Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Pilpres
Dompet Dhuafa Benarkan 3 Tim Medis Serta 2 Mobil Diamuk Oknum Polisi
2019-05-23 16:39:12

Tampak kerusakan mobil Rescue Dompet Dhuafa.(Foto: twitter)
JAKARTA, Berita HUKUM - Sebanyak 3 orang anggota tim medis dari Dompet Dhuafa yang turut andil dalam Aksi 22 Mei 2019 menjadi korban kebrutalan oknum aparat pengamanan yang mengamuk secara membabi buta saat menyisir para demonstran di areal gedung Sarinah, Jakarta, Kamis dinihari (23/5).

Selain 3 orang anggota tim medis, 2 armada mobil Rescue Dompet Dhuafa mengalami kerusakan cukup srius akibat di bogem oleh aparat Kepolisian dengan pemukul dari besi dan rotan.

Hal itu dibenarkan oleh General Manager Komunikasi Dompet Dhuafa, Etika saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Kamis (23/5).

"Ya mas benar, 3 orang terluka cukup serius dan dua mobil tim medis kami rusak lumayan parah," kata Etika.

Nahas, tiga orang tim medis harus mengalami luka yang cukup serius akibat dikeroyok oleh oknum pengamanan dengan brutal berpakaian preman. Entah apa yang ada di dalam otak si oknum tersebut hingga bertindak di luar batas yaitu memukuli tim medis.

Kejadian bermula sekitar pukul 23.50 WIB, saat tim Medis Dompet Dhuafa mendapat instruksi untuk bergerak dari posisi sebelumnya di persimpangan Jalan Sabang.

Terdapat dua bagian tim medis, tim pertama menggunakan kendaraan Isuzu Panther yang terdiri dari 1 orang perawat, 2 tim dokumentasi, dan 1 orang driver. Kemudian, Tim kedua dengan kendaraan taktis Toyota Hilux terdiri dari 2 orang perawat dan beberapa orang tim pendukung.

Sekitar pukul 00.16 WIB, pasukan pemukul massa yang terdiri atas satuan polisi berpakaian preman datang mengusir massa yang berada di sekitaran Sarinah. Oknum kepolisian itu datang meringsek dan mendekati kendaraan Dompet Dhuafa dan meminta tim yang ada di dalam kendaraan Dompet Dhuafa untuk turun.

"Turun, turun, hey turun!," teriak gerombolan oknum polisi itu di lokasi.

Namun, tim satu yang ada di dalam kendaraan Panther tidak mau turun, dan beberapa aparat seketika memukul kendaraan Isuzu Panther dengan tameng dan tongkat pemukul. Akibatnya, kaca bagian depan belakang, dan sebelah kanan hancur. Alhasil, tak selang beberapa lama kemudian kendaraan berhasil keluar dari kerumunan dan pergi meninggalkan lokasi.

Sementara, tim kedua yang berada di kendaraan Toyota Hilux mengikuti perintah oknum polisi untuk turun dan mereka diminta untuk jongkok di depan kendaraan oleh seorang aparat. Nahas, satu anggota tim medis terjatuh dari kendaraan dan langsung dipukuli habis-habisan hingga diinjak-injak oleh oknum keamanan.

Dengan nada tinggi anggota kepolisian yang lainnya pun ikut membentak-bentak. Padahal, tim medis yang dikeroyok itu sudah menyampaikan sebelumnya bahwa dia adalah tim medis dari Dompet Dhuafa.

"Kami adalah tim medis kami medis, kami medis," teriak tim medis.

Seketika, anggota kepolisian semakin banyak dan menyuruh tim medis untuk pergi. Meskipun saat bergegas pergi masih terus dipukuli dengan rotan maupun tameng, dan sebagian lainnya menendang. Akibatnya, 3 orang tim mengalami luka cukup serius di bagian kepala dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Darat.

Di saaat yang sama, mobil yang sudah mulai bergerak dihentikan oleh salah seorang pengaman, meskipun telah disampaikan bahwa mobil tersebut adalah tim medis, namun tetap tak dihiraukan hingga oknum polisi itu masih terus memukul kaca mobil bagian depan berulang kali hingga pecah dan menyuruh untuk maju.

