Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pemilu 2014
Empat Partai Bahas Koalisi Indonesia Raya
Friday 18 Apr 2014 18:30:54

Ilustrasi. Prof. Dr. H. Amien Rais salah satu pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) saat memunculkan wacana nama koalisi baru; 'Poros Indonesia Raya' di Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat pada, Kamis (17/4).(Foto: BH/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional Amien Rais memunculkan wacana koalisi Indonesia Raya. Wakil Ketua Umum DPP PAN Dradjad Wibowo mengatakan, tak hanya PAN yang mendorong terbentuknya koalisi ini. Saat ini, menurut Dradjad, ada tiga partai lain yang ikut menggodoknya.

"Saat ini sudah ada empat partai. Insya Allah akan bertambah," ujar Dradjad, saat berbincang dengan Kompas.com, Jumat (18/4).

Akan tetapi, Dradjad enggan menyebutkan, partai mana saja yang mulai membahas koalisi baru ini. Hanya saja, ia memastikan, Koalisi Indonesia Raya merupakan gabungan partai nasionalis dan partai berbasis massa Islam. Menurutnya, alasan dibentuknya koalisi ini mengingat kondisi Indonesia yang sangat majemuk, kaya akan suku, bahasa, agama, dan keragaman lainnya.

"Jadi sulit ada "Superman" yang bisa seorang diri menjaga dan membangun Indonesia. Karena itu diperlukan kebersamaan dari sebanyak mungkin kekuatan politik maupun non-politik," katanya.

Oleh karena itu, Dradjad mengatakan, koalisi poros tengah yang hanya berisi partai Islam ditransformasikan menjadi koalisi besar, Koalisi Indonesia Raya.

Ketika ditanya apakah koalisi Indonesia Raya akan menjadi poros keempat selain tiga poros koalisi yang mulai terbentuk, ia menampiknya. Dradjad mengisyaratkan bahwa koalisi ini masih dalam tiga poros yang selama ini diprediksi kuat membentuk kubu, yaitu pengusung Joko Widodo, koalisi pengusung Prabowo Subianto, dan koalisi pengusung Aburizal Bakrie.

SBY bertemu Amien Rais

Untuk merealisasikan bentuk koalisi ini, Dradjad mengatakan, elite PAN mulai menjalin komunikasi dengan partai lain. Salah satunya Amien Rais yang dikabarkan sudah bertemu dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Terkait pertemuan SBY dan Amien, Dradjad tidak mengonfirmasi dan juga tidak membantahnya.

Begitu pula saat ditanyakan, apakah koalisi Indonesia Raya akan bermuara pada dukungan terhadap Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Apakah itu berarti koalisi dengan Mas Prabowo, saya hanya bisa bereaksi 'hehehe ..'," kata Dradjad.

Dradjad menambahkan, Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa merupakan salah satu motor pembentukan koalisi ini.

"Bang Hatta yang selalu berkomunikasi dengan Ketum atau tokoh sentral partai lain. Pak Amien lebih memainkan peran sebagai bapak atau kakak yang membimbing dan sekaligus membantu meyakinkan tokoh-tokoh senior lain," katanya.(kps/bhc/sya)


 
Berita Terkait Pemilu 2014
 
Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
 
3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
 
Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
 
NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
 
Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]