Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Pariwisata
DPR Inginkan Wisatawan ke Sumbar Meningkat
2017-02-28 06:06:22

Ilustrasi. Rumah Adat Gadang di kota Padang Panjang.(Foto: Istimewa)
PADANG, Berita HUKUM - Tim Kunker Komisi X DPR meninjau potensi wisata yang ada di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), salah satunya yakni rumah adat gadang di Pusat Dokumentasi Kebudayaan Minangkabau yang terletak di kota Padang Panjang.

Komisi yang membidangi Pariwisata ini mengagumi keindahan alam dan budaya adat istiadat Sumbar yang terjaga oleh masyarakatnya. Wakil Ketua Komisi X Ferdiansyah mengatakan potensi wisata yang ada di Sumbar diharapkan dapat menjadi daya tarik dan meningkatnya wisatawan domestik maupun mancanegara.

"Allah menganugerahkan alam Sumbar yang begitu indah, dan ragam budaya adat istiadat setempat membuat Sumbar menjadi salah satu daerah tujuan wisata yang patut dikunjungi di Indonesia," katanya, di Padang Panjang, Minggu (26/2).

Politisi Golkar ini menjelaskan, kunjungan Tim Komisi X ini untuk menyerap aspirasi dan melihat secara langsung kondisi ruang lingkup bidang kerjanya yaitu pendidikan, olahraga, dan pariwisata.

"Kita ingin mendengarkan secara langsung masukan dari pemerintah daerah dan melihat secara langsung potensi dan masalah untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke Sumbar," katanya.

Menurutnya, kondisi infrastruktur jalan yang menghubungkan kota Padang hingga Bukittinggi yang melewati Kota Padang Panjang terbilang sempit. Ini menyebabkan sering terjadi kemacetan yang sangat panjang.

"Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat harus bekerja sama untuk mencarikan solusi ini, karena wisatawan akan enggan kesini jika macetnya bisa berjam-jam," katanya.(as/DPR/bh/sya)


 
Berita Terkait Pariwisata
 
Penurunan Pariwisata di Bali Berdampak Besar Terhadap Ekonomi Masyarakat
 
Maksimalkan Potensi Pariwisata, Komisi IV DPRD Kaltim Studi Banding ke Jawa Barat
 
Pak Jokowi, Pariwisata Indonesia Juga Semakin Gak Beres Nih
 
Sensasi Menjelajah Lautan dengan De' Kartini
 
Menpar Memberikan Penghargaan Uang Tunai Jutaan Rupiah dalam APWI 2018
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]