Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Cina
Cina Mencatat Laju Ekonomi Paling Lambat, Indonesia 'Perlu Waspada'
2019-01-24 06:11:39

Pekerja di industri sepatu Cina.(Foto: GETTY IMAGES)
CINA, Berita HUKUM - Cina mencatat laju perkonomian yang paling lambat sejak 1990 dan menimbulkan kekhawatiran atas dampaknya terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia yang "perlu waspada", kata ekonom.

Perekonomian Cina tumbuh pada tingkat lamban sejak 1990 dan tercatat pada 6,6% pada 2018, menurut data yang dikeluarkan pada Senin (21/1).

Dalam tiga bulan sampai Desember 2018, perekonomian Cina tumbuh 6,4% dari tahun sebelumnya dan turun dari 6,5% pada kuartal sebelumnya.

Data ini sesuai dengan perkiraan namun menunjukkan keprihatinan terkait melemahnya pertumbuhan perekonomian Cina.

Melambatnya perekomomian Cina menimbulkan kekhawatiran atas efek domino terhadap perekonomian global.

Perang dagang dengan Amerika Serikat juga telah menambah suramnya perkiraan ekonomi dunia.

Data yang diterbitkan ini menunjukkan angka per kuartal terlemah sejak krisis perekonomian global.

Perlambatan ekonomi Cina ini telah diperkirakan dalam beberapa tahun terakhir ini dan dunia perlu khawatir, kata wartawan bisnis BBC, Karishma Vaswani.

Melemahnya pertumbuhan Cina berarti melambatnya ekonomi dunia.

Lambatnya perekonomian Cina

Perekonomian Cina terdiri dari sepertiga pertumbuhuan ekonomi global. Dan ini berarti negara penghasil komoditas seperti Indonesia tergantung pada Cina untuk membeli, kata Kharisma.

Hal senada juga diungkapkan Josua Pardede, ekonom dari Bank Permata yang menyatakan melemahnya perekonomian Cina "perlu diantisipasi dan diwaspadai".

"Cina adalah ekonomi terbesar kedua di dunia dan mitra dagang terbesar (Indonesia). Mau tak mau perlambatan akan berdampak cukup negatif," kata Josua.

"Perlambatan ekonomi Cina akan berdampak langsung pada kinerja ekspor, kalau ekspor memburuk, andil dari ekspor pada pertumbuhan juga jadi berkurang, sehingga pertumbuhan ekonomi kita juga jadi cukup berdampak," tambahnya.

Ekspor Indonesia ke Cina - 15% dari total ekspor - sebagian besar adalah batu bara, namun jumlahnya semakin berkurang karena Cina mensyaratkan batu bara yang lebih ramah lingkungan, kata Josua.<

Penjualan Apple melemah

Pekerja garmen Cina.Hak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionPekerja garmen Cina.

Perusahaan-perusahaan sudah mulai mengeluh dampaknya. Bulan Januari 2019 Cina ini, Apple sudah memperingatkan lemahnya penjualan di Cina.

Perusahaan mobil dan perusahaan-perusahaan lain juga telah mengangkat keprihatinan dampak perang dagang dengan Amerika Serikat.

Pemerintah Cina telah menekankan perubahan dari pertumbuhan berdasarkan ekspor ke ketergantungan pada konsumsi domestik.

Pembuat kebijakan di Cina juga telah meningkatkan upaya dalam beberapa bulan terakhir ini untuk mendukung perekonomian.

Langkah untuk meningkatkan permintaan termasuk mempercepat proyek konstruksi, memotong sejumlah pajak dan mengurangi cadangan yang perlu disimpan di bank-bank.

Ekonom dari Capital Economics China Julian Evans-Pritchard mengatakan perekonomian Cina tetap melemah pada akhir 2018 "namun tetap bertahan, lebih baik dari yang dikhawatirkan".

"Perekonomian Cina diperkirakan akan terus melemah sebelum pertumbuhan menjadi stabil pada pertengahan tahun," kata Evans-Pritchard.(BBC/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Cina
Cina Mencatat Laju Ekonomi Paling Lambat, Indonesia 'Perlu Waspada'
Populasi Cina 'Memuncak' pada 2029 dengan 1,44 Miliar Penduduk
Frasa "Tionghoa" dalam KUHPerdata Digugat
Ribuan Orang Demo Mendesak Taiwan Merdeka dari Cina
Cina Telah Mengkonfirmasi Menahan Kepala Interpol yang Diberitakan Hilang, Meng Hongwei
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Amien Rais Diperiksa sebagai Saksi terkait Kasus Dugaan Makar Eggi Sudjana
Komisi V Tinjau Kesiapan Pemerintah Antisipasi Mudik Lebaran
Muhammadiyah Kecam Aksi Unjuk Rasa 21-22 Mei yang Berujung Rusuh
Ciptakan Generasi Berkarakter Islam MIN 1 Gelar Pesantren Kilat
Dana BOS Triwulan ke II 2019 Sudah Cair untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan
AJI: Ada 7 Jurnalis Menjadi Korban Saat Meliput Aksi Demo 22 Mei
Untitled Document

  Berita Utama >
   
AJI: Ada 7 Jurnalis Menjadi Korban Saat Meliput Aksi Demo 22 Mei
Pemerhati Hukum Siber: Pembatasan Akses Media Sosial Adalah Kebijakan Yang Aneh
Mengapa Situng Baru 92 %, KPU Tiba-Tiba Menyahkan Rekapitulasi Pilpres?
Pesan Aksi Damai, Prabowo: Kami Ingin Menegakkan Kebenaran dan Keadilan
Potret Pemilu 2019, LKPI: Ada 72,8 Persen Mengatakan Ada Banyak Kecurangan
Bawaslu Sebut 6,7 Juta Pemilih Tak Dapat C6 dan 17 Ribu TPS Telat Dibuka
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]