Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Virus Corona
Di Hadapan Menkes, Presiden PKS Ingatkan Efikasi Vaksin Sinovac Belum Teruji
2020-12-19 14:39:17

Presiden PKS Ahmad Syaikhu bersma Menkes RI, Terawan.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Presiden PKS Ahmad Syaikhu memberikan paparan dalam peluncuran Buku Putih Penanganan Pandemi Covid-19 oleh Fraksi PKS DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (17/12).

Hadir juga dihadapan Presiden PKS Ketua FPKS DPR RI Jazuli Juwaini, Ketua Tim Covid-19 FPKS Netty Presetiyani, Menteri Kesehatan dr Terawan Agus Putranto, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo dan Epidemiolog Dr Ede Surya Darmawan.

Di depan Menkes Terawan, Syaikhu menyebutkan jika masyarakat berhak mengetahui tingkat efikasi atau kemanjuran vaksin Covid-19 dari china yang diadakan oleh Pemerintah.

"Masyarakat dan kami ingin mengetahui tingkat efikasi atau kemanjuran vaksin Sinovac yang didatangkan pemerintah. Vaksin Sinovac ini belum selesai uji klinis tahap III sehingga kadang ada was-was di masyarakat," kata Syaikhu.

Syaikhu mengungkapkan lahirnya Buku Putih Penanganan Pandemi Covid-19 oleh FPKS DPR RI adalah sebuah ikhtiar dan masukan bagi pemangku kebijakan dalam penanganan Covid-19.

"Banyak catatan menyangkut penanganan Covid-19 ini. Saya menangkap hadirnya buku ini bisa menjadikan masukan dari F-PKS sebagai upaya untuk sharing terkait penyelesaian masalah yang ada," ungkap dia.

Ia pun menyebut penanganan Covid-19 harus dilakukan secara bersama oleh seluruh komponen bangsa. "Sekali lagi menangani Covid-19 tidak mungkin sendiri, harus ada kebersamaan diantara seluruh stakeholder," kata Syaikhu.

Sementara, Fraksi PKS DPR RI meluncurkan buku putih dengan judul 'Penanganan Pandemi Covid-19 di Indonesia'. Ketua Tim Covid-19 Fraksi PKS yang juga koordinator dari buku putih, Netty Prasetiyani Aher mengatakan buku ini menawarkan ide dan gagasan kepada pemerintah dalam menangani Covid-19.

"Covid-19 merupakan penyakit baru yang semua negara masih belajar dalam menanganinya. Melalui buku putih ini, PKS memberikan sumbangsih dan kontribusi perjuangan Fraksi PKS di masa pandemik. Buku ini menjadi bukti bahwa PKS merespon setiap permasalahan dan menyampaikan kepada masyarakat hal - hal yang bisa diperjuangkan termasuk isu vaksin (corona)," ucapnya ketika memberi kata sambutan di kegiatan Bedah Buku Putih 'Penanganan Pandemi Covid-19 di Indonesia' di Ruang Abdul Muis, Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis, (17/12).

Salah satu output dan tujuan dari ditulisnya buku putih tersebut adalah untuk memberikan informasi dan wawasan kepada masyarakat, sekaligus tradisi membangun literasi. "Menawarkan solusi bagi tiap masalah yang dihadapi, Ini yang kita persembahkan bagi masyarakat Indonesia, gagasan dan solusi khusus bagi pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19, sekaligus diharapkan menjadi warisan yang terdokumentasikan," katanya.

Netty mengatakan, meski PKS merupakan oposisi pemerintah, bukan berarti apa yang disampaikan 'asal beda' dengan yang lain. Pihaknya hanya ingin mengadu ide dan gagasan dalam menyelesaikan permasalahan bangsa. "kalau kami berbeda, yakinlah kami bukan sedang bermusuhan. Tapi kami sedang mengadu ide dan gagasan mana yang paling tepat untuk menyelesaikan permasalahan bangsa ini," katanya.

Bagi Netty, menjadi seorang politisi bukan hanya sekedar jalan untuk mengejar kekuasaan, melainkan seperangkat etika untuk mempercepat layanan prima kepada masyarakat. "Mudah-mudahan politik itu yang sedang kita bangun, kolaborasi serta sinergitas dalam menyelesaikan pandemik," terangnya.

Di tempat yang sama, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyambut baik peluncuran buku tersebut. Ia menilai buku putih penanganan Covid-19 telah memberikan gambaran kolaborasi dan dukungan dalam menangani Covid-19 di Indonesia.

Terawan berharap buku tersebut dapat memberikan masukan berharga yang objektif dan konstruktif kepada pemerintah dalam mengatasi covid-19. "Kami apresiasi pandangan, pemikiran, penilaian dari Fraksi PKS atas penanganan Covid-19 di Indonesia yang sebagaimana tertuang dalam buku. Kami sangat hargai. Tentu akan kami jadikan bahan evaluasi dan bahan perbaikan dalam penangan Covid-19 ke depannya," imbuhnya.

Menkes mengharapkan kolaborasi antara DPR dan pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 terus berlanjut hingga ke depan. "Kami berharap dukungan dan kolaborasi penanganan Covid-19 tidak berhenti, terus berlanjut sehingga keberhasilan kita bersama dalam atasi pandemi ini dapat terwujud dengan bersatunya komponen bangsa dan memutus rantai Covid-19 dan pandemi bisa diakhiri," jelas terawan.(PKS/rnm/er/DPR/bh/sya)


 
Berita Terkait Virus Corona
 
Pemerintah Perlu Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan Rakyat terkait Kedatangan Turis China
 
Pemerintah Cabut Kebijakan PPKM di Penghujung Tahun 2022
 
Indonesia Tidak Terapkan Syarat Khusus terhadap Pelancong dari China
 
Temuan BPK Soal Kejanggalan Proses Vaksinasi Jangan Dianggap Angin Lalu
 
Pemerintah Umumkan Kebijakan Bebas Masker di Ruang atau Area Publik Ini
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]