Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Aceh
FRLUK Minta Usman Abdullah Turun Karena Belum Mampu Realisasikan Janjinya
Thursday 28 Nov 2013 15:22:04

Ratusan massa yang menamakan dirinya, Forum Rakyat Langsa Untuk Keadilan (FRLUK), Menuntut janji Wali Kota Langsa terpilih Usman Abdullah,SE (Toke Su'uem) dari Partai Aceh (PA).(Foto: BH/kar
ACEH, Berita HUKUM - Ratusan massa yang menamakan dirinya, Forum Rakyat Langsa Untuk Keadilan (FRLUK), tuntut janji Wali Kota Langsa terpilih Usman Abdullah,SE (Toke Su'uem) dari Partai Aceh (PA).

Aksi Demo yang di mulai, Kamis pagi (28/11), dari Lapangan Merdeka, kemudian menuju kantor Walikota di Jln.A.Yani sekitar 200 meter tempat massa pendemo berkumpul, hasil amatan awak media ini berdasarkan himbauan dari beberapa Lembaga yang di bentuk mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), yang menolak Program pemerintah yang di nilai tidak pro rakyat.

Koordinator Lapangan (Korlap) Robby Rubianto SE, dan Koordinator Aksi Haprijal Roji S.Sos, bersama ratusan massa pendukungnya sejak pukul 08.00 Wib, menuju kantor Walikota Langsa dengan long march dari Lapangan merdeka ke Kantor Walikota Langsa.

Sedangkan barikade Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), sudah mengerahkan 40 personel lebih pasukannya, untuk menghadang aksi para pendemo, untuk mengantisipasi aksi anarkisme massa.

Dalam orasinya para demonstrans, meminta walikota Langsa Usman Abdullah, untuk mundur dari Jabatan, karena program proramnya tidak prorakyat, Seperti janjinya saat berkompanye dulu, Orasi yang di pimpin Haprizal Roji S.Sos, mengatakan ini gerakan tanpa bayaran dan murni tuntutan masyarakat Langsa. Walikota Usman Abdullah harus merealisasikan janji-janji politiknya, saat menjadi calon dulu.

Pemerintah Kota Langsa telah Gagal mensejahterakan masyarakatnya," teriak Demstrans. Saat berkampanye di Islamic Centre dulu bersama para petinggi politik Partai Aceh (PA) lainnya, pemerintah belum mampu merealisasikan nya hingga saat ini.

"Walikota dan DPR-K Langsa saat ini sama-sama berkedok dan bertopeng, dengan memasang baliho raksasa yang memajangkan mukanya saja. Kesejahteraan rakyat terabaikan, mereka sibuk dengan urusan bagi bagi proyek dan Fie untuk tim sesnya".

"Tukang parkir di korbankan untuk mencapai Pendapan Asli Daerah (PAD), sedangkan Walikota dan DPRK jarang masuk kantor, namun gajinya jalan terus, dengan menindas rakyat dan tukang parkir," teriak Haprizal Roji, yang di sambut yel-yel para Demostrans lainnya.

"Jangan percaya dengan Caleg yang bagi-bagi uang untuk beli suara dengan harga Rp 200rb. Rakyat Aceh bukan milik Dr. Zaini dan Muzakir Manaf (pemerintah Zikir), serta kroninya Usman Abdullah, mereka juga bisa di bubarkan oleh rakyat Aceh sendiri," kata Haprizal, sebelum bergerak menuju kantor Walikota Langsa pukul 11.00 Wib.(bhc/kar)


 
Berita Terkait Aceh
 
Dapil 1 di Aceh Besar Banda Aceh Tgk. Mustafa Pecah Telor Hantar Wakil PDI-Perjuangan
 
Hina Rakyat Aceh Secara Brutal, Senator Fachrul Razi Kecam Keras Deni Siregar
 
Eks Jubir GAM Yakin Aceh Aman Jelang HUT GAM dan Pemilu 2019
 
Mendagri: Jangan Menyudutkan yang Berkaitan dengan Dana Otsus
 
Wabup Aceh Utara Minta Masyarakat Gunakan Hak Pilih
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia
Purbaya curhat: Saya menteri paling tidak beruntung di dunia
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]