpecahan," kata Gondo.

Selain itu, Gondo menyayangkan, apabila ada sikap mahasiswa yang mengkritisi kinerja pemerintah tanpa bukti serta informasi yang jelas.

Menurut Gondo, kaum milineal adalah generasi muda yang mempunyai daya smart yang tinggi. Mereka adalah orang terdidik dan sangat cepat sekali dalam menerima informasi, di medsos dan lain sebagainya. Jadi kita berharap kaum milineal bisa membantu program pemerintah, mana yang benar, mana yang tidak.

"Jadi mahasiswa ini bisa menjadi corong pemerintah. Karena mahasiswa ini sebagai generasi penerus bangsa yang tidak boleh tercemar oleh fitnah-fitnah yang menyesatkan," tukasnya.

"Kami sangat menyayangkan kaum milenial ini terpengaruh dengan isu-isu yang tidak benar. Kami berupaya mudah-mudahan rekan-rekan mahasiswa ini terbuka mata hatinya dengan kecerdasan kecerdasan intelektual yang dimilikinya," tutup Gondo Margono.(bh/amp)


 
Berita Terkait Pancasila
 
• Pancasila Dilaksanakan, Jangan Diingkari
 
• Syarief Hasan Dukung Penuh Pancasila Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional
 
• Menerima Pancasila Sebagai Dasar Negara Adalah Keputusan Strategis
 
• HNW: Pancasila Bukti Kedekatan Hubungan Antara Agama dan Negara
 
• Pancasila Hadir Karena Kenegarawanan Para Pendiri Bangsa
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]