Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Densus 88
Densus 88 Tembak Tiga Terduga Teroris Hingga Tewas di Tangsel
2016-12-21 15:47:46

Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri menembak tiga terduga teroris saat digerebek di rumah kontrakan di Kampung Curug, RT 02/01, Desa Babakan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten. Tiga terduga teroris yang tewas yaitu, Omen mantan napi pembunuhan, Irwan alias Irawan sopir di perusahaan air mineral di Tasikmalaya, Helmi alias Hilmi penjual nasi bubur di Tasikmalaya.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengapresiasi gerak cepat Polri dalam penemuan bom itu sehingga dapat dicegah sebelum aksi berjalan. Apalagi polisi berhasil melumpuhkan bom aktif yang siap diledakkan.

"Saya sudah mendapatkan laporan dari Kapolri tentang itu. Sekali lagi, saya ingin memberikan penghargaan yang tinggi kepada Densus 88, kepada Kapolri dan seluruh jajaran yang bisa mengantisipasi sebelum kejadian, sehingga hal-hal yang tidak kita inginkan bisa dicegah sebelum kejadian," kata Jokowi di Kantor Kecamatan Entikong, Kalimantan Barat, Rabu (21/12).

Jokowi bersyukur aksi terorisme bisa dicegah sejak dini. Padahal, banyak negara di dunia yang baru menangani terorisme setelah aksi berlangsung.

Penggerebekan berdasarkan informasi terduga teroris Adam. Dari Adam, petugas mendapatkan informasi bahwa tiga rekannya berada di sebuah rumah kontrakan bernomor 36. Adam juga menyampaikan ada bom dan senjata di rumah tersebut.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M. Iriawan menjelaskan penembakan itu dilakukan karena ketiga terduga teroris melakukan perlawanan dengan pistol dan bom.

"Saat dilakukan pengepungan dan anggota telah meminta untuk menyerahkan diri, mereka melawan dengan senjata api dan bom," ujar Kapolda Irjen M. Iriawan.

Perlawanan yang dimaksud adalah lemparan bom dari dalam kontrakan ke arah tim Densus 88. Densus merangsek masuk ke dalam kontrakan. Tiga orang yang terdeteksi di dalam rumah berhasil dilumpuhkan dan dinyatakan tewas.

Rikwanto menuturkan penggerebekan berawal dari penangkapan terduga teroris Adam pukul 08.00 WIB. Adam ditangkap saat mengarah ke Jalan Raya Serpong.

Dari hasil interogasi, ternyata ada tiga rekannya di kontrakan punya rencana akan melakukan teror. Akhirnya Densus melakukan penggerebekan. Lantaran adanya perlawanan dari tiga terduga teroris, Densus terpaksa melumpuhkan.

"Penyerangan ke pos kepolisian, dengan lebih dulu melakukan penusukan ke anggota, dan setelah berkumpul anggota dengan masyarakat, bom akan meledak. Niatnya bom bunuh diri," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Kombes Rikwanto.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan bom yang ditemukan di Tangerang Selatan rencananya akan diledakkan terduga teroris di pospol dekat Eka Hospital, Serpong.

"Dari hasil interogasi diperoleh informasi bahwa mereka berencana melakukan aksi teror pada akhir tahun 2016, dengan target Pos Lantas di RS Eka (Serpong)," kata Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.

Argo menjelaskan saat ini sejumlah polisi masih berjaga di sekitar lokasi penggerebekan, untuk perkembangan sementara sedang dilakukan proses olah TKP.(bh/as)


 
Berita Terkait Densus 88
 
Polri Klaim Muhammad Jefri Meninggal karena Serangan Jantung
 
Densus 88 Tembak Tiga Terduga Teroris Hingga Tewas di Tangsel
 
Legislator Tanyakan Penyebab BNPT Identikkan Teroris dengan Islam
 
Densus 88 Berhasil Bekuk 2 Terduga Jaringan Teroris
 
Teguh Juwarno Kecewa Pada Tindakan Densus 88
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]