Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pemalsuan
Enam Pengacara Dampingi Zainal Arifin Hoesein
Monday 22 Aug 2011 14:29:50

Zainal Arifin Hoesein (Foto: Istimewa)
*Polri masih berkelit soal pelaku utama atau dalang kasus dugaan permalsuan surat keputusan MK

JAKARTA-Zainal Arifin Hoesein, tersangka kasus dugaan pemalsuan surat Mahkamah Konstitusi (MK), Zainal Arifin Husein memenuhi panggilan penyidik Polri. Hingga saat ini, ia pun masih menjalani pemeriksaan di Bareskrim. Ia datang dengan membawa enam penasihat hukum.

"Pemeriksaan masih berjalan. Pemeriksaan memang molor dari jadwal, karena pihak tersangka datang agak siang. Tersangka Zainal datang bersama enam penasihat hukum yang dikordinatori Pak (Andi Muhammad) Asrun dan kawan-kawan," kata Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol. Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Senin (22/8).

Menurut dia, Zainal diperiksa terkait terbitnya surat MK Nomor 112 tertanggal 14 Agustus 2009 mengenai pemilihan anggota legeslatif di daerah pemilihan Sulawesi Selatan I. Zainal diduga konseptor rancangan awal surat yang tersimpan dalam komputer MK itu. Dia mencetuskan pengubahan redaksional 'penambahan suara'.

Hal ini didasari analisis fakta-fakta yang diperoleh penyidik dari pemeriksaan 36 saksi dan berita acara konfrontasi terhadap sejumlah orang yang dianggap ada ketidaksesuaian keterangan. "Jadi, ada unsur menghendaki perbahan konsep redaksional keputusan MK. Isinya apa yang jadi masalah itu, ada penambahan kata 'penambahan suara'," ujar Boy.

Dia mengatakan ini terkait dengan hak yang dapat diperoleh politikus Dewi Yasin Limpo yang beperkara dalam pemilihan legeslatif di daerah pemilihan Sulawesi Selatan I itu. "Dengan adanya penambahan suara itu didapat diberikan hak kepada Ibu Dewi Yasin Limpo. Problemnya masalah itu ada dalam hal itu,” ungkapnya, namun masih enngan menyebutkan calon tersangka ini yang diduga sebagai aktor utama atau dalang kasus ini.(mic/bie)


 
Berita Terkait Pemalsuan
 
Terbukti Bersalah, Hakim PN Samarinda Vonis Terdakwa Rahol 1, 6 Tahun Penjara
 
Direktur Ko Diduga Palsukan Surat Dilaporkan Komisaris ke Polisi, Perkaranya Tahap Penyidikan
 
Diungkap! Proses Penahanan Tersangka Pemalsuan Dokumen IUP PT Bintangdelapan
 
Tak Hanya Diduga Lalai SOP, Oknum Bank Pemerintah Juga Disebut Terbukti Palsukan Resi Jasa Pengiriman
 
Polri Tangkap Produsen Oli Kemasan Palsu Beromset Miliaran Rupiah per Bulan di Jawa Timur
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]