Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Cina
Cina Penjarakan Penulis Prodemokrasi
Saturday 24 Dec 2011 01:35:31

Chen Wei dikenal sebagai aktivis prodemokrasi veteran (Foto: BBC.co.uk)
BEIJING (BeritaHUKUM.com) – Penulis Cina, Chen Wei dihukum sembilan tahun penjara. Ia dinyatakan terbukti melakukan tindakan subversi terhadap kekuasaan negara. Chen menyerukan protesnya di dunia maya terhadap pemerintah Cina yang diktator. Hal ini dilakukannya dengan diilhami gerakan di Timur Tengah.

Persidangan di Suining dilakukan secara tertutup dan hanya berlangsung dua jam. Selain dipenjara, Chen juga kehilangan hak-hak politik selama dua tahun. Vonis itu diyakini sebagai hukuman terberat yang pernah dijatuhkan pada mereka yang terlibat dalam Revolusi Melati, sebuah upaya untuk meniru kebangkitan demokrasi di negara-negara Arab di Cina.

Chen merupakan satu dari beberapa ratus orang antipemerintah yang ditangkap di Cina pada tahun ini. Ia menerbitkan beberapa tulisan online menyerukan kebebasan berpendapat dan reformasi sistem satu partai Cina. Tuntutan terhadap Chen berdasar pada beberapa esai yang ia tulis untuk situs-situs web asing berisi kritik terhadap sistem politik di Cina dan pujian atas pertumbuhan masyarakat sipil.

Sejumlah laporan mengatakan bahwa Chen mengaku tidak bersalah dan berkata bahwa "demokrasi" akan berjaya di Cina. Ia selalu bersikeras bahwa ia hanya menyampaikan pendapat seperti diizinkan oleh undang-undang Cina. Pengacara Chen, Zheng Jianwei, menyampaikan pernyataan Chen pada kantor berita Reuters, Jumat (23/12), sesudah vonis diumumkan: "Kediktatoran akan jatuh, demokrasi akan berjaya."

Sedangkan istri Chen, Wang Xiaoyan menyatakan bahwa persidangan itu adalah sebuah "pertunjukan" dan vonis telah ditentukan jauh sebelumnya. Tapi ia "sangat tidak bahagia" dengan vonis tersebut. "Saya rasa sidang hari ini hanyalah sebuah pertunjukan. Vonis itu telah ditetapkan jauh di awal persidangan. Mereka tidak mengizinkan siapa pun bicara. Tidak ada kebebasan berpendapat."

Menurut Wang, esai-esai Chen telah disalahartikan dan maksud tulisannya telah diubah, serta ia tidak melakukan apa pun untuk memicu subversi. "Ia adalah lelaki yang sangat patriotik," ujarnya.

Kelompok hak asasi Human Rights in China (HRC) mengatakan, Wang dan anggota keluarga Chen lainnya mengalami pelecehan dari polisi selama Chen ditahan, dan ia hanya diizinkan bertemu pengacara dua kali di tahanan. Chen juga pernah dipenjara, karena ikut serta dalam aksi mahasiswa pada 1989 di Lapangan Tiananmen.(bbc/sya)


 
Berita Terkait Cina
 
• Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan: Perlu Antisipasi dan Mitigasi Lonjakan Wisatawan Cina
 
• Ketika Negara-negara Eropa Menghadapi Jebakan Utang' China
 
• Pertumbuhan Ekonomi Cina Melambat Akibat Pandemi Corona Hingga Utang
 
• Topan In-fa Melintasi Cina Puluhan Orang Tewas, Shanghai Dilanda Banjir Besar
 
• Tren 'Kaum Rebahan' Melanda Anak-anak Muda China yang Merasa Lelah Budaya Kerja Keras Tapi Gaji Pas-pasan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]