Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
CPNS
CAT: Metode Tes Seleksi Pegawai nan Efisien
Saturday 16 Nov 2013 03:58:46

Tes dengan nama CAT (Computer Assisted Test) dikembangkan oleh BKN. CAT dijamin lebih efisien, efektif, aman dan fair.(Foto:
JAKARTA, Berita HUKUM - Ratusan orang berkumpul di kampus Universitas Dian Nuswantoro Semarang tampak serius memandangi layar komputer (Kamis, 14/11/2013). Sesekali tangan seorang peserta menekan tombol tertentu. Wajah-wajah peserta ujian tersebut nampak tegang. Rupanya mereka sedang mengerjakan soal ujian seleksi penerimaan pegawai yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah. Seleksi diikuti oleh 10.005 peserta untuk memperebutkan 212 formasi. Ujian dilaksanakan secara bertahap sejak tanggal 7- 15 November2013. Seleksi ini rally lanjutan dari tesseleksi CPNS nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tanggal 3 November 2013 belum lama ini.

uswantoro Semarang adalah tes dengan nama CAT (Computer Assisted Test) dikembangkan oleh BKN. CAT dijamin lebih efisien, efektif, aman dan fair. CAT mempunyai banyak keunggulan dibanding cara tradisional dengan menggunakan kertas. Cara tradisional melibatkan banyak aktifitas untuk pengamanan sejak penyusunan soal, pencetakan, distribusi soal hingga koreksi lembar jawaban. Aktifitas tesebut membutuhkan biaya besar, tenaga yang banyak, risiko kebocoran dan kecurangan tinggi. CAT mengeliminasi banyak proses waktu, biaya dan tenaga.

Proses CAT sangat sederhana dimulai dari soal naskah disediakan oleh BKN di dalam komputer kemudian ditransfer dan diinstal ke komputer Kanreg BKN. Komputer disegel disaksikan oleh pejabat berwenang dan dibawa ke komputer di lokasi ujian. Komputer dibuka segel pada saat dimulai ujian dan disegel ulang setelah ujian selesai setiap hari. Dengan demikian keamanan dan fairness selama ujian terjamin. Hasil tes juga langsung dapat diketahui sesaat setelah tes berlangsung, sehingga peserta dapat mengetahui nilai dan lulus atau tidaknya. Dari sisi biaya juga lebih efisien sehingga tujuan seleksi pegawai dapat tercapai dengan cepat.

Cara ini seharusnya menjadi model yang diterapkan untuk tes-tes lainnya karena terbukti mempunyai banyak keunggulan. Bagi BPKP yang terlibat dalam pengawasan dan pemantauan ujian seleksi CPNS tahun 2013 belum lama berselang, akan merasakan betapa repotnya melaksanakan ujian dengan naskah soal yang menggungakan kertas(Humas BPKP Jateng-Nat/Jkm/ x./bpkp/bhc/sya)


 
Berita Terkait CPNS
 
Kajati Kalbar Tinjau Langsung Tes SKD CPNS Kejaksaan RI
 
Pemprov DKI Jakarta Buka Lowongan 434 Formasi CPNS
 
Ini Alur Pendaftaran CPNS 2021 dan PPPK Sesuai Juknis PermenPAN-RB Terbaru
 
Rekrutmen CNPS 2019 dan PPPK Dibuka 25 Oktober, Ini Syarat dan Besaran Gajinya
 
Bupati Seluma Serahkan 249 SK CPNS Tahun 2019
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]