Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Import Daging
Dirjen Kementerian Pertanian Penuhi Pemeriksaan di KPK
Tuesday 12 Feb 2013 18:13:08

Luthfi Hasan Ishaaq, saat memenuhi panggilan KPK untuk pertama kalinya sejak ditetapkan sebagai tersangka, Rabu (6/2).(Foto: BeritaHUKUM.com/din)
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini Selasa (12/2) kembali melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap tersangka suap mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI).

Luthfi diperiksa sejak pukul 10:00 WIB, dan hingga sore ini masih terus dilakukan pemeriksaan di dalam ruang penyidikan KPK.

Selain memeriksa Luthfi, KPK hari ini juga memeriksa beberapa orang saksi lain dari Kementerian Pertanian.

Sejak hari ini, KPK terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait suap impor daging.

"Kita memeriksa saksi-saksi dari Kementerian Pertanian atas nama Ir Syukur Iwantoro, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan; Ahmad Junaidi, Dir Kesehatan Masyarakat dan Pasca Panen; Agung PNS di Kementerian, dan Suharso Marto Miharjo tidak Hadir, semua diperksa untuk tersangka LHI," ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi SP.

Sementara untuk jadwal pemeriksaan terhadap Menteri Pertanian sendiri belum ada penjelasan resmi.

"Namun dalam beberapa hari ini sesuai dengan pernyataan Ketua KPK, Menteri Pertanian Suswono akan segera dipanggil guna dimintai keterangan oleh penyidik KPK," pungkas Johan Budi.(bhc/put)


 
Berita Terkait Kasus Import Daging
 
MA Tambah Hukuman Luthfi Hasan Ishaaq Jadi 18 Tahun
 
Suap Import Daging, Maria Elizabeth Divonis 2 Tahun 3 Bulan Penjara
 
Suap LHI, Maria Elizabeth Liman Dituntut 4,5 Tahun Bui
 
Kasus Suap Impor Daging, KPK Tahan Maria Elisabeth Liman
 
Luthfi Hasan Ishaaq Divonis 16 Tahun Penjara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]