Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Mobil Mewah
Cina Akan Terapkan Larangan Birokrat Pakai Mobil Impor
Thursday 08 Mar 2012 15:23:26

Pemerintah Cina segera menerapkan peraturan bagi jajaran birokratnya untuk menggunakan mobil produksi lokal (Foto: Iapw.info)
BEIJING (BeritaHUKUM.com) – Pemerintah Cina dalam waktu dekat akan menerbitkan aturan bagi para birokrat di negara itu untuk tidak membeli produk mobil asing. Sebuah konsultan publik telah menyelesaikan proposal untuk menghentikan para pejabat untuk menghabiskan uang pajak dengan membeli mobil mahal dari luar negeri, dan mendesak mereka untuk menggunakan produk Cina.

Deretan mobil produk asing berada di parkiran tempat diselenggarakannya pertemuan politikus Cina, pekan ini, jadi lebih mirip pertemuan Jerman dibandingkan politikus Cina. Berbagai merk mobil terkenal seperti Audi, Mercedes dan BMW, tengah dibersihkan oleh pengemudinya sementara para pejabat sedang menghadiri acara bisnis politik di dalam gedung.

Tetapi kondisi ini tidak cuma terjadi di Beijing. Di kota lain di Cina atau di kota besar, juga tampak aneh kalau para birokrat tidak memiliki mobil merk terkenal. Namun, semua itu yang akan diubah. Pemerintah Cina segera menyusun rancangan daftar mobil yang dapat dibeli oleh dana publik, dan sama sekali tidak boleh merk asing.

Upaya ini dilakukan oleh Cina untuk melindungi produk dalam negerinya. Selain itu, mobil para pejabat ini di seluruh tingkatan pemerintah, diduga menghabiskan dana pajak sebesar 10 miliar dolar AS per tahun. Dengan estimasi itu lebih dari tiga perempat dari dana dihabiskan untuk merk asing.

Jadi larangan bagi pejabat untuk menggunakan merk asing mungkin akan meredakan kemarahan publik terhadap pemborosan, dan korupsi yang dilakukan pemerintah. Pasalnya, dalam 10 tahun terakhir terlihat peningkatan anggaran belanja pejabat Cina. Sebaliknya masalah kesejahteraan dan kesenjangan di masyarakat semakin meningkat.

Namun, bagaimanapun jika aturan baru ini disetujui,dipastikan akan menimbulkan cemoohan orang. "Ini adalah budaya dan kami tidak dapat melakukan sesuatu tentang ini. Pejabat perlu peningkatan. Sebuah mobil dengan merk terkenal merupakan sebuah simbol dari status anda," kata Prof Yu Hai from Fu Dan dari University's School of Social Development and Public Policy.(bbc/sya)


 
Berita Terkait Mobil Mewah
 
Larangan Pengguna Premium untuk Mobil Mewah Nol!
 
Mobil Mewah Lengkapi Gaya Pesepakbola Dunia
 
Cina Akan Terapkan Larangan Birokrat Pakai Mobil Impor
 
Mobil Mewahnya Tidak Terawat, Malinda Dee Sedih
 
MA Nepal Perintahkan Tarik Mobil Mewah Mantan Pejabat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]