Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Selebriti    
 
Donald Trump
Donald Trump Mencatatkan Pembayaran terhadap Bintang Film Porno Stormy Daniels
2018-05-19 00:47:38

AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Presiden AS Donald Trump akhirnya secara resmi mencatatkan pengiriman kirim uang pengganti kepada pengacaranya untuk pembayaran kepada seorang bintang film porno terkait kesepakatan tutup mulut tentang hubungan yang pernah mereka lakukan.

Lembaga tentang etika pemerintah, Office of Government Ethics (OGE), hari Rabu (16/5) kemarin menemukan bahwa Trump seharusnya mengungkapkan pembayaran itu dalam dokumen keuangan dia sebelumnya.

Sebuah dokumen menunjukkan bahwa pada tahun 2016 dia telah mengirimkan pembayaran pengganti kepada Michael Cohen antara US$100.000 (Rp14 miliar) dan US$250.000 (Rp35 miliar).

Selama ini Trump selalu membantah dan menegaskan ia tak tahu menahu mengenai pembayaran US$130.000 untuk bintang film porno Stormy Daniels.

Gedung Putih menyatakan dalam catatan kaki pengarsipan itu bahwa mereka mencatatkan pembayaran itu "demi kepentingan transparansi", meskipun mereka yakin tak punya kewajiban untuk membuka pengeluaran itu.

Namun, kepala (OGE) dalam suratnya menulis bahwa "pembayaran yang dilakukan oleh Bapak Cohen wajib dilaporkan".

Dalam suratnya kepada Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein, pejabat direktur OGE mengatakan dia mengirim catatan keuangan presiden dan yang terakhir dan yang disusun tahun lalu.

Ia kepada Rosenstein mengatakan bahwa "Anda mungkin menemukan catatan ini relevan dengan setiap penyelidikan yang mungkin Anda lakukan".

Stormy Daniels with Donald TrumpHak atas fotoSTORMY DANIELS
Image captionStormy Daniels mengaku pernah berhubungan intim dengan Trump di sebuah hotel di Lake Tahoe, pada tahun 2006.

Wakil jaksa agung itu memimpin investigasi Departemen Kehakiman mengenai apakah para staf Trump berkolusi dengan dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS tahun 2016.

Pembayaran terhadap Stormy Daniels berpotensi menjadi masalah hukum bagi presiden karena bisa dilihat sebagai sumbangan kampanye yang ilegal.

Berkas dokumen Michael Cohen terkait hal itu disita dalam penggrebekan FBI bulan lalu, dan menurut laporan ia sekarang sedang diselidiki secara pidana.

Stormy Daniels, yang nama aslinya adalah Stephanie Clifford, mengaku pernah berhubungan intim dengan Trump di sebuah kamar hotel di Lake Tahoe, daerah resor antara California dan Nevada, pada tahun 2006. Pengacara Trump mengatakan kliennya "dengan keras menyangkal" klaim tersebut.

Jika pengakuan aktris itu benar, kencan itu terjadi hanya beberapa bulan setelah Melania Trump melahirkan putra pasangan itu, Barron.

Grace Mahoney, 16 months, looks at a copy of 'The Art of the Deal' before the start of an event with Republican presidential candidate Donald Trump on October 15, 2016 in Portsmouth, New Hampshire.Hak atas fotoAFP/GETTY
Image captionPada tahun 2017, Trump memperoleh royalti antara US$100.000 hingga US$1juta dari bukunya "Art of the Deal."

April lalu Trump mengatakan tidak menyadari bahwa Cohen telah membayar Stormy Daniels menjelang pemilihan presiden 2016.

Pengiriman dana dari Trump kepada Cohen pertama kali dikonfirmasi dua pekan lalu oleh Rudy Giuliani, mantan wali kota New york yang baru bergabung dalam tim pengacara presiden, dalam sebuah wawancara televisi.

Giuliani mengatakan transaksi itu untuk menjaga agar Daniels tidak lagi bicara bahwa dia berhubungan seks dengan Trump, yang merupakan tuduhan "palsu dan penuh pemerasan" karena bisa merusak pencalonan Trump.

Namun kemudian pekan lalu Trump mengatakan, bahwa Giuliani baru bergabung dan membutuhkan waktu untuk "mendapatkan fakta yang benar".

Hari Rabu itu juga, Komite Intelijen Senat mendukung penemuan komunitas intelijen Amerika bahwa Rusia ikut campur dalam pemilu AS 2016 untuk membantu Trump.

Penilaian panel itu berbeda dengan kesimpulan Komite Intelijen DPR pada bulan Maret lalu yang menolak tuduhan bahwa Kremlin bertujuan untuk mendongkrak peluang Trump dalam Pilpres yang kemudian dimenangkannya secara mengejutkan.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Donald Trump
 
• Donald Trump Bebas dalam Sidang Pemakzulan di Senat, Lalu Apa Kelanjutannya?
 
• Hadapi Pemakzulan karena 'Menyalahgunakan Wewenang', Presiden Trump: 'Lakukan Sekarang'
 
• 16 negara bagian AS gugat Presiden Trump terkait Pembangunan Tembok Perbatasan
 
• Donald Trump Mencatatkan Pembayaran terhadap Bintang Film Porno Stormy Daniels
 
• Donald Trump Mengakui Bayar 'Uang Tutup Mulut' untuk Bintang Film Porno
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]