Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Cyber Crime    
 
Hoax
Fadli Zon Minta Maaf Hoax Ratna Sarumpaet
2018-10-04 17:13:55

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.(Foto: Geraldi/Iw)
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon minta maaf kepada publik atas penyataanya mengenai berita hoax yang diciptakan Ratna Sarumpaet (RS). "Saya meminta maaf kepada publik dan mengecam perbuatan RS," ungkapnya di Gedung DPR, Kamis (4/10).

Fadli menjelaskan, yang ia lakukan terhadap RS adalah respon sebagai Anggota DPR dalam menerima pengaduan masyarakat. Terlebih, RS adalah tokoh yang dikenal memiliki integritas dan seorang aktivis. "Saya melakukan tugas sebagai Anggota DPR untuk menerima pengaduan masyarakat, dan itu prosedur yang selalu dilakukan. Tapi, ternyata yang dilaporkan itu ternyata tidak benar. Saya kecewa," katanya lagi.

Fadli mengaku, responnya terhadap berita RS dianiaya bermula dari berita yang telah dipublikasikan oleh salah satu media. Ketika ia menanya kebenaran kepada RS, RS pun mengindahkan berita tersebut. "Saya merespon karena sudah ada berita sebelumnya. Saya menjawab apa yang menjadi pertanyaan rekan-rekan media. Itupun atas persetujuan dari RS karena saya telepon sebelumnya," jelasnya.

Dijelaskan Fadli, sejak awal mengetahui informasi tersebut, pihaknya telah menyuruh RS melaporkan kejadian itu kepada kepolisian. "Kami menyarankan untuk dilakukan visum. Karena kami tidak memiliki akses untuk memverifikasi pengaduan," tuturnya.

Legislator F-Gerindra itu menyampaikan apresiasinya terhadap respon cepat yang dilakukan kepolisian. "Pihak kepolisian responnya sangat cepat. Saya apresiasi, kalau ini dilakukan kepada kasus lain, luar biasa," tutupnya.(rnm/mh/DPR/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Hoax
Boni Hargens: Politik Indonesia Sudah Masuk era 'Post-Truth Society'
Siarkan Berita Hoax Prabowo Kampanye di Padang, Andre Rosiade Akan Laporkan Metro TV ke Dewan Pers
Arief Poyuono: Pertengkaran dan Adu Domba Dirinya di Twitter dengan Ferdinan Hutahaean Adalah Hoax
FSP LEM SPSI DKI Jakarta Deklarasikan Pemilu Damai Tanpa Hoax
Khilafatul Muslimin Dukung Pemilu 2019 Damai Tanpa Hoaks
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
BW 'Telanjangi' Saksi TKN, Ternyata Bukan Spesifik Ahli Pemilu Tapi Soal Pidana
MK Harus Melek Kecurangan Pilpres Jika Tak Mau Demokrasi Menjadi Democrazy
Mari Kita Runtuhkan Langit untuk Menegakkan Keadilan
Anies Baswedan: 'Wajah Baru Jakarta' di Malam Puncak HUT ke-492 Kota Jakarta
Legislator Sesalkan Sanksi Pengurangan Dana BOS Kepada Sekolah
TSK Penganiyaya Wartawan Tidak Juga Ditahan Hingga Berkas Dilimpahkan ke Kejari Kaur
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Said Didu: Butuh Semangat Kepahlawanan Menjadi Saksi Sidang PHPU di MK
Komisi IV Pertanyakan Informasi Impor Minyak Kayu Putih
Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Bisa Didiskualifikasi, Eks Penasehat KPK Sebut Alasannya
Utang Luar Negeri RI Bertambah Lagi Jadi Rp 5.528 T
Wakil Ketua DPR: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK
Respon KontraS atas Siaran Pers Polri Terkait Peristiwa 21-22 Mei 2019
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]