Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Turki
Donald Trump Ancam 'Menghancur-leburkan' Ekonomi Turki
2019-01-16 06:25:31

Orang-orang Kurdi yang tinggal di wilayah Turki menggelar unjuk rasa memprotes langkah pemerintah Turki yang akan melakukan serangan baru terhadap mereka.(Foto: AFP)
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Presiden AS Donald Trump mengancam untuk 'menghancur-leburkan Turki secara ekonomi' jika mereka menyerang pasukan Kurdi di Suriah setelah pasukan AS nanti ditarik dari Suriah.

Namun, seperti ditulisnya dalam dua cuitan hari Minggu, Trump mengatakan ia juga tak ingin pasukan Kurdi memprovokasi Turki.

Sejauh ini pasukan AS bertempur bersama kelompok milisi Kurdi, YPG, di utara Suriah, untuk menumpas kelompok ISIS.

Sebaliknya, Turki menganggap YPG (Unit Pelindung Rakyat) sebagai teroris.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan berikrar untuk menghancurkan kelompok itu dan mengungkapkan kemarahannya atas dukungan Amerika kepada mereka.

Pernyataan Trump terbaru ini muncul di tengah banjir kecaman atas keputusannya yang mendadak untuk menarik pasukan AS dari Suriah.

Seorang tokoh penting di keluarga kerajaan Arab Saudi, Pangeran Turki al-Faisal, mengatakan kepada BBC bahwa langkah Trump itu akan memunculkan 'dampak negatif' yang menguntungkan Iran, Rusia dan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo saat ini berada di ibu kota Saudi, Riyadh, dalam rangkaian tur di Timur Tengah untuk meyakinkan sekutu-sekutu AS di wilayah tersebut.

Apa yang dikatakan Trump?

Presiden Trump bersikukuh atas keputusannya untuk menarik pasukan, dengan mengatakan setiap pejuang ISIS yang tersisa dapat diserang dari udara.

Turkish forces and Members of the Turkish-backed Free Syrian Army about 10km away from Manbij town in northern Syria, 29 December 2018Hak atas fotoEPA
Image captionPasukan Turki dan anggota pasukan pembebasan Suriah berpatroli di jalanan sekitar 10km dari kota Manbij di Suriah utara, 29 Desember 2018.

Trump menyebut bisa menghancurkan Turki secara ekonomi, namun dia tidak memapar bagaimana ekonomi Turki akan menderita jika mereka menyerang YPG.

Agustus lalu AS memberlakukan sanksi dan bea masuk perdagangan pada Turki, menyusul cek-cok tentang ditahannya seorang pendeta AS di Turki. Sanksi itu turut mengakibatkan jatuhnya nilai lira Turki.

Trump juga menyebutkan gagasan untuk menetapkan 'zona aman 20 mil', yang menurut wartawan BBC Barbara Plett Usher mengisyaratkan jenis solusi yang sedang ditawarkan dan dirundingkan oleh Menlu Mike Pompeo.

Donald J. Trump @realDonaldTrump, "
Starting the long overdue pullout from Syria while hitting the little remaining ISIS territorial caliphate hard, and from many directions. Will attack again from existing nearby base if it reforms. Will devastate Turkey economically if they hit Kurds. Create 20 mile safe zone...."

Presiden juga mengatakan bahwa Rusia, Iran dan Suriah adalah pihak-pihak yang paling diuntungkan oleh langkah AS di Suriah selama ini dan sudah waktunya tentara-tentara Amerika itu ditarik pulang

"....Likewise, do not want the Kurds to provoke Turkey. Russia, Iran and Syria have been the biggest beneficiaries of the long term U.S. policy of destroying ISIS in Syria - natural enemies. We also benefit but it is now time to bring our troops back home. Stop the ENDLESS WARS!," tweet Donald J. Trump @realDonaldTrump.

Juru bicara Presiden Erdogan Ibrahim Kalin menanggapi melalui sebuah cuitan, bahwa Turki mengharapkan AS untuk 'menghormati kemitraan strategis kita.'

"Teroris tidak bisa menjadi mitra dan sekutu Anda," katanya

Presiden Trump mengejutkan para sekutu dan mendapat kritik keras di dalam negeri ketika bulan lalu ia memerintahkan agar pasukan AS segera ditarik dari sekitar 30% wilayah Suriah yang dikuasai aliansi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin YPG.

