Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Perdata    
 
Kasus Tanah
Eksekusi Tanah 1.000 M2 di Jalan Pramuka Samarinda Nyaris Bentrok
2018-10-31 03:36:40

Tampak saat eksekusi tanah di Jl. Pramuka 6 RT. 027, Gunung Kelua, Samarinda Ulu, Kota Samarinda.(Foto: BH /gaj)
SAMARINDA, Betita HUKUMN - Juru Sita Pengadilan Negeri Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) yang dipimpin Panitera PN Samarinda Andi Baso, SH terhadap 2 bidang tanah milik Ir. Edi Ishak yang terletak di Jl. Pramuka 6 RT. 027 kelurahan Gunung Kelua, kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, seluas 1.000 M2 pada, Selasa (30/10) pukul 09.00 Wita terjadinya perlawanan dan nyaris bentrok.

Eksekusi tanah dilakukan juru sita PN Samarinda yang mendapatkan pengamanan ketat dari puluhan Polisi tersebut mendapat perlawanan dari Ir Edi Ishak bersama keluargana untuk mempertahankan tanah sebagai miliknya berdasarkan Sertifikat Hak Milik (SHM) No. 97 seluas 600 M2, dan SHM No. 110 seluas 400 M2.

Suasana memanas ketika juru sita PN Samarinda membacakan penetapan eksekusi dari Ketua Pengadilan Negeri Samarinda, berdasarkan surat permohonan eksekusi pada tanggal 18 Oktober 2018 yang diajukan Penasihat Hukum Marten Parulian Sinaga, SH dan kawan-kawan atas nama Pemohon eksekusi Heri Supriono, warga Jl KH Wahid Hasyim Gg. Salam I No. 73 kelurahan Sempaja kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda, atas Risala Lelang No. 060/2016 tanggal 10 Maret 2016.

Pemohon Eksekusi Heri Supriono melawan PT. ADSCO, dan Ir. Edi Ishak Jl. Pramuka 6 RT. 027 kelurahan Gunung Kelua, kecamatan Samarinda Ulu, kota Samarinda, atas 1 bidang tanah pekarangan berikut segala sesuatu yang berada diatasnya dalam SHM No. 97 gambar situasi nomor 1480/1999 seluas 600 M2 tanggal 27 April 1999, dan SHM No. 110 situasi gambar no. 1492/1999 tanggal 27 April 2018, keduanya terletak di jalan Pramuka 6 Rt 27 Kelurahan Gunung Kelua Samarinda.

Pantauan pewarta BeritaHUKUM.com, nyaris terjadi pecah/ bentrok ketika juru sita memerintahkan untuk mengosongkan isi rumah saat akan dilakukan eksekusi, Keluarga Edi Ishak tampak lakukan perlawanan dan meminta penundaan eksekusi, karena obyek yang akan dilakukan eksekusi masih dalam penyilidikan Polda Kaltim, tegas Edi Ishak dan keluarganya sambil menyodorkan berkas pemberitahuan perkembangan penyidikan oleh Polda Kaltim.

Upaya untuk menghalangi jalannya eksekusi, Ir Edi Ishak dan keluarganya sia-sia, sekitar pukul 11.00 Wita Eksavator yang telah disiapkan merangsek naik dan dalam hitungan menit sebuah bangunan rumah kayu yang berdiri diatasnya rata dengan tanah.

Ir Edi Ishak di konfirmasi dilokasi eksekusi mengatakan, eksekusi yang dilakukan Pengadilan hanya berdasarkan Surat Pemenang Lelang, sementara saya melakukan upaya hukum dengan melapirkan masalah ini ke Polda Balikpapan, sementara kasus ini sementara diselidiki siapa yang bertanggung jawab kesalahan pengucuran kredit dari BRI untuk orang lain, terangnya.

"Ditahun 2008 saya mengajukan kredit, namun kredit itu diterima orang lain," ujar Edi Ishak.

Dikatakan bahwa selanjutnya di tahun 2010 dan 2012 bank mencoba lakulan eksekusi pelelangan melewati KPKNL dan disaat itu saya juga melayangkan surat agar tidak dilakukan lelang, karena masalahnya belum tuntas, namun mungkin KPKNL kecolongan melakukan pelelangan, jelas Edi Ishak.

Sementara Andi Baso, SH selaku Panitera PN Samarinda mengatakan bahwa eksekusi yang dilakukan berdasarkan penetapan Ketua PN, walau ada perlawanan namun eksekusinya tetap berjalan. Ada perlawanan silahkan menempuh jalur hukum, pungkas Andi Baso.(bh/gaj)

Share : |

 
Berita Terkait Kasus Tanah
Permasalahan Pertanahan di Tanah Air Harus Diselesaikan
Penasihat Hukum Terdakwa Eko Suprayitno dan Dahlan Ajukan Pembelaan Setelah Dituntut 4 dan 5 Tahun Penjara
Warga Minta Pemprov DKI Segera Realisasikan Ganti Rugi Pembebasan Lahan Proyek Jalan Tembus Rawajati-Poltangan
Konflik Tanah Terjadi Akibat Tumpang Tindih Izin dan Legalitas Kepemilikan
Tim Satgas Mafia Tanah Dit Reskrimum PMJ Mendapat Penghargaan dari Kementerian ATR/BPN
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
AJI: Ada 7 Jurnalis Menjadi Korban Saat Meliput Aksi Demo 22 Mei
Dompet Dhuafa Benarkan 3 Tim Medis Serta 2 Mobil Diamuk Oknum Polisi
Pemerhati Hukum Siber: Pembatasan Akses Media Sosial Adalah Kebijakan Yang Aneh
Rekam Aksi Beringas Brimob Saat demo, Wartawan CNN Dianiaya
Korban Aksi 21/22 Mei, Anies Baswedan: Enam Orang Meninggal Dunia
FPI: Ada Pihak Ketiga Yang Ingin Mengadu Domba
Untitled Document

  Berita Utama >
   
AJI: Ada 7 Jurnalis Menjadi Korban Saat Meliput Aksi Demo 22 Mei
Pemerhati Hukum Siber: Pembatasan Akses Media Sosial Adalah Kebijakan Yang Aneh
Mengapa Situng Baru 92 %, KPU Tiba-Tiba Menyahkan Rekapitulasi Pilpres?
Pesan Aksi Damai, Prabowo: Kami Ingin Menegakkan Kebenaran dan Keadilan
Potret Pemilu 2019, LKPI: Ada 72,8 Persen Mengatakan Ada Banyak Kecurangan
Bawaslu Sebut 6,7 Juta Pemilih Tak Dapat C6 dan 17 Ribu TPS Telat Dibuka
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]