Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Bank Indonesia
Dua Deputi Gubernur BI Terpilih
Thursday 08 Dec 2011 12:47:13

ILustrasi (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Komisi XI DPR RI memutuskan memilih Muliaman D Hadad dan Ronald Waas sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Hal ini diputuskan melalui pemungutan suara (voting) yang berlangsung ruang rapat Komisi XI di gedung DPR RI, Jalarta, Rabu (7/12) malam.

Dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi XI Emir Moeis itu, jumlah anggota yang memilih sebanyak 55 orang. mereka mewakili delapan fraksi, yakni Fraksi Demokrat, Fraksi PDIP, Fraksi PKS, Fraksi Golkar, Fraksi PAN, Fraksi PKB, Fraksi PPP, Fraksi Hanura dan Fraksi Gerindra.

Proses voting dilakukan dengan cara tiap anggota DPR dari setiap fraksi memilih nama calon deputi gubernur yang tertera pada selembar kertas. Nama yang mereka pilih itu, kemudian dimasukkan ke kotak suara yang sudah disediakan. Hasil penghitungan suara diperoleh bahwa Muliaman 38 suara dan Riswinandi 17 suara. Sedangkan Ronald Waas 37 suara dan Perry Warjiyo 18 suara.

Dengan demikian, Muliaman mengalahkan Riswanda. Sedangkan Ronald menyisihkan Perry. Hasil ini menetapkan Muliawan kembali menjadi Deputi Gubernur BI. Sedangkan Ronald menggantikan Budi S. Rochadi yang meninggal dunia. Ronald saat ini menjabat Direktur Akunting dan Sistem Pembayaran BI. Riswinandi merupakan Wakil Direktur Bank Mandiri, sedangkan Perry menjabat Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI.

Pemilihan ini sendiri bagi Perry Warjiyo adalah untukkali ketiga. Untuk yang kesekian ini, ia kembali kandas untuk meraih posisi tersebut. Sepertinya Komisi XI DPR, benar-benar belum bisa jinak terhadapnya. Padahal, namanya berkali-kali pula difavoritkan bakal mengisi jabatan strategis tersebut, tapi kenyataannya ia kandas.

Pada pemilihan 2008 lalu, Perry dikalahkan Hartadi A Sarwono. Selanjutnya, dua tahun kemudian Perry 'comeback'. Pada 2010 itu, pria yang pernah jadi direktur eksekutif IMF urusan voting Asia Tenggara ini, maju bersama Halim Alamsyah untuk jabatan deputi. Tapi kembali Perry kaah bersaing. Sedangkan pada 2011 ini ia kandaskan Ronald Waas.

Entah ada ‘main mata’ atau dalam pemilihan ini. Tapi yang jelas pada pemilihan posisi Deputi Senior Gubernur BI yang dimenangkan Miranda Swaray Goeltom pada Juni 2004 silam, terkuak adanya suap terhadap para anggota Komisi Perbankan yang saat itu masih disebut Komisi IX. Puluhan politisi Senaya periode 1999-2004 itu pun diseret ke engadilan dan divonis penjara lebih dari satu tahun.(dbs/ind)


 
Berita Terkait Bank Indonesia
 
Jangan Sampai Demi Jaga Pertumbuhan, Independensi BI Jadi Bias
 
Data Bank Indonesia Diretas Hacker, Apa yang Diincar?
 
Paripurna DPR Resmi Tunjuk Doni Primanto Jadi DG BI
 
Rizal Ramli Acungkan Dua Jempol Untuk Gubernur BI Yang Menolak Cetak Uang Rp 600 Triliun
 
Paripurna DPR Setujui Erwin Riyanto Jadi Deputi Gubernur BI
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]