Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
BBM Subsidi
DPR Usul Naikan Harga BBM Subsidi Rp 1.000 Per Liter
Monday 14 Nov 2011 15:26:29

Ilustrasi (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Untuk menyetop laju konsumsi BBM subsidi yang terus membengkak, DPR mengusulkan harga BBM subsidi dinaikkan Rp 1.000 per liter. "Sebaiknya harga BBM subsidi dinaikan Rp 1.000 per liter. Tapi pemerintah masih menimbang berbagai aspek ekonomi,” kata anggota Komisi VII DPR Sohibul Iman dalam acara diskusi di Jakarta Senin (14/11).

Menurut dia, kenaikan BBM subsidi ini secara khusus diterapkan untuk kendaraan pribadi golongan menengah bawah dan angkutan umum diberikan cash back. Sementara untuk kendaraan pribadi golongan orang kaya tidak diberlakukan aturan secara khusus.

Selain meminta menaikan harga, DPR mendesak pemerintah untuk segera mengembangkan diversikasi energi. Langkah ini untuk mengantisipasi membesarnya penggunaan BBM, mengingat pertumbuhan kendaraan dan pertumbuhan ekonomi sangat berpengaruh besar.

"Di samping pengaturan, diversifikasi energi juga harus dilakukan, sehingga rakyat bisa memperoleh energi yang lebih murah harganya ketimbang BBM," tukas dia.

Pengaturan BBM subsidi tetap harus dilakukan oleh pemerintah, setidaknya pada tahun 2012. Hal itu didasari pertimbangan bahwa BBM subsidi saat ini, sudah tidak tepat sasaran dan sudah dinikmati oleh orang yang tidak berhak.

“Tenyata, sepertiga dari subsidi BBM saat ini, masih dinikmati oleh orang mampu (kaya-red). Atau kurang lebih Rp 1,2 juta per bulan. Sementara sisanya untuk angkutan umum dan kendaraan pribadi kelas bawah Rp 400 ribu per bulan," ungkapnya.

Atas dasar ini, imbuh dia, pemerintah harus segera melakukan pengaturan BBM yang diklaim milik rakyat miskin tersebut. “Konsumsi pemakaian BBM subsidi, ternyata 56% untuk kendaraan pribadi, sementara 40% untuk motor dan 4%untuk kendaraan umum," tutur dia.(inc/ind)


 
Berita Terkait BBM Subsidi
 
• BBM Bersubsidi: Konsumsi Diproyeksi Over Kuota
 
• Presiden Tugaskan Hatta Cs Rumuskan Pengendalian Subsidi BBM
 
• Pengendalian Kuota BBM Bersubsidi Diputuskan April Nanti
 
• Segera Tentukan Kebijakan, Pemerintah Terus Pantau Konsumsi BBM Bersubsidi
 
• Pertamina Siap Laksanakan Aturan Penggunaan BBM Bersubsidi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]