Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
DPR RI
DPR Pertanyakan Kejelasan Kasus Andi Nurpati
Thursday 02 Feb 2012 02:15:17

Andi Nurpati (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Kasus pemalsuan surat Mahkamah Konstitusi (MK) yang hingga kini belum juga mampu menyeret mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Andi Nurpati menjadi perhatian Komisi III DPR. Sejumlah pertanyaan penuh selidik dilontarkan terhadap pimpinan kepolisian.

Hal ini terjadi dalam rapat kerja antara Polri dengan Komisi II yang berlangsung di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (1/2). Sejumlah anggota Dewan mencurigai sikap Kapolri Jenderal Pol. Timur Pradopo dengan pernyataan yang meragukan sikap kepolisian yang tak serius menangani kasus itu.

Satu dari sejumlah keraguan anggota Komisi III DPR itu, terlontar dari bibir anggota Fraksi PKS Aboebakar Alhabsyi. Ia mempertanyakan Andi Nurpati yang belum juga menjadi tersangka kasus tersebut. "Andi Nurpati belum jadi tersangka, tapi anehnya malah Ketua KPU yang ditetapkan sebagai tersangka,” kata dia kepada Kapolri.

Pernyataan serupa dilontarkan anggota Komisi III asal Fraksi PDIP Trimedya Panjaitan. Ia juga mempertanyakan penyelesaian kasus Andi Nurpati oleh kepolisian. Polri sepertinya tidak pernah serius melaksanakan rekomendasi Komisi III DPR soal pembahasan kasus ini pada rapat kerja enam bulan lalu. "Rekomendasi penuntasan kasus Andi Nurpati setelah enam bulan lalu, tidak ada kemajuan," ujarnya.

Kapolri Jenderal Pol. Timur Pradopo dengan lugas berkelit bahwa kasus surat palsu MK sudah ditangani serius. Bahkan, sudah ada satu terdakwa yang disidangkan dan divonis bersalah. “Kasus serupa dengan tersangka yang lain (Zainal Arifin Hoesein) masih tahap penuntusan penyidikan,” ujarnya tanpa menyebut proses perkembangan pemeriksaan Andi Nurpati.

Sedangkan Kabareskrim Polri Irjen Pol. Sutarman tak kalah gesitnya berdalih seperti Kapolri. Dia menyatakan bahwa belum ada bukti-bukti yang mengarah keterlibatan Andi Nurpati dalam kasus itu. “Bukti-bukti belum ditemukan ke arah sana. Kami terus berupaya menemukan bukti, tapi kami memang mengalami kesulitan untuk pembuktiannya," papar dia.

Menurut Sutarman, bukti kuat yang dimiliki polisi saat ini adalah surat yang dibuat MK tersebut. Tapi, surat tersebut menimbulkan keraguan bagi penyidik untuk menetapkan tersangka baru. Kesulitan yang diperoleh polisi dalam mengungkap surat palsu itu, karena kasus tersebut sudah lama dan kemungkinan orang yang menyuruh membuat menggunakan telepon, sehingga sulit diungkap.

"Logika berpikir saya, (orang) yang menyuruh adalah orang yang ingin menjadi anggota DPR. (Surat itu) yang membuat (orang) MK, yang menggunakan pasti orang KPU. Keseluruhnya tugas penyidik itu mencari bukti untuk menjerat orang-orang ini. Tapi sampai sekarang kami belum ketemu buktinya," ujar Sutarman. (mic/rob)


 
Berita Terkait DPR RI
 
DPR Dukung Semua Program Pemerintah Selama untuk Kesejahteraan Rakyat
 
Polisi Tetapkan Pengguna dan Pembuat Plat DPR RI Palsu Jadi Tersangka
 
Putusan MKMK Bisa Jadi Amunisi Politik Bagi DPR RI Memakzulkan Presiden Jokowi
 
Seluruh Fraksi DPR, DPD dan Pemerintah Setuju RUU 5 Provinsi Dibawa ke Rapat Paripurna
 
Ini Kisah 'Falun Gong' yang Hadir dalam Rapat Paripurna DPR-RI
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]