Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Peradilan    
 
Kasus Kopi Bersianida
Dakwaan Jaksa: Jessica Membunuh Karena Dendam
2016-06-15 20:32:38

Ilustrasi. Tersangka Jessica Kumala Wongso (kiri).(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat hari ini mengadili terdakwa Jessica Kumala Wongso (27), dalam kasus kopi Vietnam (Vietnamesse ice coffee/VIC) yang menewaskan Wayan Mirna Salihin di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada 6 Januari 2016.

Hal itu terungkap dalam surat dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum untuk terdakwa Jessica. Dalam dakwaan disebutkan, Mirna mengeluhkan rasa es kopi yang rasanya pahit, panas di lidah dan pedas.

"Sekitar dua menit, kemudian akibat meminum VIC yang telah dimasukan natrium sianida, korban Mirna langsung pingsan dalam keadaan duduk dengan posisi kepala tersandar ke arah belakang sofa dengan keadaan mulut mengeluarkan buih dengan pandangan mata kosong serta kejang-kejang," kata jaksa, Rabu (15/6).

Berdasarkan hasil pemeriksaan ahli toksilogi Dr Nursamran Subandi, jumlah sianida yang terkandung dalam VIC yang diminum Mirna mencapai 298 mmg.

Dalam dakwaan diungkapkan Jessica dan Mirna merupakan mahasiswi di kampus Billy College of Desain di Sidney, Australia. Jessica dianggap membunuh Mirna yang merupakan sahabatnya di Australia, karena didorong rasa dendam akibat pernyataan Mirna yang disampaikan sekitar pertengahan 2015 di Australia.

Jessica sakit hati hingga memutuskan komunikasi dengan Mirna, karena korban meminta Jessica meninggalkan kekasihnya yang kasar dan suka mengonsumsi narkoba sampai berurusan dengan pihak yang berwajib di Australia.

Hubungan Jessica dengan kekasihnya di Australia lantas kandas. Namun amarah Jessica terhadap Mirna terus melekat, hingga yang bersangkutan memutuskan untuk kembali menjalin komunikasi dengan korban sebelum memutuskan pulang ke Indonesia tanggal 6 Desember 2015.

Setelah berhasil menemui korban bersama suaminya, Arief Setiawan Soemarko di Indonesia. Jessica mendesakMirna untuk membuat grup WhatsApp yang beranggotakan hanya empat orang. Dalam grup tersebut Jessicamengajak anggota grup untuk bertemu di Kafe Olivier.

Mirna tak bisa mengelak ketika disodorkan Jessica es kopi Vietnam yang dipesan tanpa sepengetahuannya. Setelah meminum es kopi itu, Mirna jatuh pingsan setelah sempat kejang-kejang. Dari mulutnya keluar busa kecil, sementara warna es kopi tersebut bukan cokelat kopi tetapi kuning seperti kunyit. Kendati korban masih bernafas saat dibawa ke klinik umum di Grand Indonesia, nyawa Mirna tak tertolong lagi ketika dibawa ke RS Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat.

Jessica dalam perkara ini dijerat pasal 340 KUHP didakwa melakukan pembunuhan berencana dengan ancaman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.(bh/as)


 
Berita Terkait Kasus Kopi Bersianida
 
Meski Jessica Telah Divonis 20 Tahun, Suami Mirna 'Tidak Puas'
 
Jelang Vonis Kasus Jessica, ada Informasi Suami Mirna Beri Bungkusan Kepada Rangga
 
Perspektif Comprehensive Kasus Kopi Sianida
 
Polisi Telusuri Penuduh Rangga Terima 140 Juta Kasus Jessica
 
Jessica Jalani Sidang Lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]