Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Film
Film Rumput Tetangga, Suara Hati Emak-emak Berdaster
2019-04-09 09:37:30

Press Conference Film Rumput Tetangga di XXI Plaza Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (8/4).(Foto: BH /na)
JAKARTA, Berita HUKUM - RA Picture kembali merilis film baru yang bergenre drama keluarga. Tak tanggung-tanggung, sejumlah artis papan atas pun turut serta memerankan film yang berjudul Rumput Tetangga dengan slogannya 'Yang Hijau Belum Tentu Memukau' .

Film yang berdurasi 95 menit ini, dibintangi oleh Raffi Ahmad, Titi Kamal, Donita, Tora Sudiro dan Jeremy Thomas. Jalan cerita yang diangkat dalam ini sangat dekat dengan kehidupan sosial berumah tangga. Kecemburuan seorang ibu rumah tangga terhadap kehidupan perempuan karir akan menjadi fokus utama yang coba dihadirkan dalam film ini.

Dalam film ini, Raffi Ahmad tak hanya sebagai produser saja tapi ikut memerankan tokohnya sebagai Ben. Raffi menyampaikan harapannya agar film ini mampu memberikan pesan moral kepada masyarakat untuk lebih mensyukuri apa yang dimiliki dan dijalani saat ini.

"Film ini related banget, wajar lah kalau perempuan punya harapan dan angan, contoh kan saja istri gue nih Nagita Slavina, misalnya: kalau gue enggak nikah sama Raffi mungkin enggak gini. Nah, dalam film ini semoga bisa mengajak kita untuk lebih bersyukur dengan apa yang kita miliki dan jalani sekarang," jelas Raffi Ahmad dalam press conference di XXI Plaza Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (8/4)

Sementara itu, artis cantik Titi Kamal sebagai tokoh utama mengaku, kehadiran film Rumput Tetangga mewakili suara hati dari ibu-ibu rumah tangga berdaster. Ia mengatakan bahwa ceritanya sangat dekat, karena ia sebagai istri juga sering menemukan kejadian serupa dalam kehidupan sehari-hari.

"Kisah dalam film ini adalah suara hati dari emak-emak berdaster yang melihat wanita-wanita karir, film ini sangat dekat dan sesuai dengan kehidupan masyarakat," ungkap Titi Kamal.

Titi Kamal yang berperan sebagai Kirana, adalah seorang ibu rumah tangga yang mengalami krisis kepercayaan diri. Ia merasa tidak mampu menjadi istri yang ideal bagi Ben, suaminya dan ibu yang baik bagi kedua buah hatinya, Rega dan Windy.

Padahal di masa SMA, Kirana adalah figur yang populer. Tak ada yang menduga bahwa Kirana berakhir sebagai ibu rumah tangga. Suatu hari Kirana bertemu dengan sahabatnya sewaktu SMA, Diana (Donita) yang saat ini menjadi wanita karir yang sukses.

Sepulang Diana dari luar negeri, ia mengadakan pesta reuni SMA. Semua teman diundang termasuk Kirana dan Ben. Dari pesta inilah, Kirana bertemu dengan seorang peramal bersama Madame Sri Menyan (Astri Welas). Awalnya, Kirana hanya sekadar iseng dan mendapatkan kartu misterius. Dari kartu inilah, kehidupan Kirana berubah drastis seperti harapannya selama ini.

Lantas, apakah Kirana akan bahagia dengan kehidupan barunya, atau malah sebaliknya? Film yang disutradarai oleh Guntur Soeharjanto ini akan tayang serentak di bioskop pada tanggal 18 April 2019.(bh/na)


 
Berita Terkait Film
 
Batman, Avatar, Hingga Jurassic World, Sederet Film akan Diproduksi Kembali Setelah Pandemi Covid-19
 
Widyawati, Artis Pembantu Terbaik Asia Pasifik APFF 2020
 
'GUNDALA' Kena Tegur KPI, Joko Anwar: Masyarakat Indonesia Dianggap Bodoh
 
Film Gundala: Bagaimana Joko Anwar Mereka Ulang 'Jagoan' Klasik Indonesia
 
Sony dan Disney Berpisah, Spider Man Tak Bakal Muncul Lagi di The Avengers?
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Aksi Damai Massa 'Minta DPR RI Dengarkan Suara Rakyat Agar Pilkada 2020 Ditunda'
Tanpa Peran Soeharto, Indonesia Jadi Negara Komunis
PKS: Penghapusan Mata Pelajaran Sejarah Berbahaya dan Tidak Relevan
Ditlantas Polda Metro Adakan Baksos Hari Lantas Bhayangkara ke-65, Puluhan Ton Beras Dibagikan
NU Minta Pilkada Serentak 2020 Ditunda
Ribuan Warga Ketapang Mengamuk, TKA China jadi Bulan-bulanan, Dipukuli dan Kabur ke Hutan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Jansen Sitindaon: Dulu Jadi Jubir Sandiaga, Sekarang Jadi Lawan
Said Didu: Bu Menkeu, Dulu untuk Dampak Krisis Ditolak, Sekarang Jiwasraya 'Dirampok' Kok Malah Dikucurkan 20 T?
Hasil Olah TKP Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung, Bareskrim Polri: Ada Unsur Pidana
Sekda DKI Jakarta Saefullah Tutup Usia
Syekh Ali Jaber: Saya Tidak Terima Kalau Pelaku Penusukan Dianggap Gila, Dia Sangat Terlatih
59 Negara Tolak WNI, Refly Harun: Kesalahan Jokowi, Bukan Anies
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]