Tim medis juga mengungkapkan bahwa saat di lokasi, salah satu orang anggota polisi juga sempat mengeluarkan senjata api sejenis FN yang ditodongkan ke arah tim medis. Kemudian, meminta tim medis untuk membuka kaca dan saat itu kunci langsung dimatikan kemudian dicabut dan dilempar ke dashboard. Di saat bersamaan, anggota lainnya memukul spion kanan dan kaca samping hingga pecah berantakan.

Sekitar pukul 01.00 WIB, semua tim medis akhirnya berhasil keluar dari kerumunan polisi dan meninggalkan lokasi. Tercatat sedikitnya 3 orang mengalami luka-luka dan dibawa ke RSPAD untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

"Alhamdulillah, kedua orang tim kami yang dirawat di RSPAD telah diperbolehkan pulang," demikian Etika menambahkan.

Inilah Pernyataan Sikap Resmi Dompet Dhuafa: Atas Tindakan Represif Aparat terhadap Tim Kemanusiaan dalam Unjuk Rasa 22 Mei 2019,

Bismillahirrohmanirrohim

Terkait dengan kericuhan yang terjadi dalam aksi unjuk rasa pada tanggal 22 Mei 2019, dengan ini kami menyampaikan sikap sebagai berikut:

Sebagai lembaga kemanusiaan, Dompet Dhuafa menerjunkan tim medis atas dasar kemanusiaan dan memegang teguh prinsip imparsial. Sehingga keterlibatan kami dalam aksi unjuk rasa ini tidak didasari motivasi politik atau keberpihakan pada kelompok tertentu.

Benar telah terjadi tindakan represif oknum kepolisian terhadap tim medis Dompet Dhuafa pada Hari Kamis 23 Mei 2019 pukul 00.15 dini hari, di sekitar Jl. Abdul Muis Jakarta Pusat, yang mengakibatkan 3 anggota tim kami mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke RSPAD, serta pengrusakan terhadap 2 kendaraan kami. (Kronologis terlampir)

Kami menyayangkan tindakan represif oknum kepolisian yang berlebihan terhadap tim medis dan relawan lembaga kemanusiaan yang hadir untuk membantu semua pihak, baik pengunjuk rasa, aparat keamanan, maupun masyarakat luas.

Kami meminta kepada Kepolisian dan TNI untuk memberikan akses yang seluas-luasnya dan perlindungan bagi tim kemanusiaan dan tim medis untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan sesuai dengan Konvensi Jenewa 1949, khususnya Pasal 11, Pasal 24-27, Pasal 36, dan Pasal 37 tentang perlindungan terhadap petugas kesehatan.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan, seraya memohon doa dari masyarakat untuk kebaikan bangsa ini.

Jakarta, 23 Mei 2019

Drg. Imam Rulyawan
Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi.(dbs/dompetdhuafa/rt/RMOL/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Pilpres
Demi Keutuhan NKRI, Jokowi-Titiek Soeharto Jadi Rekonsiliasi Politik Damai
PKS: Lebih Baik Prabowo Nyatakan sebagai Oposisi ke Jokowi
Rekonsiliasi dan Konstalasi Politik Pasca MRT
Rekonsiliasi Trah Jokowi-Titiek, Mungkinkah Jadi Solusi Cegah Perpecahan Bangsa?
Urungkan Niat Rekonsiliasi, Prabowo Selamat
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Polri Gelar Police Movie Festival 2019: 'Together We are Strong'
Jampidsus Godok Standarnisasi Penanganan Perkara Pidana Pajak
PKS: Pemindahan Ibu Kota RI untuk Pemerataan Kurang Tepat
Walikota Surabaya Tri Rismaharini: Warga Papua, Maafkan Kami
Wakil Ketua DPR Minta Kerusuhan Manokwari Ditangani Cepat dan Tepat
Heri Gunawan: RAPBN Harus Berjalan Tepat Sasaran
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Polri Gelar Police Movie Festival 2019: 'Together We are Strong'
Wakil Ketua DPR Minta Kerusuhan Manokwari Ditangani Cepat dan Tepat
Polda Metro Jaya Musnahkan Sabu 71,8 Kg dan 15.326 Butir Ekstasi, Kasus Juni-Agustus 2019
AJI Jakarta Kecam Kekerasan dan Intimidasi Polisi terhadap Jurnalis Meliput Demo di DPR
Pemindahan Ibu Kota Butuh Kajian Mendalam
PAN Siap Ikuti Langkah PKS sebagai Oposisi
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]