Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 

Cetak Brosur Antihomoseksual, Pemuda Inggris Diadili
Tuesday 17 Jan 2012 20:58:16

Ilustrasi pasangan homoseksual (Foto: Ist)
LONDON (BeritaHUKUM.com) – Kabir Ahmed (28), seorang lelaki terancam hukuman penjara. Hal ini akibat perbuatannya menyebarkan brosur berisi seruan, agar kaum homoseksual dihukum mati. Ia diadili Pengadilan Derby Crown, Inggris, atas tuduhan menyebarkan kebencian.

Kabir Ahmed merupakan satu dari lima lelaki muslim yang diadili. Keempat pria lainnya adalah Ihjaz Ali (42), Mehboob Hussain (45), Umar Javed (38) dan saudaranya Razwan Javed (28). Mereka menolak semua tuduhan tersebut.

Seperti dilansir BBC, Selasa (17/1), Ahmed dituduh telah menyebarkan brosur yang berjudul The Death Penalty? Yang merupakan satu dari tiga yang disebarkan di Derby, menjelang pawai jalan raya kaum gay pada 2010 lalu. Pengadilan menyebut isi brosur itu mengerikan dan mengancam.

Ahmed, dari Madeley Street, Derby menyatakan bahwa membagikan brosur itu pada orang-orang di luar Masjid Jamia dan memasukkannya ke kotak-kotak surat. Brosur itu menampilkan gambar sebuah boneka peraga di tiang gantungan dan tulisan bahwa homoseksualitas patut mendapat hukuman mati dalam Islam.

Namun, ia membantah bahwa brosur itu diciptakan untuk menyebarkan kebencian terhadap kaum gay. "Niat saya adalah melaksanakan tugas sebagai seorang muslim, untuk menginformasikan kepada masyarakat mengenai perkataan Tuhan dan memberikan pesan Tuhan tentang homoseksualitas,” jelas dia.

Menurutnya dia, tugasnya bukan hanya menjadikan diri saya lebih baik, tapi juga berusaha memperbaiki masyarakat di sekitarnya. “Kami percaya tidak bisa hanya diam dan melihat seseorang melakukan dosa. Kami harus berusaha dan menasihati mereka agar menjauh dari dosa," tandas Ahmed.

Kelompok itu diduga memproduksi dan mendistribusikan dua brosur lain berjudul "Tuhan Membencimu" dan "Insyaf atau Dibakar." Brosur keempat berjudul "Derby Mati" ditemukan, tapi tidak disebarkan.(sya)


 
Berita Terkait
 
•
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]