Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Pasar
Dugaan Korupsi Diatas Rp 1 Milyar Proyek Pasar Baka Samarinda, Tersangka Lebih dari Satu Orang
2018-11-22 05:08:26

Ilustrasi. Gedung Kantor Kejaksaan Negeri Samarinda.(Foto: Istimewa)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Proses panjang oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) dalam mengusut dugaan kasus proyek pembangunan Pasar Baka di Samarinda Seberang tahun anggaran 2014 - 2015 senilai Rp 15 Milyar kini penyidik telah menaikkan status kasusnya menjadi penyidikan, namun tim Penyidik Kejari Samarinda belum menentukan siapa saja tersangkanya.

Dinaikkannya status proyek Pasar Baka ke tingkat Penyidikan setelah mengundang Ahli dari Universitas Gaja Mada (UGM) untuk menilai hasil pekerjaan proyek Pasar Baka, sebut Johansen Silitonga sebagai Kasi Pidsus Kejari Samarinda saat dikonfirmasi pada, Rabu (21/11).

"Status proyek Pasar Baka di Samarinda sudah dinaikkan statusnya menjadi penyidikan umum sejak tanggal 22 Oktober 2018, setelah mengundang Ahli dari UGM untuk menilai hasil pekerjaan proyek Pasar Baka dan hasilnya ada kerugian negara," ungkap Yohansen, Rabu (21/11).

Kasi Pidsus Kejari Samarinda juga memaparkan bahwa proyek Pasar Baka dimulai penyelidikan pada 17 April 2018 dan berdasarkan hasil pemeriksaan Ahli ditemukan ada kerugian negara, maka pada tanggal 22 Oktober 2018 dinaikan statusnya menjadi penyidikan umum.

"Tim sudah memeriksa lebih dari 20 saksi dan bisa dipastikan lebih dari satu orang yang dijadikan tersangka, namun pengumuman tersangkanya menunggu sampai penyidikan selesai," ujar Yohansen.

Disinggung mengenai kerugian negara, Kasi Pidsus Yohansen Silitonga, mengatakan sejauh ini masih diatas Rp 1 milyar, namun angka pastinya masih menunggu selesainya hasil penyidikan.

"Kalau target pribadi saya 2 bulan penyidikan selesai berarti tanggal 20 Desember 2018 penyidikan selesai dan diumumkan tersangka, tapi ini target pribadi ya tergabung penyidikan. Yang pasti tersangkanya lebih dari satu orang," jelas Yohansen.

Pantauan pewarta BeritaHUKUM.com di lingkup Kejari Samarinda di jalan M. Yamin Samarinda tersebut pada Rabu (9/11), Kamis (10/11) dan Jumat (11/11) mantan Kepala Dinas Pasar Kota Samarinda yakni Drs. Sulaiman Sade (SS) sejak pagi hingga sore hari diperiksa secara intensif oleh penyidik Kejari Samarinda, sesekali keluar kebelakang untuk dan memasuki kamar kecil..

Saat pewarta menyapa dan bertanya SS, dengan singkat ia hanya mengatakan, "Saya diminta keterangan oleh jaksa," ujar SS.(bh/gaj)

Share : |

 
Berita Terkait Pasar
Sejak 4 Tahun Terakhir Pasar Mingguan Kian Sepi di Desa Tanjung Alam, Kinal
Tersangka Korupsi Pasar Baqa Samarinda Belum Ditahan karena Oditor Belum Turun
Polemik Kasus Pusat IT Terbesar Hi-Tech Mall Surabaya, APTIKNAS Jatim Siap Berkontribusi
Mengapa Tersangka Korupsi Proyek Pasar Baka Samarinda Tidak Ditahan?
Kejari Samarinda Tetapkan 2 Tersangka Dugaan Kasus Korupsi Proyek Pasar Baka
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Selama Pemerintahan Jokowi, Pertumbuhan Berkutat Hanya 5 Persen
DPR Harus Diberi Ruang Untuk Kritis
Pemerintah Harus Sadar Pentingnya Independensi DPR
Kubu Jokowi Maruf Menghina Wibawa dan Martabat 9 Hakim MK dan Lakukan Pembangkangan pada Peradilan
Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Bisa Didiskualifikasi, Eks Penasehat KPK Sebut Alasannya
Kabar Pemprov DKI Jakarta Gratiskan Masuk Tempat Wisata Adalah Hoax
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Bisa Didiskualifikasi, Eks Penasehat KPK Sebut Alasannya
Utang Luar Negeri RI Bertambah Lagi Jadi Rp 5.528 T
Wakil Ketua DPR: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK
Respon KontraS atas Siaran Pers Polri Terkait Peristiwa 21-22 Mei 2019
Tim Hukum Prabowo-Sandi Mempermasalahkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye Paslon 01
Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu Asal Malaysia
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]