Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Cyber Crime    
 
Bank
Divisi IT Bank Akui Serangan Cyber Meningkat Sejak Awal Tahun
2017-07-14 05:59:57

Ilustrasi. cyber attack.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Technology Security and Governance Division Head Bank OCBC NISP, Filipus H. Suwarno, mengaku serangan Cyber mulai marak dan meningkat sejak awal tahun ini, berpotensi mengancam sejumlah industri besar Tanah Air, tak terkecuali perbankan.

"Mulai meningkatnya sejak awal tahun ini, enggak tahu kenapa peningkatannya cukup signifikan," kata dia di Jakarta, Kamis (13/7).

Bahkan, menurut Filipus, ribuan serangan dari berbagai jenis modus serangan siber menyerang setiap harinya.

"DDOS rata-rata lumayan sampai belasan ribu sehari," ujar dia.

Meski sistem keamanan perbankan diklaim aman, ulah hacker terus tak kenal ampun untuk merusak celah keamanan. Buktinya, mereka sukses meretas situs web publik Bank Indonesia dan Bank of Korea belum lama ini.

Karena itu, industri perbankan Indonesia tentu tak ingin tinggal diam agar tidak "kecolongan". Bank OCBC NISP, contohnya, mereka juga sudah mengambil upaya mencegah munculnya ancaman siber yang gencar membidik jaringan bisnisnya.

Upaya yang dilakukan adalah bekerjasama dengan Palo Alto Networks. Perusahaan keamanan itu pun merilis sistem keamanan khusus perbankan bernama Palo Alto Networks Next-Generation Security Platform.

Alasan utama mengapa salah satu bank terbesar di Indonesia ini memilih solusi keamanan dari Palo Alto Networks tak lain karena OCBC NISP mengantongi lebih dari 3.000 pengguna mobile.

Mereka juga menerapkan kebijakan BYOD (Bring-Your-Own-Device), akan tetapi firewall dan software antivirustradisionalnya tidak mampu menangkal serangan persisten maupun jenis zero-day yang bisa merusak celah keamanan via perangkat yang digunakan.

?Dengan mengusung sistem keamanan dari Palo Alto Networks, bank OCBC NISP kini punya bangunan advanced threat prevention yang diklaim kokoh. Pasalnya, ia dapat menginspeksi setiap trafik, bahkan bisa memblokir serangan siber secara otomatis.

Platform keamanan ini juga mengusung visibilitas yang luas bagi tim keamanan di bank, mereka pun memiliki kendali utuh untuk memberikan keleluasaan bagi aplikasi-aplikasi yang layak untuk bisa memasuki internet gateway hingga ke dalam data center, inti di bank dengan sangat aman.

"Kapabilitas yang ditawarkan Palo Alto Networks seperti identifikasi dan pencegahan terhadap threat, memiliki standar yang begitu istimewa. Ia mampu mendukung staf kami, bertugas dari lokasi mana pun," kata Filipus H. Suwarno, Technology Security and Governance Division Head, Bank OCBC NISP di gedung Sentra Senayan, Jakarta, Kamis (13/7).

Dari data yang dia miliki serangan siber banyak dilakukan oleh negara-negara Eropa Timur dan Afrika Selatan.

Meski demikian, Filipus mengatakan hingga saat ini tidak ada satu pun usaha peretasan yang berhasil menembus keamanan bank OCBC NISP.

"Serangan banyak sekali, Alhamdulillah tidak ada yang berhasil," kata dia.

Dia pun berbagi tips kepada perusahaan agar terlindung dari serangan siber, salah satunya dengan menggunakan berbagai solusi.

"Kita enggak bisa selalu membeli produk yang terbaik, yang terpenting produk itu bisa interconnected satu sama yang lain supaya saat kita mendapatkan alertkita bisa mengkorelasasikan satu dengan yang lain," ujar Filipus.

"Kedua, kita harus tahu habit dari aplikasi kita juga, itu penting," tambah dia.(dbs/am/Antara/liputan6/bh/sya)


 
Berita Terkait Bank
 
• Tarif ATM Link naik, Wakil Ketua MPR: Semakin Memberatkan Masyarakat Nasabah Bank BUMN
 
• Divisi IT Bank Akui Serangan Cyber Meningkat Sejak Awal Tahun
 
• Lima Bank Kenamaan Didenda Rp74,8 triliun
 
• Yenti Garnasih: Kejahatan Perbankan Itu Berasal dari Bankir Itu Sendiri
 
• LPS Melaporkan Dugaan Tindak Pidana 27 Bank yang Sudah Diambil Izin Usahanya
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]