Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Perdata    
 
Kejaksaan Agung
Diduga 3 Oknum JPU Sembunyikan Terdakwa Kasus Penggelapan Akta
Monday 04 Nov 2013 20:16:46

Gedung Kejaksaan RI.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kasus penggelapan akta dan surat-surat tanah dengan terdakwa Agus Sutanto berbuntut panjang, hingga dugaan mengarah pada keterlibatan oknum jaksa yang semestinya menjalankan aturan hukum yang berlaku.

Pasalnya, 3 orang jaksa selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU), masing-masing yaitu, Yanuar bersama Syahrul dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Barat (Jakbar) dan Saiful dari Pidana Umum Kejagung ini tidak melaksanakan penetapan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakbar tanggal 14 Agustus 2013.

Adapun isi dari penetapan majelis hakim PN Jakbar tersebut, yakni memerintahkan JPU untuk melakukan penahanan atasa nama terdakwa 1 Agus Sutanto dalam rumah tahanan negara Salemba, Jakarta Pusat, paling lama 30 hari, terhitung sejak tanggl 14 Agustus 2013 sampai 12 September 2013.

Namun yang dilakukan JPU justru membawa terdaka ke RS Pondok Indah untuk dirawat dengan penyakit yang tak jelas. Kemudian dipindah ke RS Abdi Waluyo, Jl. Raden Saleh No. 40, Menteng, Jakarta Pusat.

‎​Keanehan Agus Sutanto sakit mulai terkuak ketika keluarga saksi pelapor melakukan investigasi ke RS Abdi Waluyo tersebut, diman pada tanggal 26 September ketika di cek ks RS Abdi Waluyo, pihak rumah sakit menyatakan pasien bernama Agus Sutanto cuti perawatan. Keluarga pelapor juga menemukan pesien menempati kamar inap Agus Sutanto justru orang lain.

Akibat kongkalikong JPU dengan terdakwa, proses persidangan tidak bisa dilanjutkan karena JPU tak kunjung menghadirkan terdakwa ke persidangan, padahal sebelumnya JPU menuntut terdakwa 2,5 tahun penjara dan perintah segera ditahan.

Sementara itu Jaksa Agung Muda Pidana Umum, Kejaksaan Agung, Mahfud Manan mengatakan bahwa terdakwa memang sakit.

"Orang itu (terdakwa) memang sakit jantung, kita sudah koordinasi," kata Mahfud kepada Wartawan, Senin (4/11) di Jakarta.

Hal ini malah bertolak belakang dengan pengacara pelapor yang mengatakan terdakwa itu sebenarnya hanya berdalih. "Omong kosong saja itu Jampidum, dulu memang pernah operasi jantung tapi sudah sekian tahun yang lalu. Ini rencana putusan tanggal 6 November," kata Daniel Tonapa Masiku yang didampingi Vinsensius HR, dan Bonifasius Gunung selaku kuasa hukum Saksi pelapor.(bhc/mdb)


 
Berita Terkait Kejaksaan Agung
 
Jaksa Agung Himbau Staf Ahli Memantau Perkembangan dan Perubahan KUHP atau KUHAP
 
Amir Yanto Jadi Jamintel Gantikan Sunarta yang Menjadi Wakil Jaksa Agung
 
Wakil Jaksa Agung Apresiasi Kejati Kalbar Terkait Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM
 
Ini Tujuan Wakil Jaksa Agung Berkunjung ke Riau
 
Ini Penjelasan Wakil Jaksa Agung Terkait Undangan Konperensi Pers DPP PEKAT IB
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]