Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Petani
Dinas Pertanian Aceh Utara Anjurkan Petani Gunakan Benih Bersertifikasi
Sunday 07 Apr 2013 22:05:58

Benih bersertifikat.(Foto: BeritaHUKUM.com/sul)
LHOKSEUMAWE, Berita HUKUM - Penggunaan benih padi bersertifikat dapat mendongkrak hasil produksi tanaman pangan, kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Aceh Utara, Muktarudin, melalui Bidang Produksi Pangan (BPP) Baktiya, Bakhtiyar, Sp, Minggu (7/4).

Hal tersebut menurutnya, sesuai yang diprogramkan dinas pertanian Aceh Utara, yaitu petani dianjurkan oleh pemerintah untuk dapat meningkatkan hasil produktifitas pangan nasional yaitu dengan cara menggunakan benih yang bersertifikasi, berkualitas serta mempunyai jaminan.

Beberapa kantor BPP di Aceh Utara pun demikian, katanya lagi, para petani sudah mulai memastikan benih padi yang akan disemai yaitu dari perusahaan PT Pertani (Persero). Benih padi yang beratnya 25 kilogram itu memiliki label bersertifikat.

“Kita menyuplai benih ini untuk meningkatkan produksi pertanian. Per kantong dengan berat 25 Kg itu, dijual dengan kisaran harga Rp50 ribu,” tukasnya.

Tambahnya, program percepatan produksi tanaman pangan dengan penggunaan benih berkualitas tersebut, sekitar 70 persen petani Aceh Utara sudah memakai benih itu.

Dari keterangan petani menyebutkan, tidak semua petani menggunakan benih padi yang bersertifikat itu. Disebutkanya, hanya petani yang mampu atau memiliki modal besar saja yang menggunakan benih tersebut.

"Sementara, sebagianya masih bertahan menggunakan benih hasil dari panenya sendiri," ujar Sulaiman, petani di Kecamatan Baktiya.(bhc/sul)


 
Berita Terkait Petani
 
• Miris Petani Buang Hasil Panen Raya, Daniel Johan Desak Pemerintah Lakukan Intervensi
 
• Petani Boyolali Soroti Soal Anggaran Pemilu 110,4 T, Giliran Harga Tomat Dibiarkan Anjlok
 
• PKS: Pak Jokowi, Petani Muda Hanya 8 Persen Bukan 29 Persen
 
• Pemerintah Harus Data Ulang Kartu Tani Agar Tepat Sasaran
 
• Tebang Pohon Jati di Kebunnya, Tiga Petani di Soppeng Divonis 3 Bulan Penjara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]