Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Kelapa Sawit
Dinas Perhubungan Kaur Tak Berdaya terhadap Truk Pengangkut Sawit Lebih Tonase
2018-07-10 22:57:22

Kepala Dinas Perhubungan Kabupeten Kaur, Bengkulu Anwar Sanusi, Spd (kiri).(Foto: BH /aty)
KAUR, Berita HUKUM - Banyak truk pembawa hasil produksi buah kelapa sawit yang melintas di wilayah hukum Kabupaten Kaur provinsi Bengkulu setiap hari yang melebihi kapasitas muatan/ tonase sesuai ditentukan, sebagaimana diatur dalam UU Nomor. 22 tahun 2009 tentang angkutan jalan raya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kaur Anuar Sanusi, Spd mengatakan bahwa, akan menindak tegas terhadap banyaknya truk pengangkut buah kelapa sawit yang menuju ke pabrik CPO dengan melebihi kapasitas muatan yang telah ditentulan, yang saat ini sudah meresahkan masyarakat sekitar Kaur, terutama masyarakat di pinggir jalan lintas,

Namun, pihak Dinas Perhubungan Kaur tidak bisa menindak tegas secara langsung terhadap truk yang melebihi kapasitas muatan, yang mencapai 14,86 ton, padahal berat maksimal yang hanya 11 ton jelas Anwar Sanusi. "Bila adanya teman dilapangan yang melanggar kami hanya memberikan peringatan saja sampai tiga kali, setela itu baru direkomendasikan ke Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu," ungkap Anwar Sanusi, Spd saat ditemui pewarta diruang kerjanya, Selasa (10/7).

Sementara salah seorang masyarakat Kaur yakni Budi Susanto, warga Desa Binjay Kecamatan Tetap, berharap kepada aparat yang berwenang untuk, "menindak tegas truk yang kelebihan muatan tersebut, agar memiliki efik jera. Mingingat kelebihan muatan tersebut bukan hanya berbahaya bagi truk itu sendiri, namun bagi masyarakat di sepanjang pinggir jalan raya tempat truk sering melintas. Buah sawit yang diangkut sering mengalami jatuh ke bahu jalan, padahal berat tandan sawit yang dibawa mencapai 60 kg setiap tandan buah sawit," ungkap Budi Susanto.(bh/aty)


 
Berita Terkait Kelapa Sawit
 
Indonesia Gugat Uni Eropa ke WTO atas Tuduhan 'Diskriminasi Sawit'
 
Melawan Insentif Kebijakan untuk Perkebunan Kelapa Sawit Jahat
 
Pemboikotan Sawit Indonesia Oleh Uni Eropa Tidak Bisa Diabaikan
 
Petani Plasma Sawit Minta Menko Maritim Membantu Hapus Pungutan Ekspor CPO
 
Harga Kelapa Sawit Rendah, APPKS Desak Pemerintahan Joko Widodo Bebaskan Pungutan Ekspor CPO
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Sosialisasi Jamu Herbal Kenkona di Depok, Ketum HMS Centre Yakin Tak Sampai 5 Persen Terpapar Covid19 di Indonesia
Kabaharkam Serahkan Ribuan APD Covid-19 Bantuan Kapolri untuk RS Bhayangkara Polda Jawa Timur
Kasus Kondensat BP Migas - TPPI, Terdakwa: Pemberian Kondensat Kepada PT TPPI Berdasarkan Kebijakan Pemerintah
Dekan FH UII: Guru Besar Hukum Tata Negara Kami Diteror!
Lindungi Warga DKI, Anies Pasang Badan
Beberapa Hari Dibuka, Ratusan Sekolah di Korsel Harus Ditutup Lagi karena Lonjakan Kasus Covid-19
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Ternyata Sebelum Ruslan Buton, Khoe Seng Seng Juga Sudah Lebih Dulu Minta Jokowi Mundur
Inilah Pernyataan Pers PP Muhammadiyah Tentang Pemberlakuan New Normal
Polri Siap Masifkan Protokol New Normal
Anies: Perpanjangan PSBB Jakarta Jadi Penentu Transisi Memulai 'New Normal'
Polri Tutup Pintu Masuk Arus Balik Menuju Jakarta
Polri Tangkap 2 WNA dan Sita 821 Kg Sabu
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]