Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pemilu 2014
Dukung Jokowi-JK, Kader ARM Ajak Masyarakat Jalan Sehat Santai
Monday 23 Jun 2014 03:50:20

Acara Jalan Sehat Santai bersama ARM di Bogor, Minggu (22/6).(Foto: BH/bar)
BOGOR, Berita HUKUM - Aksi Aliansi Rakyat Merdeka (ARM) kembali mensosialisasikan sosok figur Capres-Cawapres Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) Pemilu 2014. Acara yang berlangsung dilakukan dengan cara jalan sehat santai di lapangan kresna kota Bogor.

Ribuan massa yang hadir ini juga dihiasi corak pakaian kaos warna putih seragam, berjalan sekitar 5 km dari lapangan Kresna lalu ke jalan Pejajaran masuk Pasar Induk Warung Jambu keluar jalan Ahmad Yani dan kembali lagi ke jalan Indraprasta, dan berakhir di apangan Kresna kota Bogor Jawa Barat.

Sesampainya di titik akhir perjalanan mereka kemudian berjoget secara bersama-sama yang diiringi dengan lagu 'salam dua jari' dan kemudian para relawan mendeklarasikan dukungan terhadap Capres-Cawapres nomor urut 2.

Salah seorang Deklarator ARM Nasional yang juga Ketua Umum SPN, Iwan Kusmawan mengatakan bahwa, para relawan yang mendeklarasikan dukungan terhadap Jokowi-JK berasal dari kalangan kaum buruh. Mereka mengajak dan meyakinkan masyarakat untuk memenangkan Capres Jokowi-JK saat pesta demokrasi nasional 5 tahunan pada Rabu, 9 Juli 2014 yang akan datang.

"Mendukung penuh pasangan Jokowi-JK untuk menjadi Presiden 2014-2019," kata Iwan sambari disambut teriakan, "hidup Jokowi-JK" oleh para relawan pada, Minggu (21/6).

Pihaknya akan menyumbangkan suara untuk Jokowi-JK sebanyak 65 persen di Jawa barat.
Menurut Iwan, sumbangan suara sebanyak itu, karena para relawan memiliki kekuatan yang cukup mumpuni. Persepsinya sendiri menambahkan, Jokowi-JK tersebut akan terus menggalang kekuatan dan melakukan konsolidasi kepada semua elemen yang ada di Bogor untuk mengantarkan Jokowi-JK sebagai Presiden dan wakil Presiden.

"Kami mempunyai kekuatan dan dukungan secara ril dari para pekerja atau buruh beserta keluarganya, ditambah dengan adanya simpatik masyarakat yang ada," lanjutnya memaparkan.

Hal senada juga disampaikan salah seorang relawan ARM, Sarjono. Menurutnya relawan yang melakukan jalan sehat ini merupakan langkah awal dari jargon "Revolusi Mental" yang diusung Jokowi-JK sebagai capres-cawapres yang akan bertarung pada pesta demokrasi nasional yang akan datang. Menurut Sarjono, para relawan yang sudah dan akan terus mengawal Jokowi-JK ini terdiri dari gerakan buruh, supir, petani, nelayan, pegagang, organisasi masyarakat, pemuda dan mahasiswa.

"Semuanya berkumpul dalam wadah ARM. Ada buruh, supir, ojek, petani, pedagang pasar tradisional, pemuda dan mahasiswa yang ada di Bogor. Kita akan memenangkan Jokowi-JK sebagai Presiden dan wakil Presiden," ujar Sarjono.

Menurut Sarjono, gerakan relawan ARM yang ada di Bogor untuk memperkenalkan mengapa masyarakat harus memilih Jokowi-JK, karena dua tokoh nasional ini merupakan putra terbaik bangsa yang sudah teruji dan terbukti kepemimpinannya. Maka dari itu, kata Sarjono, tidak ada alasan bagi masyarakat Indonesia, terutama yang ada di Bogor untuk tidak mengantarkan Jokowi-JK sebagai orang nomor satu dan nomor dua di negeri yang dihuni sekitar 250 juta jiwa ini.

"Untuk wilayah bogor kita melakukan kampanye door to door untuk meyakinkan masyarakat Bogor agar memilih Jokowi-JK nanti, Kami juga mendidik kawan-kawan untuk tidak kampanye hitam," tutupnya,(bhc/bar)


 
Berita Terkait Pemilu 2014
 
Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
 
3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
 
Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
 
NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
 
Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]