Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Virus Corona
Foto Jenazah Berjejer Penuh di Selasar RSUD Dr Soetomo, Berikut Pernyataan Manajemen RS
2021-07-03 07:33:30

SURABAYA, Berita HUKUM - Beredarnya foto jenazah yang ditutupi perlak di selasar diduga IGD RSUD Dr Soetomo dibenarkan oleh Direktur RSUD dr Soetomo, Dr Joni Wahyuhadi SpBS (k).

Dr Joni mengungkapkan foto tersebut merupakan kondisi IGD pada Rabu (1/7/2021).

Dikatakannya jenazah itu menunggu proses protokol pemulasaraan jenasah covid memakan waktu 1,5 hingga dua jam per jenazah.

"Iya (gambar kondisi IGD), progres penyakitnya cepat sekali, datang sudah dalam kondisi desaturasi.

Bahkan ada yang meninggal di ambulans, kemarin sehari meninggal 27. Mohon masyarakat disiplin protokol kesehatan,"ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (1/7).

Dr Joni mengungkapkan kondisi ini tidak terjadi setiap harinya. Hanya pada Rabu (1/7/2021), banyak pasien datang dalam kondisi parah.

"Iya, 27 yang meninggal itu total dengan yang dirawat di ruang isolasi. Tidak pernah seperti itu tahun lalu," urainya.

Meskipun banyak pasien yang meninggal, dikatakan dr Joni kamar pasien Covid-19 masih dalam kondisi penuh.

Bahkan pihaknya masih berusaha menambah kapasitas kamar.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tak kuasa menahan air matanya, Kamis (1/7).

Ini terjadi saat berdoa usai pembacaan Yasin dan Tahlil secara daring yang diselenggarakan Pemkot Surabaya.

"Ya Allah... Panjenangan tarik penyakit saking Surabaya Ya Allah... Panjenengan selamatkan warga kula Ya Allah... Panjenengan selamatkan warga Surabaya Ya Allah... (Ya Allah... Mohon ditarik penyakit dari Surabaya... Mohon selamatkan warga saya Ya Allah... Selamatkan warga Surabaya ya Allah)," kata cak Eri dengan menengadah.

"Ya Allah... Ingkang sakit dipun paringi sehat... Ingkang sehat dipun paringi sehat terus.... Ya Allah hanya kepada-Mu hamba memohon ya Allah... (Yang sakit diberikan kesehatan, yang sehat tetap diberi kesehatan)," ujarnya terbata-bata sembari sesekali menyeka air matanya.

Usai berdoa, Cak Eri lantas mengusap kedua matanya. Tak hanya Eri, sejumlah kepada OPD yang ikut serta dalam doa bersama ini pun tak kuasa menahan air matanya.

Ditemui usai acara, Cak Eri memberikan penjelasan bahwa ia tak kuasa menahan air matanya saat mengingat warganya yang di tengah dirawat akibat Covid-19.

"Saya nggak tega melihat warga kita masuk RS," kata Cak Eri.

"Tadi saya lihat ke RS, lihat dari luar. Ada banyak yang pakai ventilator. Warga Surabaya adalah keluarga saya. Saya sedih harus melihat mereka seperti ini," katanya.

Cak Eri pun berujar bahwa ia mau melakukan apapun demi membebaskan warga dari Covid-19.

Bahkan, ia pun berani menukar jabatannya dengan kesehatan warga.

"Misalnya, Gusti Allah ngendika, 'eh warga Surabaya isa waras tapi awakmu sing nanggung: nggak bisa jadi Wali Kota. Lila. (Misalnya, Allah berfirman, warga Surabaya bisa sehat namun kamu harus berkorban: nggak jadi Wali Kota. Saya rela)," katanya.

Sebab, Wali Kota merupakan pemimpin. Pemangku kebijakan di daerah.

"Wali Kota itu pemimpin. Pemimpin itu menentukan. Sehingga, yang dihisab pertama kali ya pemimpinnya. Jadi, kalau bisa ditukar agar warga Surabaya sehat, saya siap," katanya.

Hal ini lah yang membuatnya tak kuat menahan air mata.

"Sehingga, saya sampai tak kuat menahan air mata. Ya Allah kami melihat banyak keluarga kita meninggal atau sakit. Apa yang bisa kita banggakan?," katanya.

