Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Muhammadiyah
Din Syamsuddin Resmikan Islamic Center UAD
Tuesday 23 Jun 2015 04:13:36

Masjid kampus UAD Yogyakarta akhirnya selesai dibangun diresmikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, kemarin Jumat (19/6) lalu dan disaksikan oleh seluruh civitas akademika UAD.(Foto: Istimewa)
YOGYAKARTA, Berita HUKUM - Mahasiswa UAD boleh berbangga, karena masjid kampusnya sudah bisa digunakan dan baru saja diresmikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, kemarin Jumat (19/6) lalu. Masjid kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta akhirnya selesai dibangun sejak awal 2014. Masjid yang dibangun dengan dana Rp 38,5 milyar ini berada di Kampus IV UAD di Desa Tamanan, Banguntapan, Bantul. Masjid tersebut diresmikan pemakaiannya oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, dan disaksikan oleh seluruh civitas akademika UAD.

Masjid UAD ini juga memiliki Islamic Center yang akan menjadi pusat kajian Ilmu-ilmu ke Islaman di Yogyakarta. Din Syamsuddin dalam kesempatan itu berharap agar masjid kampus UAD ini bisa menjadi pusat kajian Islam di Yogyakarta.

"Ini tanggungjawab untuk UAD tidak meninggalkan keilmuan dan keagaamaan. Masjid dan Islamic Center UAD ini saya harap bisa menjadi Pusat Studi Kemuhammadiyahan yang akan memgembangkan pemikiran-pemikiran Islam," ujarnya.

Kaderisasi Ulama, menurut Din, adalah sebuah keharusan bagi Muhammadiyah melahirkan dan membina kader-kader ulama melalui Islamic Center ini, Din mengharapkan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah harus terus mengawal kader-kader ulama Muhammadiyah.

Rektor UAD, Kasiyarno mengatakan, masjid UAD ini dibangun dengan tiga lantai. Tempat ibadah utama ada di lantai dua dan tiga. Sedangkan lantai pertama akan dIfungsikan sebagai kantor masjid, kantor Majelis Tarjih Muhammadiyah dan perpustakaan.

"Lantai pertama ini dilengkapi pula dengan ruang konsultasi keagamaan, museum ke-Islam-an, ruang konferensi maupun diseminasi kajian-kajian Islam," ungkapnya.

Universitas Ahmad Dahlan menjadi sebuah kampus yang berkembang pesat. Perkembangannya menuntut fasilitas yang lebih bukan hanya untuk kepentingan akademik namun juga untuk membangaun moralitas seluruh civitas. Masjid Islamic center yang berada di Jalan Lingkar selatan dekat terminal Giwangan ini berdiri megah dengan daya tampung 5000 jamaah.

Ramadhan tahun ini Masjid Islamic center UAD mulai difungsikan untuk kegiatan ibadah sholat lima waktu, teraweh, shalat jumat, pengajian dan kajian. Seperti disampaikan oleh ketua panitia ramadhan di kampus UAD, Nur Kholis, masjid ini bukan hanya untuk sivitas akademik UAD saja namun juga dibuka untuk umum. Khususnya untuk ramadhan tahun ini panitia menyiapkan makan takjil bagi jamaah, imam salat teraweh dan shubuh oleh para hafidz yang sudah diseleksi dan menghadirkan para penceramah yang sudah terkenal, seperti mantan ketua umum PP Muhammadiyah Amien Rais, Mantan Ketua MK, Mahfudz MD, dan Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas dan pembicara kondang lainnya.

Selain dihadiri para tokoh nasional, selama dua puluh hari akan diadakan buka bersama untuk 200 sampai 300 orang dimasjid tersebut. 10 hari terakhir akan diadakan tahsin al-Qur’an bersama.(dzar/muhammadiyah/bh/sya)


 
Berita Terkait Muhammadiyah
 
Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!
 
Kalender Hijriah Global Tunggal: Lompatan Ijtihad Muhammadiyah
 
Jusuf Kalla Sebut Pikiran Moderat Haedar Nashir Diperlukan Indonesia
 
Tiga Hal yang Perlu Dipegang Penggerak Persyarikatan Setelah Muhammadiyah Berumur 111 Tahun
 
106 Tahun Muhammadiyah Berdiri Tegak Tidak Berpolitik Praktis, Berpegang pada Khittah
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia
Purbaya curhat: Saya menteri paling tidak beruntung di dunia
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]