Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Gula
Faisal Basri: Jelang Pemilu, Tiba-tiba Indonesia Jadi Pengimpor Gula Terbesar di Dunia
2019-01-10 08:53:31

Bebeapa Grafik yang di share oleh ekonom senior @FaisalBasri Rabu (9/1).(Foto: @FaisalBasri)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ekonom Faisal Basri mengunggah postingan mengenai impor Gula serta perbandingan harga Gula di Indonesia dengan negara-negara lain yang menurutnya lebih mahal.

Justru dengan Indonesia mengimpor Gula, maka DefisitNeraca Perdagangan (current account deficit/CAD) Indonesia akan semakin melebar.

Dan yang dia herankan lagi, impor Gula ini terjadi ketika sudah memasuki tahun politik.

Dia pun, menuding ada kepentingan sehingga pemerintah melalui izin Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengizinkan untuk mengimpor Gula kembali.

"Menjelang pemilu, tiba-tiba Indonesia menjadi pengimpor Gula terbesar di Dunia. Praktek Rente gila-gilaan seperti ini berkontribusi memperburuk Defisit perdagangan," cuit akun Twitter @FaisalBasri, Rabu (9/1).

Menurutnya, soal perbandingan harga eceran Gula yang ada di Indonesia dibanding negara-negara lain juga bisa tiga kali lipat kenaikannya.

Pada tahun lalu, pemerintah memutuskan mengimpor Gula mentah untuk industri rafinasi sebesar 3,6 juta ton. ImporGula ini berlanjut pada tahun ini, sebesar 1,1 juta ton untuk memenuhi kebutuhan konsumsi.

Sedangkan produksi Gula pada 2018, mencapai 2,1 juta ton. Tentunya, Faisal menyesalkan keputusan pemerintah mengimpor Gula yang akan menguntungkan Pemburu Rente.

"Harga eceran Gula di Indonesia 2,4 hingga 3,4 kali lebih mahal dari harga Gula Dunia selama Januari 2017 sampai November 2018. Impor Gula rafinasi membanjir. Pemburu Rente meraup triliunan rupiah. Mengapa semua diam?," katanya.

Dirinya juga mengungkapkan, bila CAD Indonesia pada tahun lalu nilainya paling merosot drastis sepanjang sejarah. "Sejak merdeka, Defisit perdagangan hanya 7 kali. Tahun 2018 Defisit perdagangan terburuk sepanjang sejarah," ujarnya.

Mengatasi permasalahan CAD dan menekan impor, dia menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar segera memberhentikan Menteri Perdagangan.

"Segala upaya telah dilakukan Pemerintah untuk menekan Defisit perdagangan, kecuali memerangi praktek Pemburuan Rente dan memecat Menteri Perdagangan," imbaunya.

Sementara, pantauan pada akun media sosial (medsos) twitter @FaisalBasri dengan followers 445.944 akun, selain terkait permasalahan gula, Faisal juga mentweet :

"Memperjuangkan demokrasi jangan hanya ketika sedang di luar kekuasaan."

"Peringkat dan skor demokrasi kita turun. Komponen yang tidak turun hanya partisipasi politik."

"Berbuat adillah walau terhadap musuhmu sendiri."

"Impor beras Januari-November 2018 juga melonjak sangat tajam, sebanyak 2,2 juta ton, tertinggi selama pemerintahan Jokowi-JK."

"Jalan kian bertaburan kerikil tajam. Perlu lebih waspada."

"Volume impor beras Januari-November 2018 terbesar ketiga sejak Orde Baru."

"Defisit perdagangan (nilai impor lebih besar dari nilai ekspor) minyak kembali melonjak tahun lalu. Tidak hanya untuk bahan bakar minyak (BBM), defisit juga sudah merembet ke minyak mentah sejak 2013."

"Syukurlah penerimaan dari pariwisata dan gaji TKI yang dibawa pulang berkontribusi positif. Tanpa keduanya, defisit akun lancar (current account) akan lebih parah."

"Jumlah turis mancanegara yang datang naik terus walaupun melambat dan tidak mencapai target dalam dua tahun terakhir."(dbs/akurat/bh/sya)


Share : |

 
Berita Terkait Gula
Pernyataan Kontroversial Mendag Kembali Dikritik Legislator terkait Garam dan Gula
Arief Poyuono: Impor Gula Industri, Modus 'Kongkalikong' Ijin Raw Sugar
Faisal Basri: Jelang Pemilu, Tiba-tiba Indonesia Jadi Pengimpor Gula Terbesar di Dunia
Legislator Sesalkan Kebijakan Impor Gula oleh Pemerintah
Pemerintah Diminta Kurangi Impor Gula Mentah
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Hong Kong: Aksi Ribuan Massa Tetap Digelar Meski RUU Ekstradisi Ditangguhkan
Diterpa kegaduhan, Ketua PD Desak KLB: Demi Harkat dan Martabat SBY!
Pertarungan 'Moral' Di Mahkamah Konstitusi
97 Penipuan Berkedok KPK, Masyarakat Diminta Waspada
Tulisan Kaligrafi di Pintu Masuk Ruang Sidang MK Ini Bikin Merinding
Menhan: Kepolisian Seluruh Dunia Ada di Bawah Kementerian Bukan di Bawah Presiden
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Wakil Ketua DPR: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK
Respon KontraS atas Siaran Pers Polri Terkait Peristiwa 21-22 Mei 2019
Tim Hukum Prabowo-Sandi Mempermasalahkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye Paslon 01
Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu Asal Malaysia
Arief Poyuono: Paslon 01 Mesti Didiskualifikasi, KPU Enggak Paham BUMN Sih..
Sambangi MK, Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi Bawa Bukti yang Menghebohkan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]