Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Media Sosial Facebook
Facebook Dikecam atas Penelitian Emosi
Monday 30 Jun 2014 20:01:55

Facebook meminta maaf atas penelitian yang mereka lakukan.(Foto: Getty Images)
CALIFORNIA, Berita HUKUM - Facebook mendapat kecaman setelah terungkap mereka melakukan percobaan psikologi pada hampir 700.000 penggunanya tanpa memberi pemberitahuan terlebih dulu. Dalam penelitian tersebut, Facebook "memanipulasi" feed berita untuk mengontrol ekspresi emosi yang akan dipaparkan kepada pengguna.

Penelitian ini dilakukan dengan dua universitas Amerika Serikat untuk mengukur apakah "paparan emosi menyebabkan orang mengubah perilaku posting mereka".

Facebook mengatakan "tidak ada pengumpulan data pengguna yang tidak dibutuhkan".
"Tak satu pun dari data yang digunakan dikaitkan dengan akun Facebook orang tertentu," tambah jejaring sosial tersebut.

Universitas Cornell dan Universitas California di San Francisco terlibat dalam penelitian ini.
Sangat menyesal

Penelitian ini dilakukan pada 689.000 pengguna Facebook selama satu pekan pada tahun 2012.
Menurut laporan penelitian tersebut: "Percobaan memanipulasi sejauh mana orang-orang terpapar ekspresi emosional dalam News Feed mereka".

Penelitian ini menemukan pengguna yang mendapatkan sedikit cerita negatif dalam News Feed mereka, cenderung kurang menulis posting negatif dan sebaliknya.

Adam Kramer dari Facebook, yang ikut menulis laporan penelitian, mengatakan: "Kami merasa penting untuk menyelidiki kekhawatiran umum yang berpendapat melihat teman-teman memuat konten positif menyebabkan orang merasa negatif atau dilupakan".(BBC/bhc/sya)


 
Berita Terkait Media Sosial Facebook
 
Wahh, Facebook Ratings 'Jeblok' dan Terancam Didepak dari Play Store
 
Bocor Lagi, 533 Juta Nomor Ponsel dan Informasi Data Pengguna Facebook Dicuri
 
Facebook Didenda Rp70 Triliun terkait Pelanggaran Privasi Data
 
Jelang Hari Pencoblosan, Facebook Luncurkan Fitur Info Kandidat Pemilu 2019
 
AS Gugat Facebook Gara-gara Skandal Cambridge Analytica
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]