Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Selebriti    
 
Kasus Depe Jupe
Depe Jenuh Hadapi Jupe
Saturday 16 Jul 2011 01:1

Jakarta–Perseturuan yang berlarut-larut dan berlanjut ke meja hijau dengan Julia Perez, mengundang kejenuhan Dewi Persik. Justru dirinya menginginkan pertiakain itu segera berakhir secara damai dan diselesaikan secara baik-baik.

Tapi kalau ada pihak yang kembali memanaskan perseteruan itu, janda pendangdut Saipul Jamil ini, takkan mau menanggapi secara serius. “Saya bosen, biarin saja. Mau dibawa ke mana, silahkan," ungkap artis yang mendapat sapaan Depe ini, saat dihubungi di Jakarta, Jumat (15/7).

Pertikaian dengan artis Jupe, sapaan Julia Perez, berawal dari aksi cakar-cakaran yang merupakan set dalam sebuah adegan film horor. Namun, hal itu menjalar keluar dan kini bergulir ke meja hijau.

Perseturuan Dewi dan Jupe memang sudah terlalu lama. Tapi ada yang lucu dari perseturuan ini.Dua artis yang penuh kontroversi pernah melakukan perdamaian, tapi masing-masing dari mereka saling melaporkan ke polisi, sehingga perdamaian tersebut sudah tidak ada artinya lagi. Akhirnya kedua-duanya terancam pidana pasal pasal 351 tentang penganiayaan.

Penyanyi dangdut yang melejit lewat “Goyang Gergaji” itu, memiliki nama lengkap Dewi Murya Agung, terlahir di Jember, Jawa Timur, 18 Desember 1985. Nama Perssik sendiri diberikan oleh manajernya, yang berharap karirnya bersinar seperti buah persik. Dewi dikenal sebagai artis kawin cerai dan segudang kontroversi, salah satunya beredarnya foto setengah bugil yang bagian atasnya hanya ditutupin kain basah transparan.(dbs/biz)



 
Berita Terkait Kasus Depe Jupe
 
Giliran Depe Bantah Aniaya Jupe
 
Jupe Bantah Aniaya Depe
 
Depe Jenuh Hadapi Jupe
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Untitled Document

  Berita Utama >
   
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]