Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pilpres
Facebookers Indonesia Dukung Paslon Jokowi-KH Ma'ruf Amin
2018-09-24 15:49:19

Facebookers Indonesia bersama organ relawan Soejo dan Jokowi Center mendeklarasikan dukung ke paslon Jokowi-KH Ma'ruf Amin.(Foto: BH /amp)
JAKARTA, Berita HUKUM - Salah satu kelompok di media sosial facebook yang bernama Facebookers Indonesia menyatakan mendukung pasangan calon (paslon) Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin untuk memimpin bangsa Indonesia periode 2019-2024.

Salah satu bentuk dukungan Facebookers Indonesia tersebut yaitu mengawal proses demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2019 dengan menangkal hoax dan konten yang mengandung SARA.

"Kita mendukung dari tahun 2012 melawan hoax, jadi banyak akun-akun fiktif yang justru mereka meng-hack. Nah ini kan nga boleh dalam proses demokrasi di Indonesia, bertarung itu harus fair," kata Paulina, Ketua Facebookers Indonesia usai menggelar deklarasi dukungannya terhadap Jokowi-KH Ma'ruf Amin, di Rumah Aspirasi Jokowi-Amin, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta, Minggu (23/9).

Paulina mengklaim, sejak mendukung Jokowi, Facebookers Indonesia banyak menemukan akun-akun (alamat media sosial) beredar di media sosial yang bermuatan negatif, seperti berita bohong hingga ujaran kebencian.

"Jadi kita juga berdiri ditengah tengah, kita melihat adanya kecurangan-kecurangan seperti pembunuhan karakter, menyebarkan berita bohong, fake news. Itu (semua) kan bahaya dapat menimbulkan perpecahan bangsa," ujarnya.

Untuk itu, dengan menyatakan dukungan kepada Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Paulina menyebut, Facebookers Indonesia akan melakukan langkah kongkrit untuk menjaga proses demokrasi, dengan menemukan dan melaporkan konten-konten yang berbau SARA.

"Kita biasanya ada beberapa kali dan ada beberapa anggota yang rutin mengecek, jadi akun itu suka muncul dimana mana. Yang baru kemarin ditutup, munculnya di Instagram sekarang. Jadi makanya Facebookers Indonesia berpikir akan masuk ke Instagram. Nah yang ditutup di Facebook muncul di Instagram, tutup di Instagram muncul di Twitter. Jadi kita amati itu semuanya," paparnya.

Paulina juga menyebut, ada 117 ribu akun fiktif penyebar hoax. Data itu, kata dia, berdasarkan data yang dihimpun oleh Facebookers Indonesia sejak Pilkada hingga menjelang Pilpres 2019.

"Sempat turun ketika sesudah Pilkada, tetapi naik lagi menjelang pendaftaran Pilpres," ungkapnya.

Tidak berhenti disitu, Facebookers Indonesia mengaku, sudah beberapa kali melaporkan pelaku yang menyebarkan informasi dan berita bohong yang meresahkan pengguna media sosial dan masyarakat luas kepada pihak kepolisian.

"Biasanya di screenshot trus di edit kemudian di posting. Dan ini kita laporan kan ke pihak berwajib," ujarnya.

"Saya sudah beberapa kali melaporkan. Sudah kita perintahkan juga kepada seluruh anggota saya, begitu dapati langsung laporkan. Biasanya kita laporkan langsung ke pak Tito Karnavian (Kapolri)," lugasnya.

Untuk mewujudkan kampanye damai, aman dan tertib, Facebookers berharap bangsa Indonesia jangan mau diadu domba.

"Kalau kita urut, ini adalah kepentingan besar negara Indonesia," katanya.

Sementara, Paulina mengungkapkan, pola penyebaran hoax dan ujaran kebencian cenderung dilakukan oleh orang ataupun kelompok yang menginginkan suasana demokrasi di Indonesia gaduh.

"Kita tidak mau menuduh, karena Facebookers Indonesia prinsipnya adalah Ketangkap Laporkan," tandasnya.(bh/amp)

Share : |

 
Berita Terkait Pilpres
Wakil Ketua DPR: Debat Capres Seharusnya Jadi Adu Gagasan
Cawapres Sandiaga Uno Dialog dengan Nelayan Probolinggo
Mabuk Keajaiban di Balik Sulitnya Menasehati Sebagian Pendukung Fanatik Petahana
Waktu Aset BPPN Banyak Dibeli Asing, Lahan PT Kiani Dipercayakan agar Dibeli oleh Prabowo
Datang ke Surabaya, Prabowo Dapat Dukungan dari Jamaah Thoriqoh Syathoriyyah
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Panitia Munajat 212: Pernyataan Pers Klarifikasi Soal Kekerasan terhadap Jurnalis
Bagaimana Paus Fransiskus Tangani Skandal Seks di Gereja Katolik?
Kebakaran Dahsyat Lalap Kota Tua Ibu Kota Bangladesh, 78 Korban Tewas Terus Bertambah
Komunitas Peradilan Semu Universitas Jayabaya Deklarasikan Pemilu Damai Tanpa Hoaks
Wakil Ketua DPR: Dana Desa Perintah UU Bukan Jokowi
Anggota DPRD Kaur dari Partai Golkar Ditangkap Polisi terkait Narkoba
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Panitia Munajat 212: Pernyataan Pers Klarifikasi Soal Kekerasan terhadap Jurnalis
Wakil Ketua DPR: Dana Desa Perintah UU Bukan Jokowi
Bareskrim Polri Ungkap Penyelundupan Shabu 30 Kg dalam Lampu Downlight Asal Malaysia
PMJ Memusnahkan Shabu 127 Kg, Ekstasi 92 Ribu Butir dengan 15 Tersangka Ditangkap
Pandangan Dr Rizal Ramli Pasca Debat Capres Kedua
BPN 02: Tuduhan Jokowi Soal Tanah Prabowo Bernuansa Fitnah, Berbahaya!
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]