Militer AS memulai langkah itu pekan lalu dengan menarik sejumlah peralatan militer dari Suriah, meskipun pasukan mereka masih tetap berada di negara itu

Apa yang dikatakan Mike Pompeo?

Akhir pekan lalu, Menlu AS Mike Pompeo mengatakan telah berbicara di telpon dengan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dan 'optimis' bahwa dapat dicapai kesepakatan dengan Turki untuk melindungi para pejuang Kurdi. Dia tidak memberikan detail lebih jauh

Di Abu Dhabi, Pompeo mengatakan AS mengakui 'hak rakyat Turki dan hak Presiden Erdogan untuk mempertahankan negara mereka dari teroris'.

Betapa pun, katanya, "kami juga tahu bahwa mereka yang berjuang bersama kami selama ini layak dilindungi juga," tambahnya.



US Secretary of State Mike Pompeo is greeted by Saudi Minister of State for Foreign Affairs Adel al-Jubeir in Riyadh, January 13, 2019Hak atas fotoREUTERS
Image captionMenlu AS Mike Pompeo melakukan kunjungan ke kawasan Timur Tengah.


Di Riyadh, menteri luar negeri Pampeo diperkirakan akan membahas Iran dan konflik di Yaman dan Suriah, serta membicarakan perkembangan tentang penyelidikan atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Khashoggi, seorang wartawan yang kritis terhadap penguasa Arab Saudi, dibunuh di konsulat Saudi di Istanbul tiga bulan lalu.

Berapa banyak pasukan AS di Suriah?

Sekitar 2.000 personel militer AS dilaporkan ditempatkan di Suriah utara.

Pasukan angkatan darat AS pertama kali tiba di musim gugur 2015 ketika Presiden Barack Obama mengirim sejumlah kecil pasukan khusus untuk melatih dan memberi konsultasi kepada para pejuang YPG.

Siapa menguasai mana di Suriah

AS akhirnya mengambil langkah itu setelah beberapa upaya melatih dan mempersenjatai kelompok-kelompok pemberontak Suriah untuk memerangi militan ISIS, gagal total bahkan menimbulkan kekacauan.

Sesudah itu, di tahun-tahun berikutnya, jumlah pasukan AS di Suriah meningkat, dan jaringan pangkalan dan lapangan udara dibentuk membentuk busur yang menghubungkan berbagai bagian timur laut negara itu.(BBC/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Turki
Lira, Mata Uang Turki Terjun Bebas, Erdogan Sebut 'Ini Ulah Amerika Serikat dan Barat'
Donald Trump Ancam 'Menghancur-leburkan' Ekonomi Turki
Presiden Turki Tuduh Amerika Serikat Bermental 'Penginjil dan Zionis'
Turki Mengakhiri Status Negara Darurat
Pilpres Turki: Erdogan Dinyatakan Menang, 'Saya Harap Hasil Ini Tidak Dicurangi'
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Soal Gerakan Kedaulatan Rakyat, MUI DIY Sarankan Jokowi Mundur
Mengapa Situng Baru 92 %, KPU Tiba-Tiba Menyahkan Rekapitulasi Pilpres?
Usai Pengumuman Hasil Pemilu Oleh KPU, Pengamat: Keamanan Kondusif
Fahri Hamzah: Rakyat Bakal Melawan Balik Jika Terus Diancam
Pesan Aksi Damai, Prabowo: Kami Ingin Menegakkan Kebenaran dan Keadilan
PAN, Gerindra, PKS, dan Berkarya Tolak Teken Hasil Pileg 2019
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Mengapa Situng Baru 92 %, KPU Tiba-Tiba Menyahkan Rekapitulasi Pilpres?
Pesan Aksi Damai, Prabowo: Kami Ingin Menegakkan Kebenaran dan Keadilan
Potret Pemilu 2019, LKPI: Ada 72,8 Persen Mengatakan Ada Banyak Kecurangan
Bawaslu Sebut 6,7 Juta Pemilih Tak Dapat C6 dan 17 Ribu TPS Telat Dibuka
5 Mantan Danjen Kopassus Siap Pimpin Aksi Demo 22 Mei 2019 Mendatang
Resmob PMJ Menangkap Wanita Pengemar Game Mobile Legend yang Bobol Bank Rp1,85 M
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]