Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Jembatan
Diduga Terjadi Kegagalan Bangunan, Jembatan Tanipah Ambruk
2017-09-05 13:26:42

Jembatan Tanipah di Kabupaten Barito Kuala Selatan, Kalimantan Selatan Ambruk yang baru 2 tahun dibangun.(Foto: Istimewa)
BARITO, Berita HUKUM - Tim Kunjungan Spesifik Komisi V DPR RI yang dipimpin Fary Djemy Francis memberikan perhatian serius terhadap Jembatan Tanipah di Kabupaten Barito Kuala Selatan, Kalimantan Selatan yang ambruk baru baru ini. Jum'at (25/8) lalu.

Jembatan yang menghubungkan Desa Bangkit Baru-Desa Tanipah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, ambruk pada tanggal 17 Agustus 2017. dibangun memakai dana DAK APBN Perubahan 2015 senilai Rp 17.444.198.000. dan sampai saat ini penyebab ammbruknya jembatan masih dalam Investigasi Tim penegak hukum.

Dalam Kunjungan spesifik ini Tim Komisi V DPR RI selain memastikan hal hal yang berkaitan dengan penerapan UU Jasa Konstruksi yang sudah disahkan. juga melakukan mediasi dengan Bupati dan semua komponen aparat hukum untuk mencarikan solusi sebagai pengganti jembatan yang ambruk.

Fary Djemy Francis menjelaskan, dalam UU Jasa Konstruksi ada pasal pasal yang mengatur, baik penyebab dan siapa yang harus bertanggung jawab terhadap jembatan dan bangunan yang dinyatakan gagal bangunan. "Jembatan Tanipah yang ambruk ini patut diduga terjadi kegagalan bangunan" tegas Fery.

Unutk itu pihaknya fokus penanganan pasca runtuh. Komisi V ingin memastikan pembangunan jembatan darurat dipercepat, guna mengantisipasi arus lalu lalang masyarakat sekitar. " Kami mengharapkan secepatnya pembangunan jembatan darurat sebagai bentuk alternatif yang ada," ujarnya.

Kedatangan Tim Komisi V DPR RI disambut Bupati Barito Kuala Hasanuddin Murad yang juga mantan anggota DPR Komisi V serta pejabat mitra kerja terkait. Menurut Bupati, saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan investigasi BBPJN XI. "Nanti akan dibikin jembatan darurat," ujar Hasanuddin Murad.(ds,mp/DPR/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Jembatan
Ponton Angkut Batu Bara Kembali Tabrak Jembatan Sungai Mahakam
Jembatan Mahakam Kembali Ditabrak Ponton, Pengendara Diatasnya Panik
Diduga Terjadi Kegagalan Bangunan, Jembatan Tanipah Ambruk
Baru 1 Jam Diresmikan, Jembatan Way Tataya Ambrol
Bupati Rita Widyasari Resmikan Jembatan Penghubung Pulau Kumala
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Buku Merah: Polisi 'Semestinya' Tindak Lanjuti Temuan Investigasi IndonesiaLeaks
Masjid di Afghanistan Dibom Saat Shalat Jumat, Sedikitnya 62 Orang Tewas
Akbar Tanjung Komentari Sikap Politik Gerindra dan Demokrat Merapat ke Kubu Jokowi
Sulli: Perempuan yang Berani Memberontak terhadap Dunia K-pop
Polda Gelar Doa Bersama untuk Situasi Kamtibmas di Gorontalo
Polda Gorontalo Gelar Apel Kesiapsiagaan Jelang Pelantikan Presiden Dan Wakil Presiden
Untitled Document

  Berita Utama >
   
BW: Sejarah Mencatat KPK Resmi 'Dihabisi' di Era Jokowi
BEM SI Kembali Gelar Aksi Siang Ini Mendesak Jokowi Terbitkan Perppu KPK
Mungkinkah Prabowo Akan Jadi Penghianat Istana?
Utang Luar Negeri RI Makin Bengkak, Naik Jadi Rp 5.553,5 Triliun
Jelang Pelantikan Presiden, DPR RI Berlakukan Sistem 'Clearance'
Pernyataan Din Syamsuddin terkait Kasus Penyerangan atas Menko Polhukam Wiranto
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]