Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Peradilan    
 
Kasus Dana APBD
Cek Pencairan Dana Zulkarnaen Tidak Jelas Penggunaanya
Friday 28 Sep 2012 01:24:18

Mantan Bupati Pemkab Simalungun Zulkarnaen Damanik.(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
MEDAN, Berita HUKUM - Beberapa cek pencairan di Pemkab Simalungun tidak jelas penggunaannya. Berdasarkan laporan hasil audit BPKP Wilayah Sumatera Utara, terdapat kerugian negara sebesar Rp 529.654.638. Demikian yang dikatakan saksi ahli Darwin Napitupulu dalam persidangan tindak pidana korupsi (Tipikor) di Pengadilan Negeri (PN) Medan, (27/9) dengan terdakwa mantan Bupati Pemkab Simalungun Zulkarnaen Damanik.

"Untuk menghitung kerugian negara, kami memakai dokumen - dokumen yang ada pada penyidik, selain itu, petugas juga langsung ke Pemkab Simalungun. Audit pengeluaran sendiri dilakukan dalam Periode Januari 2006 hingga 17 Februari 2006. Ini juga sesuai dengan permintaan penyidik, karena ditemukan beberapa pengeluaran kas dari bulan tersebut", ujar saksi ahli Darwin Napitupulu yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Jonner Manik, saksi ahli menyebutkan, kami telah menerima dokumen pengeluaran berupa cek pencairan, namun tidak jelas penggunaanya. Diantaranya, nota dinas pencairan anggaran pada Februari 2006. Dana dicairkan secara bertahap, masing - masing untuk panjar insentif ajudan bupati dan wakil bupati sebesar Rp 4.800.000, dana panjar upah pungut PBB over target Rp 753.446.727, dana untuk CV Cail Utama sebesar Rp.100.408.750 dan dana sebesar Rp 130.355.729 untuk Swiss F Damanik.

"Pada saat menerima beberapa dokumen, kami melihat ada cek pencairan yang tidak jelas. Kami juga sempat tanyakan pada Sugiati selaku Bendahara Pengeluaran Daerah (BUD) Pemkab Simalungun perihal pencairan itu. Namun yang bersangkutan tidak bisa menjelaskan pencairan dana tersebut. Dokumen tersebut juga berdasarkan hasil laporan Bawasda yang sebelumnya melakukan pemeriksaan kas, lalu dibuatlah laporannya", jelas saksi ahli.

Disebutkannya, pada 20 Februari 2006, terjadi pergantian BUD Pemkab Simalungun yang baru dari Sugiati ke Kamsul. "Dalam pergantian BUD itulah, setelah dokumen dipelajari, ternyata banyak pengeluaran yang tidak jelas pertanggung jawabannya. Untuk kasbon atau pinjaman pribadi adalah tanggung jawab BUD. Begitupun, apabila ada kegiatan, yang bertanggung jawab adalah SKPD yang mengeluarkan uang", urainya lagi.

Bahkan, lanjutnya, anggaran APBD 2005 yang dibebankan dalam APBD 2006 juga menyalahi undang - undang. Karena saat itu APBD 2006 belum disahkan. Dimana pada saat itu Zulkarnaen selaku Bupati Pemkab Simalungun bersama Bendahara Umum Daerah (penuntutan terpisah) yang menandatangani nota dinas pencairan anggaran pada Februari 2006 tersebut.

"Laporan pertanggung jawaban Pemkab Simalungun TA 2005 - 2006 juga telah kami periksa dan ditemukan beberapa pengeluaran dana fiktif", ungkapnya.

Mengenai Saldo penutupan kas, saksi ahli mengaku terdapat perbedaan nominal yaitu pada Saldo rekening koran, tertanggal 17 February 2006 sebesar Rp 11,5 miliar. Sedangkan pada Saldo Bank dalam penutupan kas yaitu sebesar Rp. 11,2 miliar. "Saya juga heran ada perbedaan nominal disini. Memang data yang kami terima berdasarkan laporan dari Bawasda, saat itu sempat kami pertanyakan ke Bawasda, tapi mereka sendiri juga seperti orang linglung. Mereka tidak bisa menjelaskannya", ungkapnya.

Saksi ahli menyatakan laporan yang diterima dari Bawasda tidak rapi. "Kami lihat rekening koran, tapi karena atas laporan Bawasda dan disampaikan kepada Bupati, jadi kami pakai saja laporan Bawasda itu. Karena kami tidak mau dibilang mengada - ada. Memang laporan Bawasda ini adalah laporan yang tidak rapi. Saat dipertanyakan pun ke Bawasda, tetapi tidak ada penjelasan keilmuan yang kami terima", ujarnya.

Usai mendengar keterangan saksi ahli, Majelis Hakim menunda persidangan hingga Kamis pekan depan, dan akan dilanjutkan dengan menghadirkan saksi - saksi lainnya.(bhc/fiq)


 
Berita Terkait Kasus Dana APBD
 
ETOS Institute Layangkan Surat Resmi Dugaan Penyalahgunaan Anggaran APBD Kabupaten Raja Ampat ke KPK
 
Bareskrim Menangkap Mantan Gubernur Malut Thaib Armayin
 
Akhirnya, Ucok Harahap Mantan Camat Kramat Jati Mendekam di Balik Jeruji Cipinang
 
Theddy Tengko Digelandang ke Sukamiskin, Asetnya Akan Disita
 
Terima Suap, Hakim Tipikor Kartini Marpaung Divonis 8 Tahun Penjara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia
Purbaya curhat: Saya menteri paling tidak beruntung di dunia
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]