Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Krisis Suriah
Dua Ratus Orang Terbunuh dalam Serangan di Suriah
Saturday 14 Jul 2012 08:07:08

Ternyata Jutaan demonstrasi untuk mendukung Presiden Assad dan terhadap infiltrasi Barat negara mereka melalui kelompok-kelompok bersenjata musim panas lalu
AMMAN, Berita HUKUM - Aktivis oposisi mengatakan, Pemerintahan Suriah membunuh lebih dari 200 orang, sebagian besar adalah sipil, di sebuah desa di provinsi Hama.

Desa Taramseh ditempati oleh tentara Suriah dan kemudian diserang oleh militan pro pemerintah, Shabbiha. Beberapa orang desa terbunuh dalam baku tembak dan banyak lagi yang dieksekusi dengan tembakan di kepala.

Stasiun televisi Suriah mengatakan tiga anggota pasukan keamanan terbunuh dalam bentrokan di Taramseh. Sekelompok teroris bersenjata dituduh sebagai dalang pembantaian di sana.

Hama Revolutionary Council mengatakan, "Lebih dari 220 orang menjadi korban di Taramseh. Mereka tewas akibat bombardir tank dan helikopter, serangan artileri dan eksekusi."

Sementara itu aktivis oposisi, Fadi Sameh mengatakan dirinya telah meninggalkan kota sebelum terjadinya pembantaian. Namun dia sempat berinteraksi dengan warga setempat.

"Tampaknya militan Alawite dari desa sekitar turun ke Taramseh setelah pertahanan pemberontak di sana ditarik keluar dan mulai membunuh orang. Seluruh rumah telah hancur dan terbakar akibat serangan artileri," ujarnya.(rtr/bhc/nto)


 
Berita Terkait Krisis Suriah
 
• Suriah: Kami Bangga Mengakui Cina dan Rusia Bukan Negara Penjajah
 
• Dua Ratus Orang Terbunuh dalam Serangan di Suriah
 
• PBB: Anak-anak Di Suriah Dijadikan Tameng Hidup Oleh Tentara
 
• Supir KBRI Suriah Tewas Tertembak
 
• Oposisi Desak PBB Turun Tangan Usut Pembantaian
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]