Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Muhammadiyah
Din Tekankan Pentingnya Tuntutan dalam Tontonan
Sunday 05 Apr 2015 03:13:38

Ketua Umum MUI yang juga Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Din Syamsuddin saat baru menerima Penghargaan/Award dari KPI, sebagai Tokoh Pendukung Penyiaran Bermutu.(Foto: Istimewa)
MAKASAR, Berita HUKUM - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Din Syamsuddin menekankan pentingnya tuntunan dalam tontonan. Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan singkat usai menerima plakat penghargaan dari KPI, Rabu (1/4) lalu.

Din mengatakan, penghargaan yang diterimanya itu, bukan utk dirinya sendiri, dan bukan untuk dua organisasi yang kini sedang dipimpinnya, yaitu Muhammadiyah dan MUI, tetapi penghargaan itu juga buat umat dan segenap masyarakat. Hal ini, menurut Din, adalah karena sesungguhnya masyarakat itu sendiri yang berperan mendorong dan menciptakan adanya siaran-siaran yang positif dan bermutu. Maka Din berharap masyarakat luas tetap menjadi pengawas dan pengawal siaran. Kepada lembaga-lembaga penyiaran, Din pun berpesan agar menunaikan tanggung jawab untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dengan menampilkan siaran-siaran yang tidak hanya bersifat tontonan tetapi juga tuntunan. Di akhir sambutannya, Din memberi apresiasi kepada KPI yang telah menunjukkan kiprahnya yang semestinya sebagai lembaga quasi negara yg bertanggungjawab atas adanya siaran-siaran yang bermutu, mencerdaskan dan mencerahkan.

Din Syamsuddin menerima Penghargaan/Award dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Penghargaan sebagai Tokoh Pendukung Penyiaran Bermutu itu diberikan KPI kepada Din Syamsuddin pada Resepsi Hari Penyiaran Nasional (Harsianas), 1 April di Anjungan Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.

Penghargaan serupa diberikan KPI ke lembaga pemerintah yaitu Gubernur Sulawesi Selatan, dan lembaga swasta Rumah Sinema. Peringatan Hari Penyiaran Nasional di Makassar adalah meengenang 82 th berlangsungnya Peresmian Stasiun Radio pertama di Kraton Mangkunegaran Solo 82 tahun yg lalu. Peringatan Harsiarnas kemarin juga menandai berakhirnya Rakornas KPI yg dihadiri oleh segenap komisioner KPI dan KPID dari seluruh Tanah Air. (#mst/mdyh/bh/sya)


 
Berita Terkait Muhammadiyah
 
Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!
 
Kalender Hijriah Global Tunggal: Lompatan Ijtihad Muhammadiyah
 
Jusuf Kalla Sebut Pikiran Moderat Haedar Nashir Diperlukan Indonesia
 
Tiga Hal yang Perlu Dipegang Penggerak Persyarikatan Setelah Muhammadiyah Berumur 111 Tahun
 
106 Tahun Muhammadiyah Berdiri Tegak Tidak Berpolitik Praktis, Berpegang pada Khittah
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia
Purbaya curhat: Saya menteri paling tidak beruntung di dunia
KPK Petakan 3 Titik Rawan Korupsi APBD, Mitigasi Potensi Kebocoran Daerah Capai Rp2,37 Triliun
RUU Perampasan Aset Masih Ada di Prolegnas Prioritas 2026, DPR-Pemerintah Concern Membahas
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]