Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Turki
Demonstran Turki Bertahan di Lapangan Taksim
Tuesday 04 Jun 2013 14:49:13

Lapangan Taksim pada Selasa (4/6) dini hari sudah diwarnai semburan gas air mata.(Foto: Ist)
TURKI, Berita HUKUM - Kerumunan warga yang berkeras tetap tinggal di Lapangan Taksim di kota terbesar Turki, Istanbul, menjadi pemandangan hari kelima aksi protes di negeri itu.

Mereka menolak bubar meski polisi telah menggunakan gas airmata dan kanon air untuk menyemprot peserta aksi protes di Istanbul dan di ibukota Ankara.

Akibat bentrokan dengan aparat, seorang pejabat resmi pemerintah membenarkan seorang korban tewas akibat cedera dalam sebuah aksi protes di kota sebelah selatan Turki, Antakya.

Pada Selasa (4/6) dini hari, dilaporkan ratusan orang yang tetap berkumpul di lapangan Taksim diberondong serbuan air dari kanon milik polisis anti huru-hara.

Mereka berteriak "Tayyip, mundur!" sambil melambaikan bendera merah dan meniup peluit ditengah semburan gas air mata.

Di dekat kantor Perdana Menteri Tayyip Erdogan di distrik Besiktas, polisi juga menggunakan gas air mata untuk mengusir peserta protes.

Mulai mogok

Aksi protes sudah membesar sejak Jumat (31/5) sebagai bentuk keberatan atas rencana pemerintah kota Istanbul menyulap lapangan Taksim menjadi taman hiburan.

PM Erdogan menuding aksi protes sudah melenceng dari tujuan semula menyampaikan keberatan keberatan atas pembangunan taman hiburan itu. Pada hari Senin (3/6) PM Erdogan melalui sebuah acara jumpa pers menuding kubu oposisi memprovokasi massa agar terus menggelar aksi demo.

"Kubu oposisi pimpinan partai CHP memprovokasi warga yang tak berdosa. Mereka yang jadi sumber berita dan menyebut kondisi ini sebagai Musim Semi Turkitak tahu apa-apa soal Turki," kata Erdogan saat tampil di televisi, merujuk situasi di istanbul dengan gelombang aksi protes di sejumlah engara Arab yang kemudian disebut Musim Semi Arab.

Kembali dari kunjungannya ke Maroko PM Erdogan menyebut situasi di dalam negeri sudah "mulai tenang".
Tetapi Selasa ini justru akan ditandai dengan dimulainya aksi mogok dua hari yang diserukan salah satu serikat buruh terbesar di Turki sebagai bentuk protes karena pasukan pemerintah dianggap terlalu brutal menyikapi demonstran.

Serikat buruh untuk para pegawai negeri, KESK, mengecam pemerintah yang menggunakan kekerasan dalam menghadapi para pengunjuk rasa dan mengatakan serikat-serikat buruh lain akan mendukung seruan mereka.(bbc/bhc/rby)


 
Berita Terkait Turki
 
• Mengapa Kemenangan Erdogan Penting Bagi Negara-negara Barat?
 
• Hagia Sophia: Salat Jumat Pertama Setelah 86 Tahun, 'Allahu Akbar, Terharu dan Merinding', Antusiasme Masyarakat Beribadah
 
• Perang Saudara di Suriah: Turki Kutuk Serangan Udara oleh Suriah terhadap Konvoinya
 
• Turki Tetap Datangkan Sistem Rudal S-400 Buatan Rusia Walau Ditentang AS
 
• Lira, Mata Uang Turki Terjun Bebas, Erdogan Sebut 'Ini Ulah Amerika Serikat dan Barat'
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]