Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Perekonomian
Darmin: Perekonomian Indonesia Paling Stabil di Dunia
Monday 12 Nov 2012 15:21:27

Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution (Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution menyebutkan Indonesia merupakan negara dengan perekonomian paling stabil di dunia dalam 4 tahun terakhir. Faktor utama stabilnya perekonomian Indonesia antara lain peningkatan pertumbuhan konsumsi masyarakat, dan investasi yang tinggi.

"Perekonomian kita paling stabil se dunia dalam 4 tahun belakang. Tapi memang ekspor sekarang ini melambat sehingga kombinasi konsumsi rumah tangga dan investasi yang mendukungnya," kata Darmin dalam acara pembukaan “Global Entrepreneurship Week” di Gedung BI, Jakarta, Senin (12/11).

Darmin menilai stabilnya pertumbuhan ekonomi ini didukung oleh tingginya konsumsi rumah tangga. Oleh karena itu Darmin berharap para wiraswastawan Indonesia mampu memenuhi tingginya permintaan tersebut, sebelum diambil oleh investor asing.

Menurut Darmin wiraswasta Indonesia memiliki peluang lebih besar dibanding investor asing dalam memenuhi kemauan konsumen dalam domestik.

"Kita memang dipenuhi investasi asing. Investasi asing yang masuk ke Indonesia ditujukan memenuhi pasar dalam negeri bukan untuk ekspor. Tapi entrepreneur dalam negeri lebih mudah mencapainya, barang konsumsi lebih terjangkau. Kami sangat percaya," tambah Darmin.

Menurut Darmin, menciptakan para pengusaha ini tidak kalah penting dibandingkan pembangunan infrastruktur lantaran memang para pengusaha ini akan terus mendongkrak pertumbuhan dan kestabilan perekonomian.

"Kekurangan infrastruktur lebih banyak dibicarakan, tidak kalah pentingnya membangkitkan dan melahirkan entrepreneurship nasional. Di samping itu pendidikan wirausaha mestinya sudah bergerak dalam tahun ini," pungkasnya.

Dibuka Wapres

Global Entrepreneurship Week (GEW) dan Talk Show Kewirausahaan 2012, di ruang Chandra, Gedung Kebun Sirih, Bank Indonesia, secara resmi dibuka oleh Wakil Presiden Boediono akan meresmikan.

GEW merupakan gerakan inisiatif global yang digelar di sejumlah negara untuk menularkan virus dan semangat kewirasuahaan kepada generasi muda.

Forum ini pertama kali diperkenalkan oleh Gordon Brown, mantan perdana menteri Inggris, bersama dengan Carl Schramm pada 2008.

Pada tahun pertama, kegiatan ini dilakukan di 77 negara, pada tahun kedua ada 88 negara dan jumlahnya mencapai 112 negara di tahun ketiga. Indonesia telah berpartisipasi sejak tahun pertama GEW diadakan.

Pekan kewirausahaan ini merupakan event terbesar berkumpulnya para inovator dan pencipta pekerjaan. Sepekan penyelenggaraan GEW diharapkan dapat menginspirasi siapa saja untuk menjadi starter dan inovator.(skb/bhc/rby)


 
Berita Terkait Perekonomian
 
Darmin: Perekonomian Indonesia Paling Stabil di Dunia
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]