Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
APEC
Diliput 3000 Media, KTT APEC 2013 di Bali Akan Gunakan 'Electric Car'
Wednesday 26 Jun 2013 09:50:32

Logo APEC Indonesia 2013.(Foto: Ist)
BALI, Berita HUKUM - Rapat Terbatas Kabinet yang membahas persiapan KTT Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik atau APEC di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Selasa (25/6), menyepatkan akan menggunakan hemat energi dalam bentuk electric car untuk mobilitas delegasi dalam kegiatan yang akan diselenggarakan pada 5–7 Oktober mendatang.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa yang dicegat wartawan seusai Ratas menjelaskan, semua kepala negara yang hadir nantinya akan berada di kompleks Nusa Dua. Hotel dan akomodasi telah siap. Sementara untuk pergerakan di Nusa Dua khusus Leaders yang hadir menggunakan kendaraan masing-masing, tetapi di luar itu kita menggunakan kendaraan green yaitu electric car yang kita buat sendiri, dan telah kita sertifikasi. “Namun hal itu tidak banyak dan ditambah dengan kendaraan menggunakan biodiesel. Jadi semua kendaraan yang dipakai jenis green car,” kata Hatta.

Ia menyebutkan perhelatan akbar yang akan diikuti para kepala Negara/kepala pemerintahan negara-negara Asia Pasifik itu akan diliput oleh 3000 media dari dalam dan luar negeri. Sehingga nantinya peliputan akan diatur dengan baik di areal seluas 7500 m2 . “Media kita perhatikan betul karena ini kunci keberhasilan kita,” ujar Hatta.

Adapin inti dari KTT APE yang terkait dengan substansi, menurut Menko Perekonomian, diantaranya bagaimana kita mengatakan kalau kawasan ini merupakan kawasan yang more resilience (memiliki daya tahan) terhadap shock tetapi juga merupakan kawasan pertumbuhan Asia Pasifik.

“Dengan tiga pilar, yaitu attaining Bogor Goals dimana kita mengingatkan kembali bahwa Bogor Goals tidak hanya berbicara tentang equity (Hasil KTT APEC 1994) akan tetapi bicara juga tentang capacity building. Ada keadilan disitu. Pilar kedua yaitu equitable development, dimana pembangunan itu harus merata dan berkeadilan antar negara-negara. Dan yang ketiga adalah connectivity,” papar Hatta.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengemukakan, sejauh ini kita siap untuk menjadi tuan rumah yang baik. “Bapak Presiden memberikan arahan mengenai program telah kita bahas dan dikunci, substansi telah selesai dan bagus. Dan kita telah melaksanakan 90 pertemuan sejak rangkaian APEC ini. Namun masih ada 90 pertemuan lagi yang akan selesai dalam waktu dekat ini, baik level Senior Officials maupun Ministerials,” jelas Hatta.

Puncak KTT APEC 2013 pada tanggal 6 Oktober 2013, dimana Presiden akan memulai pertemuan, pagi sebagai keynote speech, dan tanggal 7 Oktober ada acara APEC Business Advisory Council (ABAC), sementara dan tanggal 8 Oktober 2013 selesai. Kemudian para Kepala Negara/Kepala Pemerintahan ASEAN akan berangkat semua ke Brunei untuk mengikuti KTT ASEAN 2013 di Bandar Seri Begawan.(am/ira/es/skb/bhc/opn)


 
Berita Terkait APEC
 
Delegasi Perwira TNI Hadiri APEC 2013 Sebagai Pengamat
 
Wahana Lingkungan Hidup tentang Agenda Lingkungan dalam Pertemuan KTT APEC 2013
 
Panglima TNI Tinjau Pengamanan KTT APEC 2013 di Bali
 
Pangkogabpam APEC: Dua Sistem Senjata Digunakan Pengamanan KTT APEC 2013
 
Presiden Obama Tetap Hadiri APEC di Bali
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]