Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pemilu 2014
Demokrat Akhirnya Partai ke 7 Resmi Mendukung No 1 Prabowo-Hatta
Tuesday 01 Jul 2014 14:23:14

Saat acara konferensi pers Partai Demokrat yang menyatakan secara resmi mendukung Capres & Cawapres No 1 Prabowo Subianto - Hatta Rajasa, Senin (1/7).(Foto: BH/bar)
JAKARTA, Berita HUKUM - Partai Demokrat (PD) mengambil ketegasan dan mengambil inisiatif menjelang kampanye terakhir pemilihan Presiden, Rabu 9 Juli mendatang. Partai Demokrat merupakan partai yang ke 7 resmi mendukung Capres & Cawapres No 1 Prabowo-Hatta. PD yang diketuai Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga sebagai Presiden RI ini menyikapi, persoalan poltik yang berada dikubu partai mereka, yang sebelumnya non blok, kini akhirnya secara resmi mendukung Pasangan No 1 Prabowo-Hatta dalam koalisi Merah Putih.

Pada acara Konferensi persnya, yang dikomandoi oleh Syarief Hasan selaku Ketua Harian Partai Demokrat, yang juga hadir didampingi lengkap para petinggi Partai Demokrat; Sekjen Edi Baskhoro Yudhoyono (Ibas), Amir Syamsuddin, Jero Wacik, E.E. Mangindaan, dan Roy Suryo, sehubungan dengan penyelenggaraan pesta demokrasi Pilpres yang akan dilakukan oleh seluruh rakyat Indonesia. Partai Demokrat pada kesempatan ini akhirnya memutuskan secara resmi pilihan Capres-& Cawapres kepada No urut 1 Prabowo Subianto - Hatta Rajasa.

Pada pengamatannya, PD mengikuti selama ini dari hasil evaluasi yang menurut partai Visi Misi Prabowo-Hatta yang segaris dengan Demokrat. Berdasarkan hal tersebut diatas, maka DPP Partai Demokrat memutuskan dan meng-instruksikan pada seluruh pimpinan DPD dan seluruh DPC, Kader dan simpatisan agar memberikan dukungan penuh pada capres-cawapres Prabowo-Hatta pada hari pencoblosan, Rabu, 9 Juli 2014 mendatang.

"Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat memutuskan dan mengintruksikan kepada seluruh pimpinan DPD, DPC PAC Demokrat, kader, simpatisan, organisasi sayap, dan seluruh pendukung Partai Demokrat agar memberikan dukungan penuh kepada Prabowo-Hatta dalam Pilpres 9 Juli 2014," ucap Ketua Harian Partai Demokrat.

Syarief Hasan menambahkan, "Mendukung yang segaris dengan partai, yakni Prabowo-Hatta" ujarnya saat konferensi pers di gedung DPP Partai Demokrat, kramat raya, Jakarta Pusat, Senin (30/6).

Terkait mengenai keputusan DPP, menyikapi bagaimana dengan tindakan seperti yang dilakukan Ruhut Sitompul anggota komisi III DPR RI, yang mana ia mengambil sikap dengan sendirinya, untuk kesimpulan perihal mendukung sendiri pada capres-cawapres nomor urut dua Jokowi-JK, maka partai akan mengambil tindakan tegas, dengan memberikan Sanksi nantinya.

"Yang kami pikirkan adalah kelanjutan pemerintahan ini, kami yakin dengan dukungan ini maka seluruh simpatisan akan ikut, ini akan memberi suara kepada Prabowo-Hatta, Ruhut tidak ada restu yang disampaikan ketua Pak SBY terhadap dukungan Ruhut kepada Jokowi, kami belum memikirkan sanksi masih konsen Pilpres. Tentu pada saatnya nanti akan kami sampaikan, yang penting sukseskan dulu," tegas Syarief Hasan.

Pada saat bersamaan, senada akan hal itu, Jero Wacik selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat memberikan tambahan pernyataan untuk memberikan dukungan pada Prabowo-Hatta Capres-Cawapres nomor urut 1 tersebut.

"Kami menghimbau kepada seluruh kader Demokrat dan seluruh simpatisan agar tidak melakukan black campaign dan negatif campaign," tegas Jero, yang juga sebagai Menteri ESDM ini.

Kekuatan Koalisi Merah Putih pendukung Capres dan Cawapres No 1 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa kini resmi bertambah menjadi 7 Partai; Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Demokrat (PD).(bhc/bar).


 
Berita Terkait Pemilu 2014
 
Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
 
3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
 
Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
 
NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
 
Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]