Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Razia PSK
Dirjen Imigrasi Tangkap 32 WNA PSK Ilegal
2017-01-13 19:56:22

PSK Ilegal yang berhasil ditangkap.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Direktorat Jenderal Imigrasi menangkap puluhan Warga Negara Asing (WNA) yang bekerja sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) pada, Kamis (12/1) malam.

"Dari penertiban yang kami lakukan, ada 32 WNA ilegal yang kami tangkap di dua lokasi," kata Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Yurod Saleh di gedung Keimigrasian jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (13/1).

Dari total WNA yang ditangkap, seluruhnya masuk ke Indonesia dengan menggunakan visa kunjungan. "Masuknya legal, tapi kenapa kami sebut ilegal karena mereka pakai visa kunjungan, tapi kenyataannya kerja," lanjutnya.

Saat penangkapan Direktorat Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian dibantu dengan Kantor Imigrasi Bogor kelas I.

Diduga, puluhan wanita bertubuh mulus tersebut menjajakan diri dengan bantuan seorang koordinator. Pasalnya, dari total 32 WNA tersebut, semuanya tidak bisa berbahasa Indonesia.

"Di Bogor kami menangkap lima warga Maroko, sementara di Jakarta Utara dan Barat kami amankan 27 orang. Semuanya ditangkap di tempat hiburan malam," lanjutnya.

Mereka antara lain berasal dari Tiongkok, Uzbekistan, Kazakhstan, Vietnam, Rusia, dan Maroko.

Tarif mereka sekali kencan sekitar Rp 1.750.000 sampai Rp 4.000.000,- "Mereka tidak bisa bahasa Indonesia. Makanya kami sedang dalami lagi," paparnya.

Seperti diketahui, maraknya warga negara asing yang berprofesi sebagai PSK bukan kali pertama yang ditangkap.(bh/as)


 
Berita Terkait Razia PSK
 
• Dirjen Imigrasi Tangkap 32 WNA PSK Ilegal
 
• Razia Cipkon, Polsek Samarinda Ilir Amankan 4 Pekerja THM Tanpa KTP
 
• 6 Wanita PSK dan Satu Hidung Belang Diamankan
 
• Razia Ramadhan, Kepolisian Mendapati Dua Kekasih Tanpa Surat Nikah
 
• Diduga Bocor, Satpol PP Hanya Jaring Beberapa PSK
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]