Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Fadli Zon
Fadli Zon Bikin Puisi Lagi, Sindir Pemimpin 'Sakit'
2017-02-23 11:10:27

Ilustrasi. Instagram fadlizon.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon kembali menuliskan sajak-sajak provokati tentang bagaimana seorang pemimpin yang bekerja tanpa arah. Namun, ia tidak menyebutkan siapa contoh pemimpin tersebut.

"Pemimpin yg nggak ngerti sejarah n budaya selalu salah diagnosa thd problem bangsa," tulis Fadli melalui akun twitternya @fadlizon, Kamis (23/2).

Ia melanjutkan, dengan kesalahan budaya yang telah mengakar, pemimpin seharusya membuat pandangan baru untuk memperbaiki langkah yang telah salah tersebut. Namun yang terjadi, tambah pria kelahiran 45 tahun lalu itu, para pemimpin tidak mencari cara untuk menimalisir kesalahan tersebut.

"Lalu salah resep n obat, shg tak sembuh2, tak selesai2," pungkas Fadli.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini juga pernah membuat bait puisi baru dengan judul 'Sajak Sang Penista'. Puisi terbarunya itu diunggah ke media sosial twitternya pada Kamis (2/2) ini. Baru tiga jam diunggah, puisi tersebut sudah dibagikan sebanyak 209 kali oleh pengikutnya di twitter.


"Apa gk ada kerjaan lain ta. Kok kerjanya menebar kebencian. Aneh pejabat skrg. Apa gk tahu itu sangat dibenci oleh Allah Swt," kicau akun @Soemarsono2.

"Sajak sang koruptor dong pak. Pasti keren tuh," tulis @mrsleft1992 mengomentari postingan Fadli.

Berikut puisi lengkap 'Sajak Sang Penista' yang ditulis oleh Fadli Zon:

Sajak Sang Penista

di tengah damai Jakarta

kau pamerkan keangkuhan sempurna

sumpah serapah intimidasi

mengalir sederas air banjir

lalu kau cibir orang-orang pinggir

menggusur tanpa basa basi

menindas dengan tangan besi

dan kau seenaknya korupsi

dari rumah sakit hingga reklamasi

memenuhi nafsu ambisi



Di tengah damai Jakarta

kau nista ayat-ayat Tuhan

Al Qur'an dituduh alat kebohongan

kaulah yang merobek kebhinekaan

juara pengkhianat Pancasila

pemecah belah kerukunan beragama

biang segala adu domba



Di tengah damai Jakarta

kau fitnah lagi kyai dan ulama

serbuan berita palsu hasutan gila

ancaman teror fisik hingga penjara

kau bagai diktator pemilik dunia

menyebar resah ke segala arah

menggalang lautan amarah



kami tahu kau hanya pion berlagak jagoan

di belakangmu pasukan hantu gentayangan

tangan-tangan kotor penguasa komplotan

konspirasi barisan kejahatan

hukum mudah kau beli murah

keadilan punah habis dijarah

demokrasi dikebiri sudah

peluru muntah berhamburan

provokasi pesta kerusuhan


tapi ingatlah sang penista

takdir pasti kan tiba

rakyat bersatu tak bisa dikalahkan

doa ulama kobarkan keberanian

umat yang terhina berjihad kebenaran

orang-orang miskin membangun perlawanan

dan tirani pasti tumbang


Di tengah damai Jakarta

kaulah penabur benih bencana.


Fadli Zon, Jakarta, 2 Februari 2017.(Arah/idnusa/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Fadli Zon
Fadli Zon Ingatkan Gagasan dan Cita-cita Pendiri Bangsa
Predikat Menteri Terbaik Dunia Belum Menjadi Kebanggaan Rakyat
Fadli Zon Luncurkan Buku 'Berpihak Pada Rakyat'
Kemerdekaan Diperjuangkan Pahlawan Jangan Diserahkan Kembali Kepada Asing
Ada 4 Persoalan Pembangunan Infrastruktur, Pemerintah Sebaiknya Bangun dari Mimpi
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Donald Trump Sebut Pertemuan dengan Kim Jong-un di Singapura Mungkin Batal
Sidang Perdana Dugaan Kasus Wanprestasi Rp 22 Milyar Awang Ferdian Cawagub Kaltim
JPU Tanya Setya Novanto Soal Aliran Dana E-KTP ke Puan dan Pramono
Aktivis UI Mengutuk Polisi atas Kekerasan terhadap Aksi Mahasiswa HMI MPO
PP Muhammadiyah Usulkan BNPT Diganti Komisi
DPR dan Media Sebagai Mitra Pengawal Reformasi untuk Negeri
Untitled Document

  Berita Utama >
   
JPU Tanya Setya Novanto Soal Aliran Dana E-KTP ke Puan dan Pramono
Dua Hal Diprotes Dolfie Rompas pada Sidang Kedua PMH Dewan Pers
Legislator Kecewa Harga Pangan Kembali Naik
Presiden Soeharto Menjadi Presiden Indonesia Dinilai Publik Paling Berhasil
AHY dan Sandi Bertemu, Demokrat Jajaki Peluang ke Koalisi Prabowo
Jatanras Ditreskrimum PMJ Tangkap 7 Tersangka Curas, 2 Pelaku Tewas
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]