"Sehingga, kalau memang harus ditukar dengan jabatan saya, nggak apa-apa. Demi warga Surabaya bisa sehat semua, saya ikhlas," katanya.

Oleh karenanya, berbagai cara ia lakukan untuk membebaskan warga Surabaya dari Covid-19.

Mulai dari upaya penyekatan warga dari luar kota, tracing massal, hingga vaksin.

Tak berhenti di situ, ikhtiar juga dilakukan dengan berdoa bersama. Rencananya, agenda pembacaan tahlil dan Yasin akan dilakukan rutin setiap Kamis sore.

Ini dilakukan bersama sejumlah OPD dengan daring. "Ini dilakukan melalui zoom (daring) dengan RT, RW, LPMK, dan Seluruh warga dengan peserta membaca Yasin setelah Ashar. Kami doa bersama. Jum'at pagi, kami ada khotmil quran. Bersama seluruh OPD," katanya.

"Sudah banyak warga di Surabaya yang meninggal. Makanya, kami jalankan ikhtiarnya dohir dan batin," terangnya.

Sementara, melonjaknya pasien Covid-19 menyebabkan rumah sakit-rumah sakit di Jawa Tengah mengalami kelangkaan tabung oksigen.

Padahal tabung oksigen sangat vital bagi pasien covid-19.

Bahkan salah satu rumah sakit di Kabupaten Banjarnegara mencarinya hingga ke pedagang ikan dan tukang las.

Adalah Rumah Sakit Islam Banjarnegara yang melakukan hal tersebut.

Direktur RSI Banjarnegara, Agus Ujianto mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan oksigen, pihaknya sampai berburu ke peternak ikan di beberapa kecamatan yang merupakan sentra peternak ikan di Banjarnegara.

Pihaknya terbantu oleh peternak ikan di Banjarnegara yang merelakan oksigennya untuk kesehatan dan kemanusiaan.

"Kami sangat berterimakasih atas kontribusi peternak ikan di Banjarnegara," katanya, Rabu (30/6).

Menurut dia, kebutuhan oksigen di rumah sakit itu mencapai 100 tabung/hari, dengan jumlah isolasi covid-19 yang kini mencapai 50 bed.

"Satu pasien jika kondisinya kurang baik, satu tabung besar bisa habis dalam waktu satu jam saja," ujarnya.

Dengan kondisi itu, Agus sudah melayangkan surat kepada pucuk pimpinan di Banjarnegara agar ada regulasi terkait dengan oksigen.

Pihaknya bahkan berharap Banjarnegara mampu membuat oksigen yang dibutuhkan saat ini.

"Kelangkaan gas oksigen ini karena lonjakan pasien. Kalau ada pabrik khusus di Banjarnegara akan sangat membantu," ucapnya.

Kepala Bagian Pelayanan Penunjang Medis RSI Banjarnegara, Masrurotut Daroen menyatakan, satu tabung oksigen saat ini sangat berharga.

Pihaknya bahkan selalu mencari oksigen hingga kabupaten tetangga untuk memenuhi kebutuhan.

"Kami sampai jemput di Temanggung, ada satu tabung tetap kami ambil demi kemanusiaan. Oksigen yang kami gunakan sama dengan yang biasa digunakan tukang las maupun peternak ikan," jelasnya.(Surya/Tribunnews/bh/sya)


 
Berita Terkait Virus Corona
 
Pemerintah Perlu Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan Rakyat terkait Kedatangan Turis China
 
Pemerintah Cabut Kebijakan PPKM di Penghujung Tahun 2022
 
Indonesia Tidak Terapkan Syarat Khusus terhadap Pelancong dari China
 
Temuan BPK Soal Kejanggalan Proses Vaksinasi Jangan Dianggap Angin Lalu
 
Pemerintah Umumkan Kebijakan Bebas Masker di Ruang atau Area Publik Ini
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia
Purbaya curhat: Saya menteri paling tidak beruntung di dunia
KPK Petakan 3 Titik Rawan Korupsi APBD, Mitigasi Potensi Kebocoran Daerah Capai Rp2,37 Triliun
RUU Perampasan Aset Masih Ada di Prolegnas Prioritas 2026, DPR-Pemerintah Concern Membahas
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]