Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Sewa Pesawat Merpati
Dua Petinggi Merpati Jadi Tersangka Korupsi
Wednesday 17 Aug 2011 23:36:34

Kapuspenkum Kejagung Noor Rachmad (Foto: Istimewa)
JAKARTA-Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya menetapkan dua tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi sewa pesawat Boeing 737 TALG USA oleh PT Merpati Nusantara Airlines (MNA). Kedua tersangka tersebut, masing-masing yakni mantan Direktur PT MNA beninisla HN dan Direktur Keuangan PT MNA berinisial GA.

Keduanya ditetapkan menjadi tersangka melalui sprindik Nomor: 95/F.2/fd.1/07/2011 tertangal 7 juli 2011. Saat ini penyidik bidang Pidsus Kejagung masih mengembangkan penyidikan kasus itu untuk mencarikemungkinan tersnagka bertambah lagi. "Mereka jadi tersangka ditetapkan pada Selasa (16/8) kemarin” kata Kapuspenkum Noor Rachmad kepada wartawan di Jakarta, Rabu (17/8).

Seperti dberitakan, kasus ini berawal pada 2006. Saat itu, Direksi PT MNA menyewa dua pesawat Boeing 737 dari perusahaan TALG di AS seharga 500 ribu dolar AS untuk tiap pesawat. Setelah dilakukan pembayaran 1 juta dolar AS ke rekening Hume & Associates—lawyer yang ditunjuk TALG, melalui transfer Bank Mandiri—namun hingga kini pesawat tersebut belum pernah diterima PT MNA.

Kemudian, tim penyidik menilai terdapat indikasi tindak pidana korupsi sebesar satu juta dolar AS dalam kasus tersebut, sehingga kasus ini ditingkatkan ke tahap penyidikan, setelah ditemukannya calon tersangka kasus ini.
Kejaksaan sendiri telah melakukan pemeriksaan mantan Dirut PT MNA Cucuk Suryosuprojo dan Hotasi Nababan sebagai saksi. Selain itu, kejaksaan juga telah memeriksa Presiden Direktur (Presdir) PT MNA Sardjono Jhoni sebagai saksi dalam kasus Merpati tersebut.

Kasus dugaan penggelembungan pembelian pesawat Merpati ini mencuat ke permukaan, setelah Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu melaporkan dugaan praktek penggelembungan harga pesawat Merpati tersebut ke KPK. Namun, kasus ini justru malah ditangani Kejagung yang kapasitasnya diragukan untuk bisa mengusut hingga tuntas kasus ini.(tnc/bie)


 
Berita Terkait Kasus Sewa Pesawat Merpati
 
Masa Pengajuan Kasasi Hotasi Hampir Habis
 
Ajukan Kasasi Hotasi, Kejagung Tunggu Salinan Putusan
 
Putusan Bebas Hotasi Nababan Belum Mempunyai Kekuatan Hukum Tetap
 
Hotasi Nababan Diputus Bebas, Fitra Minta KY Turun Tangan
 
Mantan GM Merpati Jadi Tersangka Korupsi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]