Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Partai Demokrat
Dinilai Langgar Fakta Integritas, DPP Demokrat PAW Gede Pasek
Friday 17 Jan 2014 11:56:00

Ketua Fraksi DPR RI Partai Demokrat Nurhayati Assegaf.(Fotio: BH/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - DPP Partai Demokrat, setelah mencopot Gede Pasek Suardika,SH MH dari ketua komisi III DPR-RI, selanjutnya bulan lalu menggeser Gede Pasek dari Komisi III ke Komisi IX, lalu akhirnya tidak cukup sampai disitu Gede Pasek menerima surat pemberhentian antar waktu (PAW) dari anggota DPR RI. Artinya Gede Pasek dicopot dari keanggotaanya sebagai wakil rakyat yang terhormat.

Menurut Ketua Fraksi PD Nurhayati Ali Assegaf mengatakan, Gede Pasek dianggap melanggar pakta integritas.

"Saya diberi surat, Pak Gede Pasek sudah diproses, di situ disebutkan karena Gede Pasek sudah melanggar fakta integritas dan kode etik," ujar ketua Fraksi PD Nurhayati Ali Assegaf di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (17/1).

Menurut Nurhayati, Keputusan PAW Pasek merupakan wewenang DPP Partai Demokrat, sebagai kadernya atau anggota partai, Pasek di anggap sudah melakukan penyimpang serius dan melanggar kode etik.

“DPP bisa keluarkan haknya. Partai ini sebagai institusi yang harus bisa tegakkan proses demokrasi," ujar Nurhayati Asegaf.

Dijelaskan lebih lanjut bahwa, "DPP Demokrat sudah mengirim surat, tanggal 13 Januari. Saya hanya diberi copynya," jelas Nurhayati.

Seperti diberitakan, surat pemecatan terhadap Sekjen Ormas PPI Gede Pasek, sudah diterima Sekretariat Jenderal DPR RI pada 13 Januari 2014.

"Surat baru masuk nih, tertanggal 13 Januari dari DPP Partai Demokrat," kata Winantuningtyastiti di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (16/1) kemarin.

Sementara, Pada Senin (18/11) lalu, Gede Pasek yang menerima perwakilan wartawan Fordiswan mengadukan tentang penganiayaan ke ruangan kerjanya di lantai 21 Gedung Nusantara 1 Senayan Jakarta mengatakan.

"Partai Demokrat bukan perusahaan keluarga, jika saya di pecat, saya akan mengajukan gugatan ke PTUN," ujar Pasek.(bhc/dar)


 
Berita Terkait Partai Demokrat
 
Mahkamah Agung RI Kabulkan PK Moeldoko Soal DPP Partai Demokrat, Sudah Tergister
 
Pernyataan SBY dan AHY Dipolisikan, Herman Khaeron: Si Pelapor Hanya Cari Panggung
 
Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan: Fakta Big Data, Pembangunan Era Pres SBY Lebih Baik Dibanding Era Pres Jokowi
 
Alasan Partai Demokrat Kabupaten Klaten Desak Anggota DPRD HS Mundur
 
Sambut Rakernas PKS, AHY: Temanya Sejalan dengan Semangat Partai Demokrat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]