Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Penistaan Agama Islam
Demo 4 Nov, Ustadz Felix Siauw: Ini Soal Aqidah yang Terusik, Al-Qur'an yang Dinistakan
2016-10-31 18:48:37

Ustadz Felix Siauw.(Foto: istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Rencana demo Aksi Bela Islam II pada Jumat, 4 November 2016 dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, serta berbagai Ormas Islam didepan Istana Negara Jakarta, untuk menuntut keadilan dan Hukum terkait Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dianggap telah menghina Alquran, Ustadz Felix Siauw merasa terpanggil dan bertanggung jawab serta menegaskan bahwa, Insyaallah dirinya berkewajiban untuk mengikuti Jihad Aksi Bela Islam tersebut.

Sebagaimana Ia menulis pada media sosial twitter dan facebook akun Ustadz Felix Siauw pada, Senin (31/10) adalah:

"Ini bukan soalan suku, ras dan antargolongan sebab kecintaan kepada Allah menyatukan suku, ras dan antargolongan, menjadi umat yang satu, yaitu Muslim

Ini bukan tentang pilkada, sebab hati-hati yang terpanggil bukan hanya dari Jakarta, tapi dari segenap Nusantara, bahkan beda wilayah dan negara pun bersiap

Ini bukan urusan uang, sebab yang akan meramaikan tak meminta barang balasan harta sedikitpun, bahkan pengorbanan harta untuk membela kitab yang paling dicintainya

Ini soalan aqidah yang terusik, Al-Qur'an yang dinistakan, Allah dan Rasul-Nya yang dilawan, dan para ulama yang dilecehkan, ini adalah soalan membela agama

Ini tentang melawan kesombongan dan kedzaliman, tingkah pongah penguasa yang membela kepentingan para kapitalis, yang tak menyisakan sedikitpun nurani bagi yang kecil

Ini urusan amar makruf dan nahi munkar, menyampaikan kewajiban pada ummat bahwa Tuhan mereka menyuruh untuk dipimpin seorang Muslim yang menerap syariat Islam

Maka insyaAllah, menjadi kewajiban bagi saya untuk hadir di aksi esok, 4 November 2016, dukungan kepada ulama kami di MUI untuk segera menegakkan hukum pada penista Al-Qur'an

Semoga jadi amal salih bagi kita, saksi bahwa kita tak rela Al-Qur'an dan ualam dihinakan, keluar dampingi ulama, kawal sampai penista Al-Qur'an ini dihukum seberat-beratnya

Dan ini menjadi langkah serius kita pada pihak berwenang agar tak berlambat-lambat dan lalai dalam perkara berat dan besar dalam agama, semoga Allah merahmati kita semuanya.

Orang yang diam ketika Al-Qur'annya dihina, maka hatinya tak punya kecintaan terhadap Al-Quran itu, bila tak bisa hadir maka doakan, jangan sampai kita jadi yang mencela dan melaknat, layaknya penkhianat agama," tulis Ustadz Felix Siauw.(fb/fs/bh/sya)


 
Berita Terkait Penistaan Agama Islam
 
DICARI!!, Setelah M Kece, Pria Ini Jadi Buronan Netizen Gegara Hina Nabi Muhammad
 
HNW Apresiasi Kinerja Polri Tangkap Terduga Penista Agama
 
Sukmawati, Potret Sosial-Politik dan Hukum Kita
 
Bareskrim Polri Tetapkan Ustadz Bachtiar Nasir sebagai Tersangka Dugaan TPPU
 
Jubir PA 212 Kembali Mendatangi PMJ untuk Menanyakan LP Ketua BTP Mania, Immanuel Ebenizer
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]