Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Selebriti    
 
Penipuan
FBI Memburu 'Ratu Penipu Hollywood' yang Mengirim dan Memperdaya Korban ke Jakarta
2019-07-17 07:31:50

Producer film Amy Pascal termasuk yang digunakan identitasnya oleh Ratu Penipu Hollywood.(Foto: REUTERS)
JAKARTA, Berita HUKUM - Biro Penyelidikan Federal Amerika Serikat (FBI) meluncurkan situs dengan harapan mendapatkan keterangan dari para korban penipuan tingkat tinggi yang dijuluki Ratu Penipu Hollywood.

Seseorang yang dijuluki Ratu Hollywood ini mengirim korban ke Indonesia, dengan dalih mereka "diberi penugasan khusus dan dipaksa untuk memakai sopir, penerjemah, dan staf pendukung dengan tarif ribuan dolar".

Para korban biasanya diperdaya dengan menggunakan email atau telepon dari mereka yang mengaku sebagai perempuan kuat Hollywood.

Pemerintah Amerika Serikat percaya bahwa Ratu Penipu yang menggunakan identitas para eksekutif Hollywood ini berhasil memperdaya ribuan orang.

"Dalam kasus penipuan transnasional yang masih berlangsung dengan target warga Amerika, para korban dikontak dengan SMS, email atau telepon dengan janji pekerjaan menggiurkan dalam bidang hiburan," tulis FBI dalam peringatan yang dikeluarkan Senin (15/7).

"Korban sampai saat ini termasuk penulis, aktor pengganti, artis make-up, penyedia jasa keamanan dan fotografer. Para korban diminta untuk bertolak ke Indonesia, biasanya Jakarta, untuk apa yang mereka sebut uji coba jasa."

"Saat tiba di Indonesia, para korban dijemput oleh supir dan dipaksa untuk memberikan uang dolar Amerika. Para korban terus diminta uang untuk jasa lain sampai perjalanan selesai atau mereka sadar menjadi korban penipuan. Korban tidak mendapat ganti rugi perjalanan atau dibayar atas tugas mereka saat berada di Indonesia," demikian tulis FBI dalam situsnya.

Penipuan ini mulai terungkap tahun lalu dengan para pejabat mengatakan Ratu Penipu mengirim korban ke Indonesia untuk "tugas khusus," dan diperas untuk membayar ribuan dolar untuk sopir dan penterjemah gadungan.

Selain penipuan dengan pemerasan ini, penipu yang mengaku sebagai eksekutif film Hollywood ini berhasil meyakinkan calon aktor pria yang diwajibkan berpartisipasi dalam telepon seks, menurut the Hollywood Reporters.

'Ratu Penipu Hollywod yang masih belum terciduk'

Salah seorang yang dipakai identitasnya adalah Victoria Alonso, eksekutif Marvel, yang baru menyadari April lalu bahwa seseorang menggunakan identitasnya untuk audisi calon aktor melalui audisi telepon seks.

Perusahaan keamanan yang berkantor di New York, K2 Intelligence, melacak Ratu Penipu ini selama dua tahun terakhir namun masih belum terciduk.

"K2 Intelligence menghargai FBI karena menerbitkan situs untuk mencari korban Penipuan Bisnis Hiburan di Indonesia, yang dikenal dengan Ratu Penipu Hollywood, langkah yang membantu para korban mencari keadilan," kata perusahaan itu dalam satu pernyataan Senin (15/7).

"Kami sangat bangga dengan tim kami yang dipimpin Nicoletta Kotsianas, dalam penyelidikan dan membantu mengungkap penipuan dengan mengaku sebagai perempuan berpengaruh di Hollywood dan tokoh berpengaruh lain dan juga korban penipuan lain yang dikirim ke Indonesia dan uangnya tak pernah diganti," kata perusahaan itu.

Wendy Deng, tokoh perempuan berpengaruh di Hollywood yang juga dipakai identitasnya oleh Ratu Penipu.Hak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionWendy Deng, tokoh perempuan berpengaruh di Hollywood yang juga dipakai identitasnya oleh Ratu Penipu.

