Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Turki
Dua Perempuan Serang Bus dan Kantor Polisi Istanbul dengan Granat
2016-03-04 02:18:06

Dua penyerang bersembunyi di satu gedung tak jauh dari lokasi serangan di Istanbul. Dua penyerang bersembunyi di satu gedung tak jauh dari lokasi serangan di Istanbul.(Foto: Istimewa)
TURKI, Berita HUKUM - Polisi di Turki menembak mati dua perempuan yang menyerang kantor polisi antihuru-hara di Istanbul dengan granat dan senjata api, hari Kamis (3/3).

Rekaman kamera keamanan memperlihatkan keduanya mengeluarkan tembakan ke arah bus polisi dan melempar granat sebelum melarikan diri dari lokasi serangan dan kemudian bersembunyi di satu gedung di dekatnya di kawasan Bayrampasa.

Granat yang dilempar tersebut tidak meledak, kata pejabat polisi kepada kantor berita Associated Press.

Polisi melancarkan operasi mencari keduanya dan mengepung gedung tersebut.
Gubernur Istanbul, Vahip Sahin, mengatakan dua penyerang tewas dalam operasi polisi ini.

Dua polisi dilaporkan mengalami luka-luka dalam serangan.
Kelompok militan berhaluan kiri, DHKP-C, mengeluarkan pernyataan bahwa mereka berada di balik serangan ini.

Insiden ini menambah panjang serangan-serangan di Turki sejak pertengahan tahun lalu, yang sudah menewaskan 145 orang, termasuk 12 turis Jerman yang tewas dalam serangan di distrik bersejarah Sultanahmet, Januari silam.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Turki
 
• Mengapa Kemenangan Erdogan Penting Bagi Negara-negara Barat?
 
• Hagia Sophia: Salat Jumat Pertama Setelah 86 Tahun, 'Allahu Akbar, Terharu dan Merinding', Antusiasme Masyarakat Beribadah
 
• Perang Saudara di Suriah: Turki Kutuk Serangan Udara oleh Suriah terhadap Konvoinya
 
• Turki Tetap Datangkan Sistem Rudal S-400 Buatan Rusia Walau Ditentang AS
 
• Lira, Mata Uang Turki Terjun Bebas, Erdogan Sebut 'Ini Ulah Amerika Serikat dan Barat'
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]