Todd Hemmen, agen FBI di San Diego, tempat penyelidikan dipusatkan, mengingatkan para aktor untuk berhati-hati bila mendapat tawaran ke Indonesia, satu-satunya negara yang menjadi tujuan yang digunakan penipu sejauh ini.

Ia mengatakan membayar di muka merupakan sesatu yang biasa dalam industri hiburan, namun ia meminta orang untuk lebih berhati-hati.

Dalam wawancara dengan The New York Times, Hemmen mengatakan "para penipu sangat teliti dalam mengetahui latar belakang korban" sehingga memudahkan orang terperdaya.

'Korban ditipu antara US$15.000 sampai US$20.000'

Nicoletta Kotsianas sendiri mengatakan mengatakan K2 telah berbicara dengan sekitar 100 korban.

Sebagian mengalami kerugian sekitar US$3000, atau sekitar Rp42 juta, biasanya mencakup tiket pesawat dan membayar sopir di Jakarta.

Sejumlah lainnnya mengalami kerugian sebesar US$150.000, atau sekitar Rp2,1 miliar, karena beberapa kali ke Indonesia dan terlibat dalam proyek yang baru kemudian diketahui palsu.

Rata-rata menurut Kotsianas, para korban mengalami kerugian besar US$15.000 (Rp200 juta)sampai US$20.000 (Rp280 juta).

FBI sendiri belum dapat memastikan berapa banyak korban dan berapa kerugian yang mereka alami.

Sebagian korban yang ditarget melalui telepon diarahkan ke audisi seks, kata Kotsianas.

Mereka yang meneliti identitas penelepon tercegah dari jeratan penipuan ini, kata Kotsianas.

"Dari orang-orang yang dikirim ke Indonesia, ada sektiar 20 yang mendapatkan tawaran lewat telepon," katanya.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Penipuan
 
Siber Polri Tangkap 4 Penipu Online Putra Bungsu Presiden Jokowi
 
Komplotan Penipu Ditangkap Polda Metro Jaya, Polisi: Tersangka AW Ngaku Dirut
 
Vonis Hakim Membebaskan Robianto Idup Karena Ada Perjanjian
 
Advokat Hartono Tanuwidjaja Adakan Sayambara untuk Seorang DPO Dalton Tanonaka Senilai Rp 50 Juta
 
Bareskrim Polri Sita Barang Bukti Rp 56,8 Miliar Hasil Penipuan dan TPPU Sindikat Internasional
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Arab Saudi Umumkan Umroh Bisa Dimulai Lagi 4 Oktober 2020
Komisi VIII Temukan Masih Adanya Pemotongan Dana BOS Madrasah
Selebgram Nathalie Holscher Menjadi Mualaf Didampingi Sule
Polda Metro Kembali Bongkar Praktik Aborsi Ilegal di Jakarta Pusat, 10 Tersangka Diamankan
Hasto Atmojo Harapkan Para Tersangka Kasus Djoko Tjandra Bersedia Menjadi Saksi JC
Kapolda Metro Bersama Pangdam Jaya Luncurkan Timsus Penindak dan Penegak Protokol Kesehatan Covid-19
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Hasto Atmojo Harapkan Para Tersangka Kasus Djoko Tjandra Bersedia Menjadi Saksi JC
Kapolda Metro Bersama Pangdam Jaya Luncurkan Timsus Penindak dan Penegak Protokol Kesehatan Covid-19
BNN Tangkap Oknum Anggota DPRD Palembang, Sita 5 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi
Pengamat: Pemulihan Ekonomi dan Pilkada Bisa Ditunda, tetapi Nyawa Rakyat Tidak
PKS: Penghapusan Mata Pelajaran Sejarah Berbahaya dan Tidak Relevan
Jansen Sitindaon: Dulu Jadi Jubir Sandiaga, Sekarang Jadi Lawan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]